Gabapentin

By | Juli 2, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Antikonvulsan > Gabapentin

Kandungan dan Komposisi Gabapentin

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Gabapentin adalah:

Gabapentin

Gabapentin adalah suatu obat yang termasuk dalam golongan antikonvulsan yakni suatu obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejang (termasuk epilepsi), nyeri neuropati, dan sindrome RLS (restless legs syndrome). Selain digunakan sebagai obat antikonvulsan, obat ini juga digunakan untuk mengatasi gejala vasomotor sepeti hot flashes pada wanita yang menderita kanker dan gejala vasomotor yang terjadi pada wanita menopause.

Gabapentin bekerja dengan menghambat pelepasan rangsangan neurotransmiter yang memungkinkannya untuk melawan neurotransmisi patologis seperti yang terjadi pada nyeri neuropati dan gangguan kekejangan. Mekanisme kerjanya tidak sepenuhnya dimengerti. Namun diperkirakan penghambatan α2δ-1 yang mengandung Voltage-gated calcium channels (VGCCs) oleh gabapentin menjadi alasan adanya efek antikonvulsan, analgesik, dan ansiolitik pada gabapentin. Gabapentin harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang memiliki beberapa jenis gangguan kekejangan.

Efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah penggunaan gabapentin antara lain:

Bersifat umum:
  • Pada anak berusia 3-12 tahun yang menderita kekejangan parsial, setelah pemberian gabapentin dengan immediate-release kemungkinan dapat mengalami infeksi virus, demam, mual atau muntah, somnolen

  • Pada pasien berusia lebih dari 12 tahun penderita kekejangan parsial yang menerima terapi gabapentin dengan immediate-release dapat mengalami somnolen, pusing, ataksia, fatigue, nystagmus

Efek samping umum lainnya seperti sakit kepala juga dapat terjadi.

Penggunaan gabapentin dikontraindikasikan pemberiannya pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap gabapentin dan komponen lain yang terdapat di dalamnya. Penggunaan gabapentin harus dilakukan secara hati-hati sebab dapat menimbulkan peningkatan risiko keinginan bunuh diri pada pasien epilepsi, dan gangguan psikis seperti bipolar, depresi, ansietas dan kondisi lainnya seperti migrain, nyeri neuropati. Waspadai terjadinya efek kognitif atau neuropsikis seperti kecendrungan bertindak agresif, hiperaktif pada pasein yang berusia 3 hingga 12 tahun. Risiko somnolen, sedasi, dan pusing juga dapat terjadi, maka anjurkan pasien untuk mengindari minuman beralkohol atau obat yang dapat menimbulkan efek serupa.

Penghentian penggunaan gabapentin secara mendadak dapat menyebabkan peningkatan frekuensi kejang dan gejala penarikan lainnya seperti ansietas, insomnia, mual, dan nyeri.

Belum ada studi terkontrol yang baik yang dilakukan terhadap penggunaan gabapentin pada wanita hamil, namun FDA mengategorikannya tingkat keamanan penggunaannya pada wanita hamil masuk dalam kategori C. Gabapentin diketahui masuk ke dalam ASI sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh wanita menyusui sebab dapat membahayakan bayinya. Tidak diketahui dengan pasti tingkat keamanan gabapentin untuk digunakan oleh mereka yang berusia dibawah 3 tahun dan lebih dari 65 tahun.

Gabapentin dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat bila digunakan secara bersamaan seperti:
  • Penggunaan bersama dnegan antasida dapat mengurangi bioavailabilitas gabapentin

  • Penggunaan bersama cimetidine dapat menyebabkan penurunan pembersihan gabapentin

  • Penggunaan bersama analgesik opiat seperti hydrocodone dan morphine dapat meningkatkan konsentrasi gabapentin sehingga berpotensi meningkatkan risiko efek samping

  • Penggunaan bersamaan dengan eosinofil dapat menyebabkan reaksi hipersensitif multi organ yang ditandai dengan demam, limfadenopati, ruam, dan lain-lain yang dapat berakibat fatal

Interaksi terhadap obat lainnya juga dapat terjadi.

Gabapentin pertama kali dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal AMerika Serikat, Parke-Davis, pada sekira tahun 70-an. Obat ini pertama kali digunakan di Inggris pada 1993 dan di Amerika Serikat pada 1994 untuk terapi pengobatan epilepsi. Pada tahun 2000, pemberian gabapentin mulai diterapkan untuk pasien anak-anak di Amerika Serikat.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Gabapentin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Gabapentin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Mengendalikan kekejangan pada epilepsi.

Deskripsi

Gabapentin merupakan obat untuk mengendalikan gejala kejang. Obat ini tidak dapat menyembuhkan epilepsi dan hanya berfungsi untuk mencegah kejang selama dikonsumsi secara rutin.

Gabapentin juga diresepkan untuk meredakan rasa sakit berkelanjutan yang diakibatkan oleh kerusakan saraf, seperti yang terjadi pada penderita diabetes, dan cacar api. Obat ini bukan untuk meredakan rasa sakit sehari-hari yang misalnya diakibatkan oleh luka ringan atau radang sendi.

Jenis obatObat antiepilepsiGolonganObat resepManfaatMengendalikan epilepsi dan rasa sakit akibat kerusakan pada saraf.Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak 6 tahun ke atasBentuk obatTablet, kapsul , dan cairan yang diminum

Penggunaan gabapentin memerlukan resep dokter. Pastikan untuk mengikuti resep dan petunjuk yang disarankan oleh dokter menurut kondisi kesehatan Anda.

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil, menyusui atau yang mencoba memiliki anak, tanyakan pada dokter tentang pemakaian obat ini
  • Tanyakan dosis gabapentin untuk anak-anak kepada dokter
  • Harap berhati-hati bagi penderita psikosis, penyakit ginjal, diabetes, dan depresi
  • Jika ingin mengonsumsi obat antasid, pastikan ada jarak minimal dua jam dengan waktu mengonsumsi gabapentin
  • Konsumsi gabapetin secara teratur tiap hari. Jangan berhenti mengonsumsi kecuali atas anjuran dokter
  • Jika mengonsumsi obat ini, sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menyebabkan rasa kantuk
  • Permulaan dan pemberhentian penggunaan obat ini perlu dilakukan secara bertahap untuk mencegah efek samping dan kembalinya kondisi semula
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter

Sekilas Tentang Obat Antikonvulsan
Antikonvulsan merupakan obat yang berfungsi mencegah, mengurangi, mengatasi serangan kejang.

Dosis dan Aturan Pakai Gabapentin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Gabapentin:

Dosis obat ini berbeda bagi tiap pasien, tergantung pada kondisi yang diobati, tingkat keparahannya, dan respons tubuh pasien terhadap obat itu. Untuk pasien anak-anak, dosis juga harus disesuaikan dengan berat badan.

Dosis umum untuk epilepsi adalah 900-3.600 mg per hari. Total dosis per hari biasanya dibagi untuk tiga kali minum. Jarak waktu maksimum antar satu dosis dengan dosis berikutnya adalah 12 jam. Ini untuk memastikan kejang tidak terjadi dan tetap dicegah dengan secara teratur mengonsumsi gabapentin.

Untuk mengatasi rasa sakit akibat kerusakan saraf, dosis umum per hari adalah 900-3.600 mg juga dan dibagi untuk tiga kali minum.

Mengonsumsi Gabapentin dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan gabapentin sebelum menggunakannya.

Gunakan dosis rendah saat pertama mengonsumsi gabapentin, lalu naikkan dosisnya setelah beberapa hari. Hal ini bertujuan agar tubuh terbiasa dan beradaptasi dengan obat ini sehingga meminimalisasi efek sampuling.

Gabapentin dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Jika diresepkan gabapentin tablet atau kapsul , gunakan air putih untuk membantu menelannya.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Maksimum jarak waktu antara dosis adalah 12 jam; ini untuk mencegah terjadinya kejang. Usahakan untuk mengonsumsi gabapentin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi yang tidak sengaja melewatkan jadwal meminum gabapentin, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat. Tetapi jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis gabapentin yang diminum berikutnya.

Pastikan Anda memeriksakan diri ke dokter secara teratur selama mengonsumsi gabapentin, terutama dalam beberapa bulan pertama jika Anda mengidap epilepsi. Ini bertujuan agar dokter dapat memonitor perkembangan kondisi Anda.

Sebaiknya menghindari mengonsumsi alkohol dan obat antidepresan lain selama menggunakan gabapentin.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Gabapentin

Semua obat berpotensi menyebabkan efek sampuling, termasuk gabapentin. Tetapi gejala akibat efek samping umumnya reda setelah tubuh menyesuaikan diri. Yang terpenting, beri tahu dokter jika Anda bermasalah dengan obat yang dikonsumsi. Efek Samping yang paling umum terjadi akibat mengonsumsi obat ini adalah:

  • Mulut terasa kering
  • Sakit kepala
  • Lelah
  • Pandangan buram
  • Mengantuk
  • Konstipasi
  • Diare
  • Sakit perut
  • Perubahan berat badan
  • Sulit tidur
  • Perubahan suasana hati
  • Gemetar
  • Nyeri otot atau persendian

Segera hentikan konsumsi obat dan hubungi dokter jika mengalami efek samping yang mengganggu atau serius, seperti kulit atau putih mata menjadi kuning, sakit perut berkelanjutan yang disertai dengan muntah-muntah, memar atau pendarahan yang tidak biasa, dan ruam kulit atau pembengkakan mulut atau wajah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Gabapentin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Gabapentin, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Gabapentin?

Jika Anda lupa menggunakan Gabapentin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Gabapentin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Gabapentin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Gabapentin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 2 Juli). Gabapentin. Diakses pada 12 Agustus 2020, dari https://www.farmasi-id.com/gabapentin/


Format MLA (Modern Language Association)

"Gabapentin". Farmasi-id.com. 2 Juli 2020. 12 Agustus 2020. https://www.farmasi-id.com/gabapentin/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Gabapentin", 2 Juli 2020, <https://www.farmasi-id.com/gabapentin/> [Diakses pada 12 Agustus 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *