Forasma

By | Juli 18, 2021 |

FORASMA®
TERBUTALINE SULPHATE

Kandungan dan Komposisi Forasma

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Forasma adalah:
Tiap tablet FORASMA® mengandung : Terbutaline Sulphate 2.5 mg
Tiap 5 ml sirup FORASMA® mengandung : Terbutaline Sulphate 1.5 mg

Farmakologi:

  • Terbutaline Sulphate adalah aminosimpatomimetik perangsang reseptor β2 yang bersifat selektif dan menimbulkan relaksasi otot-otot bronkus dan uterus
  • Terbutaline Sulphate juga mempercepat pergerakan silia dan meningkatkan transportasi mukus yang lengket
  • Efek terapi biasanya terjadi setelah 50 menit pemberian per oral dan maksimum pada 120 – 180 menit

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Forasma

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Forasma adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Untuk meringankan spasme bronki pada penyakit saluran pernafasan kronik seperti asma bronkial, bronkitis dan emfisema

Dosis dan Aturan Pakai Forasma

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Forasma:


Tablet:
Dewasa : 1 – 2 tablet , 3 kali sehari
Pada pasien yang sensitif terhadap aminosimpatomimetik dianjurkan dosis awal 1 tablet , 3 kali sehari, bila efek bronkodilatasi belum memadai dosis dapat ditambah
Anak-anak : 1 tablet , 3 kali sehari

Sirup:
Dewasa : 2 – 3 sendok takar (10 – 15 ml), 3 kali sehari
Anak – anak : 1 – 2 sendok takar ( 5 – 10 ml), 3 kali sehari

Kontra Indikasi :
Hipersensitif terhadap salah satu komponen obat ini

Efek Samping :

  • Perasaan gugup dan tremor
  • Kadang-kadang terjadi: palpitasi, sakit kepala, jantung berdebar, mual, muntah, kejang, berkeringat dan mengantuk

Peringatan dan Perhatian :

  • Penggunaan obat ini pada wanita hamil hanya jika benar-benar diperlukan
  • Keamanan dan efektivitas penggunaan pada anak – anak usia di bawah 12 tahun belum diketahui dengan pasti
  • Karena Terbutaline Sulphate diekskresikan dalam ASI maka sebaiknya dipertimbangkan pemberian ASI bila ibu mendapat terapi dengan obat ini
  • Hati-hati penggunaan pada penderita diabetes, hipertensi dan gangguan fungsi jantung terutama yang berhubungan dengan aritmia

Interaksi Obat:
Tidak dianjurkan pemberian bersama dengan beta blocker yang non selektif

Penyimpanan :
Simpan pada suhu kamar ( 25 – 30° C )

Kemasan :
FORASMA® Tablet Box 5 strip @ 10 tablet
No. Reg.: DKL9608006210A1

FORASMA® Sirup Botol @ 60 ml
No. Reg.: DKL9608006337A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Diproduksi oleh:
PT GUARDIAN PHARMATAMA
TANGERANG – INDONESIA

Sekilas Tentang Guardian Pharmatama
PT Guardian Pharmatama adalah suatu perusahaan farmasi yang berdiri pada tahun 1993 sebagai penerus dari industri farmasi Hasto Husodo. Perusahaan ini menjalani restrukturisasi pada tahun 2000 dan sejak saat itu perusahaan ini tumbuh dengan cukup pesat. Pada tahun 2015 PT Guardian Pharmatama membuka area produksi seluas 7,2 hektar di daerah Citeureup, Bogor, untuk memproduksi berbagai macam produk farmasi seperti produk antibiotik, antijamur, antialergi, analgesik, antipiretik, kardiovakular, vitamin, suplemen dan lain-lain dalam berbagai bentuk sediaan. Perusahaan ini telah mendapatkan sertifikat ISO 9001, CPOB, dan lain-lain guna menjamin mutu setiap produknya tetap dalam keadaan baik.

Produk-produk perusahaan ini didistribusikan oleh PT Milenium Pharmacon International, PT Penta Valent, dan PT Kallista Prima dan saat ini produksnya telah tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa produk itu seperti Neurohax, Emibion, Fungasol, Govazol, dan sebagainya. Kantor pusat PT Guardian Pharmatama ada di Komplek Green Ville Maisonette, Jakarta.
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *