Dulcolactol

By | Juli 5, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Dulcolactol

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Dulcolactol adalah:

Lactulose

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Dulcolactol

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Dulcolactol adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Konstipasi kronik Farmakologi

  • Laktulosa digunakan dalam pengobatan sembelit kronis. Obat ini aman digunakan bagi orang-orang dari segala usia dan dapat dikonsumsi puluhan tahun tanpa efek yang membahayakan, kecuali bahwa dosis mungkin harus dikurangi bagi mereka yang menderita galaktosemia karena sebagian laktulosa komersil dibuat dengan juga mengandung galaktosa
  • Laktulosa bekerja menghilangkan sembelit melalui sejumlah cara berbeda. Laktulosa terdiri dari molekul gula dan sebagian dipecah oleh bakteri yang hidup di bagian bawah usus. Hal ini menyebabkan isi usus menjadi lebih asam karena ada asam karboksilat antara metabolitnya, yang tidak diserap dari usus yang lebih rendah. Yang pada gilirannya menyebabkan air dipertahankan dalam usus yang lebih rendah tersebut. Hal ini akan meningkatkan jumlah air dalam tinjeksia, pelunakan mereka dan membuat mereka lebih mudah untuk dikeluarkan
  • Bertambahnya volume gas dan perut kembung adalah akibat dari fermentasi laktulosa tadi. Kondisi sedikit asam dari usus besar yang disebabkan oleh adanya metabolit asam tadi akan menyebabkan peristaltik usus besar aktif. Efek gabungan dari semua proses ini mengurangi sembelit dengan cara yang sangat efektif. Sampulai isi usus habis dikosongkan, proses fermentasi akan terus berlangsung hingga sampai terasa sensasi seperti enema
  • Laktulosa berguna dalam mengobati orang dengan sembelit kronis akibat sering melupakan atau mengabaikan kebutuhan untuk buang air besar. Untuk kasus ini bisa dimulai dengan dosis yang rendah dan kemudian ditingkatkan secara berkala selama beberapa minggu sampai kontraksi usus cukup kuat Setelah dosis yang efektif terkapsulai, pertahankan tanpa batas waktu atau meningkat dari waktu ke waktu, sesuai kebutuhan
  • Laktulosa berguna dalam mengobati orang-orang yang mungkin menyalahgunakan obat pencahar asal mereka menggunakan laktulosa sebagai satu-satunya obat pencahar , karena laktulosa memiliki toksisitas yang sangat rendah
  • Laktulosa juga sering diberikan kepada orang tua yang telah berkurang kapasitas mental atau fisik untuk dapat defekasi secara rutin dan teratur tiap harinya. laktulosa adalah pilihan perawatan untuk sembelit di rumah jompo baik karena efektivitas dan kurangnya efek sampuling
  • Laktulosa memiliki rasa manis yang dapat benar-benar tertutup bila dicampurkan  dengan kopi, teh, jus buah atau makanan penutup. Obat ini setelah diminum membutuhkan  24 sampai 48 jam untuk bekerja, tetapi umumnya menampulakkan efek dalam waktu 4 jam jika diminum setiap hari
  • Laktulosa berguna untuk meniadakan efek sembelit pada pengkonsumsi opiat dan opioid, seperti pada individu yang menerima obat nyeri narkotik, yang ketergantungan opioid, atau sementara menerima terapi penggantian opioid seperti metadon atau buprenorfin untuk ketergantungan opioid sebelumnya
  • Laktulosa berguna untuk pengobatan wasir karena menghasilkan gerakan usus
  • Laktulosa bisa dianggap prebiotik karena mampulu memodulasi flora bakteri menguntungkan usus dan membantu pencernaan. Modulasi flora usus mungkin bekerja dengan mengurangi bakteri patogen potensial seperti Escherichia coli dan spesies Staphylococcus dalam tinjeksia, melalui peningkatan produksi  Lactobacillus non-urease sehingga membatasi produksi amonia. Selain itu, laktulosa diubah menjadi laktat dan asam asetat yang menghasilkan pengasaman isi kolon. PH rendah menurunkan difusi pasif  non-ionik amonia sehingga menurunkan konsentrasi sistemik. Selain itu, dengan potensi prebiotik nya, laktulosa juga mendorong pertumbuhan bakteri probiotik seperti spesies Bifidobacterium  yang diketahui memiliki efek menguntungkan bagi
  • Untuk kasus sembelit yang bandel, laktulosa dapat dikombinasikan dengan polietilen glikol. Laktulosa juga sangat bermanfaat pada kondisi hepatic encepalopathy dengan jalan mengatasi hiperammonemia seperti dijelaskan di atas

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Dulcolactol Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Dulcolactol?

Jika Anda lupa menggunakan Dulcolactol, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Dulcolactol Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Dulcolactol?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Dulcolactol yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Dulcolactol

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Dulcolactol yang mungkin terjadi adalah:

  • Diare
  • Kehilangan cairan
  • Hipokalemia
  • Hiponatremia
  • Mual
  • Muntah
  • Rasatidak nyaman pada perut

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Dulcolactol

  • Penderita DM
  • IbuHamil dan menyusui
  • Lanjut usia

Kontraindikasi Dulcolactol

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Dulcolactol dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Galaktosemia
  • Obstruksi usus

Interaksi Obat Dulcolactol

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Dulcolactol antara lain:

  • Neomisin dan anti infeksi lain
  • Antasida yang tidak diabsorpsi

Kategori Keamanan Penggunaan Dulcolactol Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Dulcolactol untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori B: Studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak terjadi pada studi terkontrol terhadap wanita hamil trimester 1 (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester selanjutnya). Dosis dan Aturan Pakai

  • Dewasa: konstipasi ringan : Awal 15 ml/hari, pemeliharaan 10 ml/hari. Konstipasi sedang : Awal 15-30 ml/hari, pemeliharaan 10-15 ml/hari. Konstipasi berat : Awal 15 ml 2x/hari, pemeliharaan 15-25 ml/hari
  • Anak 5-10 tahun: awal 10 ml 2x/hari, pemeliharaan 10 ml/hari
  • Anak 1-5 tahun: awal 5 ml 2x/hari, pemeliharaan 5-10 ml/hari
  • Anak < 1 tahun: awal 2,5 ml 2x/hari, pemeliharaan 2,5-5 ml/hari

Dapat diberikan bersama makanan untuk megurangi rasa tidak nyaman pada saluran cerna. Dapat dicampur dengan jus buah, air atau susu untuk memperbaiki rasa.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan Dulcolactol

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Dulcolactol:

DBL1721207537A1, dus @ 1 botol @ 60 ml, sirup

Produsen

Boehringer Ingelheim

Pendaftar

Aventis Indonesia Pharma

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *