Dexpira

By | Juli 18, 2021 |

DEXPIRA®
Kapsul-kaplet salut selaput 

Kandungan dan Komposisi Dexpira

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Dexpira adalah::
DEXPIRA® 400
Tiap kapsul mengandung:
Piracetam 400 mg

DEXPIRA® 800
Tiap kaplet salut selaput mengandung:
Piracetam 800 mg

DEXPIRA® 1200
Tiap kaplet salut selaput mengandung:
Piracetam 1200 mg

Farmakologi Dexpira

:
Piracetam adalah suatu nootropic agent.

Sekilas Tentang Piracetam Pada Dexpira
Piracetam adalah suatu obat yang digunakan dalam terapi demensia, depresi dan kecemasan, vertigo, disleksia, dan lain-lain. Obat ini pertama kali ditemukan pada sekira tahun 1950-1964 oleh Corneliu E. Giurgea, seorang ahli kimia asal Rumania. Piracetam disetujui penggunaannya di banyak negara di Eropa, Asia, dan Amerika Selatan. Obat ini tidak beredar di Amerika Serikat karena tidak disetujui oleh FDA.

Cara kerja obat ini belum diketahui dengan menyeluruh, namun diyakini mempengaruhi fungsi neuronal, vaskular, dan kognitif tanpa bertindak sebagai sedatif atau stimulan. Piracetam dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen pada beberapa bagian otak, namun juga menyebabkan aktivitas otak menjadi meningkat. Selain itu ia dapat meningkatkan fungsi neurotransmiter asetilkolin melalui reseptor muscarinic cholinergic (ACh) yang berimplikasi pada proses memori. Piracetam akan meningkatkan permeabilitas membran sel.

Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan piracetam seperti insomnia, gangguan emosi, kelemahan, sakit kepala, tremor, dan lain-lain. Obat ini dapat mengurangi agregasi trombosit serta konsentrasi fibrinogen sehingga dikontraindikasikan pemberiannya pada pasien penderita pendarahan otak.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Dexpira

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Dexpira adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

:
  • Gejala-gejala involusi yang berhubungan dengan usia lanjut:
    • Kemunduran daya pikir
    • Astenia
    • Gangguan adaptasi
    • Reaksi psikomotorik yang terganggu
  • Alkoholisme kronik dan adiksi
    • Pre-delirium
    • Delirium tremens
    • Gangguan fungsi dan kemunduran intelegensia yang diakibatkan oleh alkoholisme kronik (gangguan ingatan, konsentrasi pikiran, perhatian dan intelegensia)
    • Pengobatan detoksifikasi (untuk gangguan karena penghentian obat secara mendadak, gangguan selera makan dan defisiensi)
  • Gejala pasca trauma:
    • Disfungsi serebral sehubungan dengan akibat pasca trauma (sakit kepala, vertigo, agitasi, gangguan ingatan dan astenia)

Kontraindikasi Dexpira

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Dexpira dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

:
– Hipersensitif terhadap piracetam dan komponen obat ini.
– Gangguan ginjal berat (bersihan kreatinin 20 ml/ menit).

Sekilas tentang obat nootropik & neurotonik/neurotropik

Nootropik adalah obat yang digunakan untuk obat, suplemen, dan zat lain yang dapat meningkatkan fungsi kognitif, terutama fungsi eksekutif, memori, kreativitas, atau motivasi, dalam individu. Neurotonik adalah zat atau obat yang memberikan efek memperkuat atau menstimulasi saraf, sedangkan neurotropik adalah zat dan obat yang mampu memperlancar pertumbuhan jaringan saraf.

Dosis dan Aturan Pakai Dexpira

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Dexpira:

:
  • Gejala psikoorganik berhubungan dengan usia lanjut
    • Dosis awal: 2,4 g sehari selama 6 minggu dilanjutkan dengan 1,2 g sehari (dosis pemeliharaan)
  • Gejala pasca trauma
    • Dosis rata-rata sebagai berikut:
    • Dosis awal: 800 mg, tiga kali sehari
    • Bila sudah diperoleh efek yang diinginkan kurangi dosis secara bertahap sampai 400 mg, tiga kali sehari
  • Terapi jangka panjang pada penderita usia lanjut dan kegagalan fungsi ginjal perlu dilakukan penyesuaian dosis sebagai berikut:

Bersihan Kreatinin
(ml/menit)Kreatinin serum
(mg/100 ml)Dosis

60-40 1,25-1,7 1/2 dari dosis lazim 40-20 1,70-3,0 1/4 dari dosis lazim

Peringatan Penggunaan Dexpira

:
  • Hati-hati pada penderita yang hipersensitif terhadap piracetam
  • Hati-hati pada penderita gangguan fungsi ginjal karena piracetam diekskresi terutama melalui ginjal sehingga perlu dilakukan pengamatan fungsi ginjal
  • Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui. Perlu dilakukan evaluasi terhadap hasil yang diperoleh selama penggunaan pada tiga bulan pertama kehamilan atau menyusui. Piracetam belum dinyatakan aman digunakan pada wanita hamil
  • Studi preklinis menyatakan piracetam tidak memiliki efek teratogenik atau pengaruh terhadap fertilitas
  • Piracetam dapat melalui sawar plasenta

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Dexpira Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Dexpira?

Jika Anda lupa menggunakan Dexpira, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Dexpira Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Dexpira?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Dexpira yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Dexpira

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Dexpira yang mungkin terjadi adalah:

:
Rasa gugup, agitasi, iritabilitas, rasa lelah dan gangguan tidur. Gangguan saluran pencernaan misalnya mual, muntah, diare dan gastralgia. Efek Samping yang jarang terjadi adalah pusing, sakit kepala, tremor, peningkatan libido. Kegelisahan yang ringan akan hilang bila pemberian dihentikan.

Interaksi obat:
Pemberian bersama dengan ekstrak tiroid, menyebabkan konfusi, iritabilitas dan gangguan tidur.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30°C, TERLINDUNG DARI CAHAYA.

Kemasan, Sediaan, Izin BPOM Dexpira

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Dexpira:

:

DEXPIRA®   400

Kotak, 10 strip @ 10  kapsul

DKL0505039501A1

DEXPIRA®   800

Kotak, 10 strip @ 10 kaplet salut selaput

DKL0605041209A1

DEXPIRA® 1200

Kotak, 10 strip @ 10 kaplet salut selaput

DKL0605041209B1

Diproduksi oleh
PT Dexa Medica
JI. Jenderal Bambang Utoyo 138
Palembang-Indonesia


Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *