Dermovel

By | Juli 19, 2021 |

DERMOVEL® 0,1 %
Krim

Komposisi: 
Tiap gram krim mengandung:
Mometasone furoate 1 mg

Farmakologi:
DERMOVEL® 0,1 % krim mengandung bahan aktif mometasone furoate, yang merupakan golongan kortikosteroid sintetik, untuk penggunaan topikal pada kasus-kasus dermatologi. Seperti kortikosteroid topikal lainnya, mometasone furoate memiliki sifat sebagai antiinflamasi, antipruritus dan menimbulkan vasokonstriksi.
Mekanisme kerja bagaimana steroid topikal memiliki sifat antiinflamasi, secara umum belum jelas. Tetapi diperkirakan, kortikosteroid bekerja melalui induksi protein penghambat fosfolipase A2 yang secara kolektif disebut lipocortins.
Protein ini mengontrol biosintesis prostaglandin don leukotrienes yang merupakan mediator inflamasi yang kuat dengan jalan menghambat pelepasan asam arakidonat yang dilepaskan dari fosfolipid membran oleh fosfolipase A2.

Farmakokinetik:
Absorpsi kortikosteroid topikal melalui kulit termasuk mometasone furoate, ditentukan oleh banyak faktor, seperti: bahan pembawa dan keutuhan kulit.
Penggunaan hidrokortison dengan perban/ pembalut/ plester sampai dengan 24 jam tidak menunjukkan peningkatan penetrasi, tetapi baru menunjukkan peningkatan pada penggunaan selama 96 jam.
Studi pada manusia menunjukkan, sekitar 0,4% dari dosis mometasone furoate krim yang digunakan, masuk ke dalam sirkulasi setelah selama 8 jam kontak dengan kulit normal tanpa menggunakan perban/ pembalut/ plester.
Adanya inflamasi dan ataupun penyakit lainnya pada kulit dapat meningkatkan absorpsi mometasone furoate melalui kulit

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Dermovel

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Dermovel adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Meringankan manifestasi inflamasi dan pruritus pada corticosteroid-responsive dermatoses.

Kontra Indikasi:
Pasien yang hipersensitif terhadap mometasone furoate serta bahan lain dalam sediaan ini.

Dosis dan cara pemberian:
Gunakan 1 kali sehari, dioleskan tipis pada kulit yang akan diobati.
Pengobatan harus dihentikan jika efek terapi sudah terkapsulai, jika dalam 2 minggu belum terlihat perbaikan, perlu dilakukan diagnosis kembali.

Peringatan dan perhatian:

  • Penggunaan harus sesuai petunjuk dokter
  • Hanya untuk pemakaian luar, hindari kontak dengan mata
  • Tidak boleh digunakan untuk penyakit/ gangguan selain yang tertulis pada klaim indikasi
  • Tidak boleh digunakan dengan pembalut/ perban/ plester, kecuali atas petunjuk dokter
  • Hati-hati jika digunakan pada wanita hamil dan menyusui
  • Efikasi dan keamanan obat untuk penggunaan lebih dari 3 minggu pada anak-anak, belum ada
  • Tidak dianjurkan penggunaan pada anak berumur di bawah 2 tahun
  • Anak-anak lebih rentan terhadap supresi HPA axis (jika penggunaan lebih dari 20% dari permukaan tubuh)
  • Hentikan penggunaan jika terjadi iritasi
  • Bila ada infeksi dermatologik, perlu dikombinasi dengan obat antifungi atau antibakteri. Jika tidak terlihat manfaatnya, penggunaan DERMOVEL® 0,1% krim harus dihentikan sampai infeksinya telah terkontrol dengan memadai
  • Absorpsi sistemik kortikosteroid topikal dapat menekan hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis yang bersifat reversibel dengan potensi terjadinya glucocorticosteroid insufficiency setelah penghentian penggunaan dan pada beberapa pasien dapat juga menimbulkan manifestasi Cushing’s syndrome, hiperglikemia dan glukosuria selama pengobatan kortikosteroid topikal
  • Pasien yang menggunakan steroid topikal pada area yang luas atau dengan menggunakan pembalut/ perban/ plester harus dievaluasi secara periodik terhadap terjadinya penekanan HPA axis
  • Jangan menggunakan DERMOVEL® 0,1 % krim untuk pengobatan dermatitis kontak popok (diaper dermatitis). DERMOVEL®  0,1% krim tidak boleh digunakan pada area yang tertutup popok atau celana plastik

Efek Samping:

  • Rasa terbakar, pruritus dan atrofi kulit
  • Rosacea, rasa tersengat dan furunkulosis
  • Efek Samping lain, yang lebih sering terjadi karena pemakaian dengan pembalut/ perban/ plester: iritasi,  kekeringan, folikulitis, hipertrikosis, erupsi akneiformis, hipopigmenfasi, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi, infeksi sekunder, striae dan miliaria

Kemasan dan nomor registrasi:
DERMOVEL® 0,1% krim, Kotak, tube @ l0 g: DKL0334600529A1
DERMOVEL® 0,1% krim, Kotak, tube @ 5 g: DKL0334600529A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30°C.
TERLINDUNG DARI CAHAYA.

Diproduksi oleh
PT Ferron Par Pharmaceuticals
Cikarang-Indonesia

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *