Flucadex

Farmasi-id.com > Sistem Pernapasan > Obat Batuk & Pilek > Flucadex

By | 01/01/2015
KOMPOSISI:
Tiap kaplet mengandung:
– Acetaminofen
– Gliseril Guaiacolat
– Fenilpropanolamin HCl
Dekstrometorfan HBr
– CTM
500 mg
50 mg
15 mg
15 mg
1 mg
Indikasi:
Meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk
Kontra Indikasi:
– Penderita dengan gangguan jantung dan diabetes mellitus
– Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.
– Penderita hipersensitif terhadap komponen obat ini.
Efek Samping:
– Mengantuk, gangguan pencernaan, gangguan psikomotor, takikardi, aritmia, mulut kering, paipitasi, retensi urin.
– Penggunaan dosis besardanjangka panjang menyebabkan kerusakan hati
PERINGATAN:
– Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal
– Tidak dianjurkan penggunaan pada anak usia dibawah 6 tahun, wanita hamil, dan menyusui, kecuali atas petunjuk dokter
– Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat lain yang menekan susunan saraf pusat
– Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin
– Penggunaan pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati
– Hati-hati untuk penderita debil dan hipoksia (kekurangan oksigen)
– Dapat menyebabkan depresi pernafasan dan susunan saraf pusat pada penggunaan dengan dosis besar atau pada pasien dengan gangguan fungsi pemafasan
ATURAN PAKAI:
– Dewasa di atas 12 tahun : 3 kali sehari 1 kaplet
– Anak 6-12 tahun              : 3 kali sehari 1/2 kaplet
CARA PENYIMPANAN:
– Simpan di tempat yang sejuk(15-25)°C dan terlindung dari cahaya
Kemasan:
– Dus, 25 catch cover @4 kaplet . No.Reg: DTL 9731107004 A1
– Dus, 10 catch cover @10 kaplet . No.Reg: DTL 9731107004 A1
Sekilas tentang pilek

Pilek, biasa juga dikenal sebagai nasofaringitis, rinofaringitis, koriza akut, atau selesma, merupakan penyakit menular yang disebabkan virus pada sistem pernapasan yang terutama menyerang hidung.Tenggorokan, sinus, dan kotak suara juga dapat terpengaruh. Tanda dan gejala mungkin muncul kurang dari dua hari setelah paparan. Itu termasuk batuk, sakit tenggorokan, rhinorrhea, bersin, sakit kepala, dan demam. Orang biasanya sembuh dalam tujuh sampai sepuluh hari. Beberapa gejala dapat berlangsung hingga tiga minggu. Pada orang-orang dengan masalah kesehatan lainnya, pneumonia kadang-kadang berkembang.

Ada lebih dari 200 strain virus yang terlibat dalam penyebab pilek; rhinovirus adalah yang paling umum. Mereka menyebar melalui udara selama kontak dekat dengan orang yang terinfeksi dan secara tidak langsung melalui kontak dengan benda-benda di lingkungan diikuti dengan transfer ke mulut atau hidung. Faktor risiko termasuk pergi ke tempat penitipan anak, tidak tidur dengan baik, dan stres psikologis. Gejala sebagian besar karena respon kekebalan tubuh terhadap infeksi daripada kerusakan jaringan oleh virus sendiri. Penderita influenza sering menunjukkan gejala yang sama seperti penderita pilek, meskipun gejala biasanya lebih parah di influenza.

Tidak ada vaksin untuk pilek. Metode utama pencegahan adalah mencuci tangan; tidak menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan yang belum dicuci; dan menjauh dari orang-orang yang sakit. Beberapa bukti mendukung penggunaan masker wajah. Tidak ada obat untuk pilek, tetapi gejalanya dapat diobati.Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS, nonsteroidal anti-inflammatory drug, NSAID) seperti ibuprofen dapat mengurangi rasa sakit.Antibiotik tidak boleh digunakan. Bukti tidak mendukung manfaat dari obat batuk.

Pilek adalah penyakit infeksi yang paling sering pada manusia. Rata-rata orang dewasa terkena pilek dua sampai empat kali setahun, sedangkan rata-rata anak bisa terkena enam sampai delapan kali. Pilek terjadi lebih sering pada musim dingin. Infeksi ini telah ada pada manusia sejak zaman kuno.
Sekilas tentang batuk

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.