GINJADIN

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Gangguan Kemih > GINJADIN

By | 18/01/2018

Komposisi

  • Folium Pyrrosiae 67.5 mg
  • Desmodii Styracifolli 30 mg
  • Poliporus 22.50 mg
  • Alismatis 11.25 mg
  • Atractylodis Lancea 11.25 mg
  • Glycyrrhizae Radix 7.5 mg

Khasiat dan Kegunaan

  • Membantu meluruhkan batu urin di saluran kemih.
  • Membantu melancarkan buang air kecil.

Cara Pakai

3 x 8 pil waktu sebelum makan, selanjutnya 2 x 8 pil untuk pemulihan.

Perhatian

  • Hanya untuk penderita batu ginjal yang telah ditetapkan oleh dokter.
  • Selama penggunaan konsultasikan pada dokter secara berkala.

Kemasan dan Sediaan

Dus, Botol Plastik @ 100 Pil,

Izin BPOM

TR173406641

Harga

Rp 45.000

Produsen

CV Santeri

Sekilas Tentang Glycyrrhiza Glabra (Akar Manis)

Akar manis tumbuh seperti rerumputan (semak) di sebagian wilayah Eropa bagian selatan (Glycyrrhiza glabra). Spesies lainnya yang berasal dari Amerika Utara adalah G. lepidopta dan yang dari Tiongkok adalah G.uralensis, yang terakhir ini banyak dipakai sebagai bahan obat-obatan Cina. Akar manis tumbuh dengan baik di tanah yang dalam, subur, cukup air dan dalam iklim yang penuh cahaya matahari. Biasanya dipanen pada musim gugur 2 atau 3 tahun setelah penanaman. Akar manis juga dikenal dengan sebutan licorice/liquorice.

Ekstrak akar manis didapat dengan cara merebus akar tanamannya dan menguapkan airnya, dapat dijual dalam bentuk bubuk ataupun sirup (cair). Zat yang terkandung di dalamnya adalah glycyrrhizin, yang sangat manis, 50 kali lebih manis daripada gula dan memiliki khasiat pengobatan. Spesies G.uralensis adalah jenis akar manis yang paling banyak mengandung zat ini. Penggunaan : Antitusiv, akar dalam bentuk serbuk sebagai pengisi/pembalut pil, dan campuran obat batuk, menghilangkan bau-bau yang tidak sedap dalam obat-obatan.

Sekilas tentang perkemihan

Sistem perkemihan atau dunia medis menyebutnya sistem urinaria merupakan sistem yang berlangsung dalam tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa/racun dari hasil metabolisme tubuh.

Adapun organ-organ pokok yang bekerja dalam sistem urinaria ini adalah Ginjal, Ureter, Vesika Urinary, dan Uretra. Keempat organ tersebut bisa dibilang merupakan organ pokok dari sistem urinaria, dimana setiap organ-organ memiliki fungsi masing-masing.

Organ-organ dari sistem perkemihan tersebut sejatinya akan mengalami gangguan jika tidak dijaga kesehatanya, sehingga dapat menimbulkan gangguan atau penyakit. Berikut penyakit-penyakit yang sering ditemukan pada sistem perkemihan/urinaria

  1. Glikosuria (glukosuria) adalah ekskresi glukosa ke dalam urine sehingga menyebabkan dehidrasi karena banyak air yang akan tereksresi ke dalam urine.

  2. Albuminuria adalah penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan, khususnya penyaringan protein. Protein (albumin) yang tidak dapat di saring, akan keluar bersama urine. Albuminuria disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus.

  3. Batu ginjal adalah penyakit karena adanya pengendapan pada rongga ginjal atau kandung kemih. Endapan dapat berupa senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. Kelaianan metabolisme, sering menahan buang air kecil dan kurang minum, dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Jika batu masih kecil, dapat diatasi dengan obat-obatan tertentu dan teknologi sinar laser penghancur batu ginjal. Namun, jika batu sudah membesar, harus diangkat melalui proses operasi.

  4. Diabetes melitus (kencing manis), dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

    • Diabetes mellitus tipe 1, ditandai oleh kurangnya sekresi insulin akibat sel beta pankreas tidak memproduksi atau sangat sedikit memproduksi insulin sehingga diperlukan insulin eksogen untuk bertahan hidup. Jumlah penderita diabetes melitus tipe 1 sekitar 10% dari semua kasus diabetes melitus.

    • Diabetes mellitus tipe 2, sekresi insulin mungkin normal atau bahkan meningkat, tetapi terjadi penurunan kepekaan sel sasaran insulin, seperti sel otot rangka dan sel hati. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan gaya hidup. Sekitar 90% pengidap diabetes melitus tipe 2 mengalami obesitas.



  5. Diabetes insipidus adalah penyakit yang ditandai produksi urine berjumlah banyak dan encer, yang disertai dengan rasa haus. Pengeluaran urine sekitar 20 liter perhari. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan hormon ADH (antidiuretic hormone).

  6. Poliuria merupakan kelainan peningkatan frekuensi buang air kecil sebagai akibat dari kelebihan produksi air seni. Pada umumnya disebabkan oleh polidipsida (rasa haus yang tidak berkesudahan) dan mengomsumsi cairan yang mengandung kafein, alkohol atau bahan (obat-obatan) yang bersifat diuretik (mempercepat pembentukan urine).

  7. Gagal ginjal (anuria) adalah kegagalan ginjal dalam memproduksi urine. Anuria dapat disebabkan oleh kerusakan glomerulus, sehingga proses penyaringan tidak dapat dilakukan.

  8. Uremia adalah keadaan toksik saat darah mengandung banyak urea karena kegagalan fungsi ginjal dalam membuang urea keluar dari tubuh.

  9. Nefritis adalah radang nefron pada ginjal yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus sp yang dapat masuk melalui saluran pernapasan dan peredaran darah hingga ke ginjal. Gejala nefritis adalah hematuria (darah dalam urine), proteinuria (protein dalam urine), edema (pengumpulan air terutama pada kaki) dan kerusakan fungsi hati.

  10. ISK (Infeksi Saluran Kemih) adalah suatu keadaan klinis yang mana terdapat mikroorganisme pada saluran kemih

  11. Kanker kandung kemih adalah tumor yang didapatkan pada buli-buli (kandung kemih) yang akan terjadi gros hematuria tanpa rasa sakit yaitu keluar kencing warna merah terus.

  12. BPH (Benign Prostat Hiperplasia) adalah pembesaran kelenjar prostat yang disebabkan adanya keseimbangan hormonal dalam tubuh sehingga terjadi hiperplasi (penambahan jumlah sel) pada kelenjar prostat


Source:
https://dosenbiologi.co.id/9-macam-gangguan-sistem-urinaria-pada-manusia/
https://gustinerz.com/7-penyakit-yang-sering-ditemukan-pada-sistem-urinaryperkemihan/
Sekilas tentang ginjal

Ginjal merupakan salah satu dari dua organ berbentuk kacang di daerah pinggang yang menyaring darah, mengekskresi hasil akhir metabolisme tubuh dalam bentuk urin, dan mengatur konsentrasi hidrogen, natrium, kalium, fosfat, dan ion lainnya dalam cairan ekstraselular.

Macam-macam penyakit ginjal:

1. Batu Ginjal

Batu ginjal merupakan salah satu penyakit pada ginjal dikarenakan adanya endapan asam urat dan juga garam kalium di bagian dalam ginjal yang selanjutnya akan mengalami proses pembentukan kalsium karbonat sehingga akan membuat aliran urine menjadi terhambat dan bisa membuat rasa nyeri.

Gejala yang biasa dirasakan ialah munculnya rasa sakit ketika anda sedang buang air kecil (kencing) dan juga urine akan menjadi sulit untuk keluar dari bagian tubuh. Cara tepat untuk mencegahnya ialah dengan tidak membiasakan diri menahan kencing dalam waktu yang lama dan sering – seringlah minum air. Sedangkan cara mengobatinya ialah dengan memusnahkannya menggunakan sinar laser (alat medis).

2. Uremia

Uremia merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan karena adanya timbunan urea di bagian dalam darah sehingga bisa menyebabkan keracunan. Penyakit ini bisa dikatakan akibat dari penyakit gagal ginjal yang bisa menimbulkan urea menjadi tidak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh dan kemudian akan menumpuk di bagian dalam darah.

Penyebab terjadinya uremia antara lain dikarenakan terlalu banyak obat-obatan, protein, gangguan yang terjadi pada aliran kemih dan juga tekanan darah rendah. Gejala yang bisa dirasakan meliputi perubahan mental, kelainan jantung, kram otot, kelainan endokrin, penurunan berat badan, koagulopatmual, anoreksida, asidosis, muntah, mual, anemia, dan cepat lelah. Cara mengobatinya ialah dengan cara melakukan proses dialisis yang digunakan untuk mengurangi kadar urea.

3. Pyelonephritis

Pyelonephritis merupakan salah satu penyakit karena terjadinya peradangan terhadap jaringan ginjal dan juga pelvis. Pyelonephritis diakibatkan karena bakteri dan bisa menjadi penyakit kronis. Penyakit ini bisa saja mengalami penyebaran sampai ke bagian utama dari ginjal dan selanjutnya mengakibatkan gagal ginjal.

Gejala yang sering dirasakan ialah sakit ketika buang air kecil (kencing), demam, dan juga jantung berdetak lebih kencang. Cara mengobatinya yakni dengan melakukan pemberian antibiotik, namu harus sesuai dengan aturan yang ada.

4. Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan salah satu kelainan karena ginjal tidak bisa menjalankan fungsinya secara norma sebagai alat untuk menyaring darah. Gagal ginjal bisa sangat membahayakan dan bisa mengakibatkan kematian. Ginjal tidak bisa membuang zat-zat yang tidak diperlukan dari tubuh. Pada akhirnya zat-zat tersebut akan menumpuk semakin banyak di bagian dalam darah dan juga bisa meracuni tubuh.

Penyebab utama dari gagal ginjal ialah terjadinya kerusakan nefron yang bisa diakibatkan oleh kadar obat-obatanyang terlalu berlebihan. Kelainan ini sulit dan bahkan tidak bisa untuk disembuhkan. Solusinya adalah hanya melakukan cuci darah secara rutin dan juga teratur agar bisa mengurangi kadar racun yang ada di bagian dalam darah. Cara lainnya ialah dengan melakukan operasi cangkok ginjal sehingga bisa digunakan untuk menggantikan ginjal yang sudah rusak.

5. Nefritis

Nefritis merupakan salah satu penyakit karena adanya kerusakan pada bagian glomerulus ginjal yang disebabkan oleh suatu reaksi alergi racun yang dihasilkan oleh bakteri Streptococcus. Pada saat bagian tersebut rusak, maka glomerulus tidak bisa berjalan dengan baik.

Selanjutnya suatu molekul besar seperti halnya protein akan bisa masuk ke bagian dalam glomerulus dan tidak bisa keluar sehingga bisa mengakibatkan suatu pembengkakan yang terjadi pada kaki karena adanya penimbunan urea. Solusinya ialah dengan melakukan cangkok ginjal ataupun melakukan cuci darah hingga memperoleh donor ginjal.

6. Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik merupakan kelainan karena keluar protein dari dalam tubuh dengan jumlah yang besar melewati urine. Hal tersebut akan mengakibatkan kekurangan kadar protein di bagian dalam darah sehingga bisa memunculkan penyakit lainnya meliputi tekanan darah tinggi, malnutrisi, kolesterol tinggi, penggumpalan darah, dan juga gagal ginjal.

Gejala yang dirasakan ialah terjadi pembengkakan pada area mata, kaki, dan pergelangan kaki kemudian urine akan menimbulkan busa. Cara mengobatinya ialah dengan melakukan penyembuhan terlebih dahulu terhadap penyakit yang mengakibatkan timbulnya sindrom ini.

7. Glomerulonephritis

Glomerulonephritis merupakan penyakit karena ditemukannya darah dan juga protein di bagian dalam urine yang disebabkan oleh terjadinya suatu kerusakan pada bagian glomerulus. Kerusakan tersebut disebabkan oleh bakteri streptococcal. Bakteri tersebut akan menyerang ketika kondisi daya tahan tubuh mengalami penurunan.

Selanjutnya bakteri itu akan menyerang bagian glomerulus sehingga bisa terjadi suatu peradangan. Gejala ialah dengan adanya darah pada urin, terjadi pembengkakan pada bagian jaringan tubuh, serta adanya protein berlebih pada urin. Penyakit ini bisa sembuh sendiri tanpa adanya pengobatan.

8. Anuria

Anuria merupakan penyakit karena gagalnya ginjal pada saat melakukan produksi urine. Penyebabnya ialah kurang adanya tekanan saat proses filtrasi pada darah atau pun adanya peradangan di bagian glomerulus. Kurangnya suatu tekanan mengakibatkan darah menjadi tidak bisa masuk ke bagian glomerulus, pada akhirnya proses filtrasi tidak akan terjadi.

Ciri-ciri penyakit ini ialah produksi urin dalam 1 harinya jumlah kurang dari 100 mililiter. Cara mengobatinya bisa dilakukan berdasarkan penyebabnya. Proses pengobatan akan lebih mudah apabila diakibatkan oleh kurang adanya tekanan. Solusinya dengan memasukkan alat bantu ke bagian saluran urine yang arahnya menuju bagian kandung kemih.

9. Diabetes Melitus

Diabetes melitus merupakan penyakit karena adanya zat glukosa di bagian dalam urine. Penyebabnya ialah karena kurangnya hormon insulin dan pada akhirnya nefron tidak bisa melakukan aktivitas absorpsi glukosa sehingga akan menjadi terbuang bersama dengan urine.

Diabetes melitus kebanyakan sulit untuk disembuhkan, tetapi bisa dikontrol dengan cara mengurangi konsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat, olahraga secara rutin, dan juga rajin meminum obat sesuai dengan resep dokter.

10. Albuminuria

Albuminuria merupakan penyakit karena adanya banyak protein albumin di bagian dalam urine. Penyebabnya ialah karena adanya kerusakan pada bagian glomerulus dan akhirnya albumin akan bisa lolos. Kerusakan biasanya adanya luka di bagian glomerulus.

Cara mencegahnya ialah dengan banyak makanan yang mempunyai gizi yang seimbang dan juga banyak minum air secara rutin berkisar 8 gelas setiap harinya. Cara mengobatinya ialah dengan cara mencangkok ginjal.

11. Hematuria

Hematuria merupakan penyakit karena ditemukan sel darah merah di bagian dalam urine. Penyebabnya ialah adanya suatu peradangan pada bagian organ ginjal yang bisa muncul karena gesekan dengan batu ginjal. Penyakit ini juga bisa diakibatkan oleh suatu kelainan pada bagian glomerulus.

Ciri-cirinya ialah ketika sedang buang air kecil akan timbul darah pada urine tersebut. Cara mengobatinya ialah dengan melakukan penyembuhan terhadap penyakit yang mengakibatkannya.

12. Polisistik

Polisistik merupakan penyakit karena adanya kerusakan pada bagian saluran ginjal yang mengakibatkan timbulnya kista di sepanjang bagian saluran ginjal, dan akhirnya akan merusak nefron. Penyakit ini bisa tumbuh dan berkembang menjadi penyakit gagal ginjal, terutama pada usia sekitar empat puluh tahun ke atas. Polisistik banyak terjadi karena faktor keturunan. Cara mengobatinya ialah dengan melakukan diet, minum obat dan juga infus.

13. Sindrom Alport

Sindrom alport merupakan penyakit yang diakibatkan oleh faktor genetik karena adanya perubahan pada gen di bagian tubuh. Penyakit ini akan mengakibatkan glomelurus menjadi tidak bisa bekerja dengan baik. Gejala yang dirasakan ialah tekanan darah tinggi, kaki dan tangan bengkak, terdapat banyak protein pada urin, pendarahan saat kencing,adanya gangguan pada pendengaran dan juga penglihatan. Cara mengobatinya dengan melakukan cuci darah.

14. Kista Ginjal

Kista ginjal merupakan penyakit yang diakibatkan karena adanya kista pada bagian ginjal. Kista yang bisa tumbuh akan membuat fungsi ginjal menjadi terganggu. Gejalanya yakni infeksi pada saluran kemih, ditemukan darah pada urin, sering buang air kecil, perut menjadi lebih besar, sakit kepala dan rasa sakit pada bagian punggung.

Cara mengatasinya ialah makan makanan yang banyak terdapat kandungan rendah garam di dalamnya, jangan sering memakan makanan yang banyak lemak.

15. Kanker Ginjal

Kanker ginjal merupakan penyakit yang timbul pada bagian ginjal kemudian akan mempengaruhi sistem kerja dari ginjal tersebut. Gejalanya yakni timbulnya demam dan sembuh tanpa perawatan, cepat lelah, turunnya berat badan secara drastis, timbulnya rasa nyeri pada bagian tulang rusuk, ditemukan darah pada urin. Cara mengatasinya ialah dengan melakukan operasi.

Source: https://dosenbiologi.com/manusia/macam-macam-penyakit-pada-ginjal
Sekilas tentang prostat

Prostat merupakan organ kecil seukuran kenari yang berada di bawah kandung kemih (tempat urin disimpan) dan mengelilingi uretra (tabung yang membawa air seni dari kandung kemih). Prostat mengeluarkan cairan semen, zat susu yang bergabung dengan sperma (yang diproduksi di testis) untuk membentuk air mani.

Macam-macam penyakit/gangguan prostat:

Benign prostatic hyperplasia (BPH)

BPH atau yang biasa dikenal dengan pembesaran prostat jinak terjadi ketika kelenjar prostat membesar, sehingga saluran kemih akan menyempit. Kondisi ini dapat menyebabkan otot kandung kemih menebal. Lambat laun, dinding kandung kemih akan melemah dan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan urine dari kandung kemih.

Beberapa gejala yang muncul akibat pembesaran prostat jinak (BPH), antara lain:

  1. Susah buang air kecil.

  2. Aliran urine yang lemah dan tersendat-sendat.

  3. Merasa tidak tuntas usai buang air kecil.

  4. Merasa sering ingin buang air kecil di malam hari.


BPH umumnya terjadi seiring bertambahnya usia. Belum ada yang mengetahui secara pasti penyebab pembesaran prostat jinak. Namun, kondisi ini diperkirakan terjadi karena adanya perubahan pada kadar hormon seksual akibat proses penuaan.

Untuk mengatasi pembesaran prostat jinak (BPH), cara umum yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan obat-obatan. Golongan obat-obatan yang biasa diresepkan dokter kepada penderita pembesaran prostat jinak adalah:

Alpha-blocker, adalah jenis obat-obatan yang bekerja dengan cara merelaksasi otot leher kandung kemih dan otot di kelenjar prostat. Relaksasi otot membantu memudahkan buang air kecil. Jenis obat-obatan alpha-blocker misalnya alfuzosin, doxazosin, silodosin, tamsulosin, dan terazosin.
5-alpha reductase inhibitor, adalah jenis obat yang dapat mengurangi ukuran prostat dengan cara menghambat hormon-hormon pemicu pembesaran prostat. Obat finasteride dan dutasteride adalah dua jenis obat golongan 5-alpha reductase inhibitor.

Selain itu, prosedur pembedahan juga dapat dilakukan untuk memperbaiki gejala BPH dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Tindakan operasi umumnya disarankan untuk penderita BPH yang ukuran prostatnya sudah sangat besar atau memiliki keluhan yang berat.

Prostatitis

Prostatitis merupakan peradangan atau pembengkakan pada kelenjar prostat. Prostatitis lebih sering terjadi pada pria yang berusia lebih muda, antara 30-50 tahun. Prostatitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, yang bisa berasal dari infeksi saluran kemih atau dari penyakit menular seksual. Namun pada beberapa kasus, penyebab prostatitis tidak dapat diketahui dengan pasti.

Penyebab prostatitis dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya, yaitu:

  • Prostatitis bakteri akut, diakibatkan oleh bakteri E. coli dan Pseudomonas.

  • Prostatitis bakteri kronis, disebabkan oleh penyebaran bakteri dari saluran kemih atau infeksi saluran kemih (ISK).

  • Chronic prostatitis/chronic pelvic pain syndrome (CP/CPPS), yang belum diketahui secara pasti penyebabnya.

  • Asymptomatic inflammatory prostatitis, yaitu kondisi di mana kelenjar prostat mengalami peradangan, namun tidak menimbulkan gejala apa pun.


Gejala prostatitis dapat bervariasi tergantung dari faktor pemicunya, di antaranya:

  1. Ada sensasi nyeri atau perih ketika buang air kecil.

  2. Terdapat darah saat buang air kecil.

  3. Kesulitan untuk buang air kecil.

  4. Seringnya buang air kecil, terutama pada malam hari.

  5. Aliran urine yang lemah.

  6. Rasa sakit ketika ejakulasi.

  7. Air mani berdarah.

  8. Disfungsi seksual atau kehilangan libido.


Prostatitis dapat diobati dengan pemberian obat-obatan seperti antibiotik untuk membasmi kuman penyebab radang pada prostat, pemberian obat antinyeri, dan obat untuk melemaskan otot kandung kemih (alpha blockers) yang juga digunakan untuk mengobati BPH.

Selain mengonsumsi obat, penderita prostatitis disarankan melakukan hal-hal yang membantu meredakan gejala prostatitis, seperti berendam air panas, membatasi konsumsi minuman beralkohol dan rokok, menghindari minuman berkafein, dan menghindari aktivitas yang membuat prostat menjadi iritasi, seperti bersepeda dan duduk terlalu lama.

Kanker prostat

Kanker prostat adalah pertumbuhan sel secara abnormal pada kelenjar prostat. Hingga kini, penyebab munculnya kanker prostat masih belum diketahui. Tapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat, yaitu faktor usia, riwayat keluarga, dan obesitas.

Kanker prostat biasanya tidak menimbulkan gejala apapun saat stadium awal. Namun pada stadium lanjut dapat menyebabkan gejala, seperti:

  1. Kesulitan buang air kecil.

  2. Penurunan aliran urine.

  3. Nyeri tulang dan rasa tidak nyaman di area panggul.

  4. Darah pada urine dan air mani.


Pengobatan kanker tergantung dari derajat pertumbuhan kanker dan kondisi kesehatan Anda. Secara umum penanganan kanker prostat bisa dengan terapi radiasi, terapi hormon, kemoterapi, dan pembedahan untuk mengangkat kelenjar prostat.

Apabila kanker prostat terdeteksi sedini mungkin pada stadium awal, keberhasilan untuk penyembuhan kanker akan semakin besar. Karena itu, penting melakukan pemeriksaan sesuai anjuran dokter, jika terdapat faktor risiko atau gejala.

Source: https://www.alodokter.com/mengenal-gangguan-prostat-dan-penyebabnya