Dermovel

DERMOVEL® 0,1 %
Krim

Komposisi: 
Tiap gram krim mengandung:
Mometasone furoate 1 mg

Bagaimana Farmakologi Dermovel?


DERMOVEL® 0,1 % krim mengandung bahan aktif mometasone furoate, yang merupakan golongan kortikosteroid sintetik, untuk penggunaan topikal pada kasus-kasus dermatologi. Seperti kortikosteroid topikal lainnya, mometasone furoate memiliki sifat sebagai antiinflamasi, antipruritus dan menimbulkan vasokonstriksi.
Mekanisme kerja bagaimana steroid topikal memiliki sifat antiinflamasi, secara umum belum jelas. Tetapi diperkirakan, kortikosteroid bekerja melalui induksi protein penghambat fosfolipase A2 yang secara kolektif disebut lipocortins.
Protein ini mengontrol biosintesis prostaglandin don leukotrienes yang merupakan mediator inflamasi yang kuat dengan jalan menghambat pelepasan asam arakidonat yang dilepaskan dari fosfolipid membran oleh fosfolipase A2.

Farmakokinetik:
Absorpsi kortikosteroid topikal melalui kulit termasuk mometasone furoate, ditentukan oleh banyak faktor, seperti: bahan pembawa dan keutuhan kulit.
Penggunaan hidrokortison dengan perban/ pembalut/ plester sampai dengan 24 jam tidak menunjukkan peningkatan penetrasi, tetapi baru menunjukkan peningkatan pada penggunaan selama 96 jam.
Studi pada manusia menunjukkan, sekitar 0,4% dari dosis mometasone furoate krim yang digunakan, masuk ke dalam sirkulasi setelah selama 8 jam kontak dengan kulit normal tanpa menggunakan perban/ pembalut/ plester.
Adanya inflamasi dan ataupun penyakit lainnya pada kulit dapat meningkatkan absorpsi mometasone furoate melalui kulit

Dermovel Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Dermovel?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Dermovel adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Meringankan manifestasi inflamasi dan pruritus pada corticosteroid-responsive dermatoses.

Apa Saja Kontraindikasi Dermovel?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Dermovel dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:


Pasien yang hipersensitif terhadap mometasone furoate serta bahan lain dalam sediaan ini.

Dosis dan cara pemberian:
Gunakan 1 kali sehari, dioleskan tipis pada kulit yang akan diobati.
Pengobatan harus dihentikan jika efek terapi sudah terkapsulai, jika dalam 2 minggu belum terlihat perbaikan, perlu dilakukan diagnosis kembali.

Peringatan dan perhatian:

  • Penggunaan harus sesuai petunjuk dokter
  • Hanya untuk pemakaian luar, hindari kontak dengan mata
  • Tidak boleh digunakan untuk penyakit/ gangguan selain yang tertulis pada klaim indikasi
  • Tidak boleh digunakan dengan pembalut/ perban/ plester, kecuali atas petunjuk dokter
  • Hati-hati jika digunakan pada wanita hamil dan menyusui
  • Efikasi dan keamanan obat untuk penggunaan lebih dari 3 minggu pada anak-anak, belum ada
  • Tidak dianjurkan penggunaan pada anak berumur di bawah 2 tahun
  • Anak-anak lebih rentan terhadap supresi HPA axis (jika penggunaan lebih dari 20% dari permukaan tubuh)
  • Hentikan penggunaan jika terjadi iritasi
  • Bila ada infeksi dermatologik, perlu dikombinasi dengan obat antifungi atau antibakteri. Jika tidak terlihat manfaatnya, penggunaan DERMOVEL® 0,1% krim harus dihentikan sampai infeksinya telah terkontrol dengan memadai
  • Absorpsi sistemik kortikosteroid topikal dapat menekan hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis yang bersifat reversibel dengan potensi terjadinya glucocorticosteroid insufficiency setelah penghentian penggunaan dan pada beberapa pasien dapat juga menimbulkan manifestasi Cushing’s syndrome, hiperglikemia dan glukosuria selama pengobatan kortikosteroid topikal
  • Pasien yang menggunakan steroid topikal pada area yang luas atau dengan menggunakan pembalut/ perban/ plester harus dievaluasi secara periodik terhadap terjadinya penekanan HPA axis
  • Jangan menggunakan DERMOVEL® 0,1 % krim untuk pengobatan dermatitis kontak popok (diaper dermatitis). DERMOVEL®  0,1% krim tidak boleh digunakan pada area yang tertutup popok atau celana plastik


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Dermovel Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Dermovel, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Dermovel?

Jika Anda lupa menggunakan Dermovel, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Dermovel Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Dermovel?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Dermovel yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Dermovel?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Dermovel yang mungkin terjadi adalah:

  • Rasa terbakar, pruritus dan atrofi kulit
  • Rosacea, rasa tersengat dan furunkulosis
  • Efek Samping lain, yang lebih sering terjadi karena pemakaian dengan pembalut/ perban/ plester: iritasi,  kekeringan, folikulitis, hipertrikosis, erupsi akneiformis, hipopigmenfasi, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi, infeksi sekunder, striae dan miliaria

Kemasan dan nomor registrasi:
DERMOVEL® 0,1% krim, Kotak, tube @ l0 g: DKL0334600529A1
DERMOVEL® 0,1% krim, Kotak, tube @ 5 g: DKL0334600529A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30°C.
TERLINDUNG DARI CAHAYA.

Diproduksi oleh
PT Ferron Par Pharmaceuticals
Cikarang-Indonesia