Erladerm-N

Farmasi-id.com > Kulit > Erladerm-N

By | 17/01/2020 | Berikan Ulasan

Kandungan dan Komposisi

  • Betametason valerat 1 mg
  • Neomisin Sulfat 5 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Erladerm-N

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Erladerm-N:

Untuk inflamasi yang disertai infeksi bakteri sekunder dan jamur.

Efek Samping Erladerm-N

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Erladerm-N:

  • Dapat menyebabkan hipoglikemia dengan sulfonilurea atau insulin
  • Mengganggu absorpsi Vitamin B12
  • Reaksi alergi
  • Pada pemakaian topikal dapat mengakibatkan efek samping lokal rasa terbakar, gatal, iritasi, kulit kering, folikutilis, hipertrikhosis, erupsi menyerupai akne, hipopigmentasis, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergik
  • Pemakaian pembalut oklusif dapat meningkatkan insiden maserasi kulit infeksi sekunder, atropi kulit, strie, miliaria
  • Pemakaian topikal Gentamisin menyebabkan iritasi sementara (eritema dan pruritus)

Peringatan dan Perhatian

  • Hindari penggunaan dengan balutan ketat dan penggunaan jangka lama yang intensif
  • Superinfeksi dapat terjadi
  • Hindari penggunaan dalam jangka panjang khususnya pada bayi dan anak-anak karena dapat terjadi supresi adrenal
  • Hati-hati penggunaan pada anak-anak < 4 tahun dan bayi
  • Hindari kontak dengan mata
  • Hentikan penggunaan bila terjadi iritasi/sensitisasi
  • Absorpsi sistemik dari kortikosteroid akan meningkat bila digunakan dengan pembalut oklusif atau penggunaan pada bagian yang luas
  • Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui
  • Seperti antibiotik lainnya, penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan yang berlebihan dari organisme yang tidak peka termasuk fungi
LAINNYA:  Unalium

Kontraindikasi

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Erladerm-N dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Penderita yang hipersensitif terhadap salah satu komponen obat ini
  • Rosasea, akne vulgaris dan perioral dermatitis
  • Infeksi virus pada kulit (herpes simplex, vaccinia dan varicella)
  • Tuberkulosis pada kulit

Dosis dan Aturan Pakai Erladerm-N

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Erladerm-N:

2-3 kali sehari.

Pemberian Obat

Oleskan tipis pada area yang sakit.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan

DKL1006312329A1, dus @ 1 tube @ 5 gram, krim

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 25°C, terlindung dari cahaya.

Produsen

PT Erlangga Edi Laboratories (Erela)

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Erladerm-N Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Erladerm-N, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Erladerm-N?

Jika Anda lupa menggunakan Erladerm-N, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Erladerm-N Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Erladerm-N?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Erladerm-N yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Neomycin Pada Erladerm-N
Neomycin adalah suatu obat yang masuk dalam golongan antibiotik aminoglikosida yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri gram negatif dan juga sebagian bakteri gram positif. Neomycin biasa digunakan dalam bentuk topikal seperti krim dan salep untuk diterapkan pada kulit diantaranya untuk mengobati eksim, dermatitis, dan sebagainya. Ia juga bisa digunakan secara oral yang biasanya juga dikombinasikan dengan antibiotik lain diantaranya untuk mengobati ensefalopati hepatik dan hiperkolesterolemia.

Neomycin sulfate dapat mematikan bakteri di saluran pencernaan sehingga mampu menjaga kadar amonia dalam level rendah untuk mencegah terjadinya ensefalopati hepatik. Karena cakupannya cukup luas, maka neomycin juga digunakan sebagai tetes mata. Neomycin pertama kali ditemukan pada 1949, kemudian dipatenkan setahun setelahnya dan mulai digunakan oleh dunia medis pada 1952. Neomycin bekerja dengan cara mengikat secara reversibel terhadap sub unit 30s dari ribosom bakteri sehingga menghambat sintesa protein yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri itu.
Sekilas Tentang Erela
PT Erela (Erlangga Edi Laboratories) merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh Drs. Edi Handojo dan Dra. Kusumawati Handojo pada tahun 1965 di Semarang, Jawa Tengah. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam produk farmasi seperti antasida, antiasma, antibiotik, antiemetik, antidiare, antigout, dan lain-lain dengan berbagai bentuk sediaan seperti tablet, kapsul, cairan, salep, krim, serbuk, dan sebagainya.

PT Erela telah menjalin beberapa kerjasama dengan perusaaan multinasional dan pada 2016 meningkatkan kapasitas produksi untuk sediaan tetes mata dan tetes telinga. Tahun 2018, perusahaan ini memodernisasi fasilitas produksinya dengan membeli mesin baru untuk produksi tetes mata steril.

Perusaaan yang berbasis di Semarang ini telah memperoleh sertifikat CPOB dan ISO 9001 sehingga kualitas produk yang dihasilkan telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Beberapa produk yang diproduksi oleh PT Erela antara lain Erlagin, Erlamol, Mixalgin, Parazon, dan masih banyak lagi.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas tentang kulit
Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis.

Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 17 Januari). Erladerm-N. Diakses pada 27 Februari 2020, dari https://www.farmasi-id.com/erladerm-n/


Format MLA (Modern Language Association)

"Erladerm-N". Farmasi-id.com. 17 Januari 2020. 27 Februari 2020. https://www.farmasi-id.com/erladerm-n/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Erladerm-N", 17 Januari 2020, <https://www.farmasi-id.com/erladerm-n/> [Diakses pada 27 Februari 2020]


Bagikan ke Rekan Anda