Diprosta

By | September 12, 2020 | Farmasi-id.com > Kulit > Kortikosteroid Topikal > Diprosta

Reg. No. DKL 9613014329 A1
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Meringankan penyakit kulit akibat alergi.
Komposisi
Tiap gram krim mengandung Betametason dipropionat 0,64 mg (setara dengan betametason 0,5 mg) dan Gentamisin sulfat 1,7 mg (setara dengan gentamisin 1 mg)
Aturan Pakai
Oleskan tipis sampai menutupi semua bagian yang sakit, 3 atau 4 kali sehari
Farmakologi
Diprosta Cream merupakan cream yang mengandung kombinasi kortikosteroid betametason dipropionat dan antibiotika gentamisin sulfat. Gentamisin sulfat merupakan antibiotika bakterisidal berspektrum luas yang termasuk dalam golongan aminoglikosida. Gentamisin secara aktif menembus membrane menyebabkan terhambatnya sintesis protein. Hidrokortison asetat merupakan salah satu adrenokortikoid yang dapat berdifusi menembus membrane sel dan akan membentuk kompleks dengan reseptor sitoplasma yang spesifik. Kompleks ini kemudian akan masuk ke inti sel, berikatan dengan DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA dan sintesis protein dari beberapa enzim inhibitor terjadinya inflamasi
Indikasi
Meringankan penyakit kulit akibat reaksi alergi yang disertai infeksi sekunder yang disebabkan oleh organisme yang rentan terhadap Gentamisin
Kontra Indikasi
–Pasien yang hipersensitif terhadap komponen-komponen penyusun cream ini

Pasien dengan vaksinia, varisela, tuberculosis kulit

Tidak untuk infeksi yang disebabkan oleh jamur dan virus

Efek Samping
–Penggunaan obat ini dalam jangka panjang dapat mengakibatkan depresi sumsum tulang yang irreversible, sehingga kemungkinan dapat menyebabkan anemia aplastik

Pemakaian adrenokortikoid topical dapat mengakibatkan efek samping local : rasa terbakar, gatal, iritasi,kulit kering, hipopigmentasi, dermatitis perioral, dan dermatitis kontak alergi

Pemakaian pembalut oklusif dapat meningkatkan insiden maserasi kulit infeksi sekunder, atrofi kulit, strial, miliaria

Peringatan dan perhatian
–Walaupun belum pernah diuji pada manusia, penggunaan adrenokortikoid pada hewan uji dapat menyebabkan kelainan fetus. Maka topical adrenokortikoid tidak boleh digunakan jumlah besar atau dalam jangka panjang pada wanita hamil

Dapat terjadi pertumbuhan mikroorganisme yang berlebihan terutama untuk yang tidak rentan, sehingga jika terlihat terjadi superinfeksi hentikan penggunaan obat ini

Krim ini bukan untuk digunakan pada mata

Hubungi kembali dokter apabila dalam waktu satu minggu belum terlihat adanya perkembangan

Hentikan pengobatan bila terjadi iritasi atau sensitisasi

Absorpsi sistemik dari kortikosteroid akan meningkat bila menggunakan pembalut oklusif atau pada pengobatan secara intensif

Jangan digunakan pada daerah yang luas atau jangka waktu lama karena efek nefrotoksisitas dan ototoksisitas

Penggunaan obat ini lebih dari 7 hari tidak memberikan manfaat yang lebih besar jika dibandingkan penggunaan steroid tunggal

Dapat terjadi efek samping sistemik terutama pada bayi dan anak-anak

Pemakaian pada anak-anak :
Pasien pediatric dapat menunjukkan kerentanan yang lebih besar terhadap supresi poros Hipotalamus Pituitaria Adrenal (HPA) karena induksi kortikosteroid eksogen dan terhadap efek-efek kortikosteroid eksogen daripada pasien dewasa, karena absorpsinya yang lebih besar akibat besarnya antara luas permukaan tubuh dibanding berat badan. Supresi poros HPA, sindrom Cushing, retardasi pertumbuhan linear, terhambatnya pertumbuhan berat badan, dan hipertensi intrakamial, pernah dialami anak-anak yang menerima kortikosteroid topical. Manifestasi dari supresi adrenal pada anak-anak meliputi kadar kortisol dalam plasma yang rendah dan tidak adanya respon terhadap stimulasi ACTH. Manifestasi dari hipertensi intrakamial meliputi bulging fontanelle, sakit kepala dan papiledema bilateral. Jangan digunakan pada anak-anak di bawah 2 tahun. Harus diambil keputusan sepakat menghentikan pemberian air susu atau menghentikan obat dengan mempertimbangkan pentingnya obat bagi si ibu. Pemakaian kortikosteroid topical dalam jumlah besar dan jangka panjang dapat menekan fungsi pituitaria adrenal yang mengakibatkan insufisiensi adrenal sekunder dan menyebabkan manifestasi hiperkortikisme, termasuk penyakit Cushing.

Cara penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30°C pada wadah tertutup rapat
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Diprosta Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Diprosta, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Diprosta?

Jika Anda lupa menggunakan Diprosta, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Diprosta Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Diprosta?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Diprosta yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
PT Konimex adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh Djoenaedi Joesoef (Djoe Djioe Liang) pada 8 Juni 1967 di kota Solo, Jawa Tengah. Djoenaedi Joesoef adalah anak ke-4 dari 7 bersaudara dimana orang tuanya adalah pemilik dari toko obat tradisional Cina Eng Thay Hoo yang juga memiliki kemampuan untuk mengobati orang sakit.

Nama konimek merupakan kependekan dari "Kondang Import Export". Menurut pendirinya, nama itu adalah suatu harapan agar produk perusahaan ini bisa "kondang" atau "terkenal" di mana-mana. Awalnya perusahaan ini berfokus pada usaha penjualan produk obat, bahan kimia, alat laboratorium, dan alat kedokteran. Pada 1971 PT Konimex memperoleh dukungan fasilitas PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri).

Perusahaan ini memproduksi banyak jenis produk yang menurut pendirinya berpegang pada falsafah 3MU yaitu Mutu, Mudah, dan Murah. Produknya meliputi produk obat resep, obat OTC, vitamin, suplemen, permen, herbal, makanan ringan, minyak telon dan kayu putih, dan masih banyak lagi. Produk yang dihasilkan seperti Paramex, Konidin, Konicare, Inzana, Feminax, Zeropain, Siladex, Fungiderm, Braito, Renofit, Konilife, permen Hexos, Nano Nano, dan masih banyak lagi. Perusahaan ini cukup aktif mengiklankan produknya di televisi, radio, dan media cetak.

Fasilitas produksi PT Konimex berlokasi di desa Sanggrahan, kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia, negara Asia Tenggara, dan negara Timur Tengah. Untuk pemasarannya, perusahan ini mendirikan dua perusahaan distributor yakni PT Sinar Intermark dan PT Marga Nusantara.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 12 September). Diprosta. Diakses pada 24 Oktober 2020, dari https://www.farmasi-id.com/diprosta/


Format MLA (Modern Language Association)

"Diprosta". Farmasi-id.com. 12 September 2020. 24 Oktober 2020. https://www.farmasi-id.com/diprosta/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Diprosta", 12 September 2020, <https://www.farmasi-id.com/diprosta/> [Diakses pada 24 Oktober 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *