Digenta

By | November 29, 2020 | Farmasi-id.com > Kulit > Digenta

DIGENTA®
KRIM
PREPARAT KORTIKOSTEROID DAN ANTIBIOTIKA UNTUK KULIT

Kandungan dan Komposisi Digenta

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Digenta adalah:

>

Tiap gram krim mengandung:

Gentamicin sulfate setara dengan Gentamicin

1 mg

Betamethasone dipropionate setara dengan Betamethasone

0,5 mg

KHASIAT:
DIGENTA® Krim merupakan kombinasi dari Gentamicin sulfate dan Betamethasone dipropionate.
Gentamicin, suatu antibiotika dengan spektrum luas, efektif untuk pengobatan topikal pada infeksi bakteri primer dan sekunder yang disebabkan oleh organisme Gram-positif dan Gram-negatif, terutama spesies Staphylococci. Betamethasone dipropionate adalah suatu kortikosteroid sintetik yang mempunyai khasiat sebagai antiinflamasi, antialergi dan antipruritik.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Digenta

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Digenta adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Berbagai macam dermatitis, seperti dermatitis atopik, dermatitis kontak, dermatitis statis, dermatitis eksfoliatif, neurodermatitis, lichen planus, eksema, intertrigo, psoriasis, pruritus anogenital dan senilis.

KONTRAIndikasi:

  • Penderita yang hipersensitif terhadap salah satu macam komponen obat tersebut
  • Tuberkulosa kulit
  • Infeksi virus pada kulit termasuk vaccinia, varicella

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Digenta Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Digenta?

Jika Anda lupa menggunakan Digenta, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Digenta Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Digenta?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Digenta yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Digenta

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Digenta yang mungkin terjadi adalah:


Pada kulit terasa terbakar, gatal, kering, iritasi, folikulitis, hipertrikosis, jerawat, hipopigmentasi, maserasi kulit, infeksi sekunder, atropi kulit, stria, miliaria.

PERINGATAN / Perhatian:

  • Cegah penggunaan untuk mata
  • Hindari pemakaian yang luas atau lama pada kehamilan
  • Pada penggunaan yang lama dari preparat yang mengandung antibiotika dapat menimbulkan pertumbuhan organisme yang tidak peka terutama jamur. Bila terjadi superinfeksi selama pengobatan, maka harus disertai dengan terapi yang tepat
  • Bila terjadi reaksi iritasi atau sensitisasi, hentikan pengobatannya

ATURAN PAKAI:
Oleskan tipis-tipis, sehari 2-3 kali pada tempat yang gatal, lalu gosok secara merata.

Kemasan, Sediaan, dan Harga Digenta


Tube berisi 10 g netto
Reg.No.: DKL8817605529A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN DI BAWAH 30°C
TERLINDUNG DARI CAHAYA
JANGAN DISIMPAN DALAM LEMARI PEMBEKU

Diproduksi oleh:
PT Interbat
Jl. H.R.M. Mangundiprojo no. 1
Buduran, Sidoarjo – 61252
Jawa Timur, Indonesia

Interbat adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang didirikan pada 1948 oleh Bapak Djoko Sukamto yang awalnya sebagai distributor produk-produk obat buatan perusahaan Eropa seperti Crinos S.p.A., Zambon, Gentili S.p.A., dan Cipan Pharmaceutical. Pada tahun 1959 perusahaan ini mendapatkan ijin untuk untuk memproduksi obat sendiri dan pada 1971 perusahaan ini mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacture Practises) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk fasilitas produksinya sehingga sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada waktu itu.

Pada tahun 1977, Interbat memindahkan semua kegiatan produksinya ke lokasi di Sidoarjo seluas dua hektar dimana di sana berdiri pabrik baru mereka. Kemudian setelah itu Interbat kembali melakukan ekspansi pabriknya hingga mencapai empat hektar untuk berbagai macam unit produksi seperti fasilitas produksi, peralatan, laboratorium mutu, dan fasilitas lainnya sehingga sesuai dengan standar WHO. Hingga saat ini Interbat telah menerima setidaknya 31 sertifikat GMP/CPOB.

Saat ini Interbat memiliki sekira 270 produk obat yang terdiri dari berbagai macam kategori mulai dari produk obat hingga suplemen. Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *