Termisil

By | November 27, 2020 | Farmasi-id.com > Kulit > Antijamur & Antiparasit Topikal > Termisil

TERMISIL® 1 % 
KRIM 

Kandungan dan Komposisi Termisil

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Termisil adalah:
Tiap gram krim mengandung:
Terbinafine HCl …………………. 10 mg

Farmakologi:
Terbinafine HCl merupakan suatu senyawa antifungal allylamine yang mempunyai mekanisme kerja menghambat biosintesis ergosterol dan jamur (fungal) melalui penghambatan yang spesifik dan selektif dari epoksidasi squalen pada tingkat awal dari jalur ergosterol.
Penghambatan epoksidasi squalen oleh Terbinafine HCl menyebabkan penurunan kandungan ergosterol dan peningkatan kandungan squalen dalam sel fungal.
Pada spesies protozoa, mekanisme kerja Terbinafine HCl juga menghambat sintesis sterol.
Ergosterol merupakan bagian yang esensial dari membran sel fungal dan tergantung pada biosintesis sterol.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Termisil

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Termisil adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Untuk pengobatan topikal infeksi jamur pada kulit seperti:
Tinea pedis, Tinea kruris dan Tinea korporis yang disebabkan oleh Trichophyton rubrum, Trichophyton mentagrophytes, Epidermophyton floccosum.

Kontra Indikasi:
TERMISIL® krim dikontraindikasikan pada pasien yang menunjukkan hipersensitif terhadap obat ini.

Posologi:
1 – 2 kali sehari. TERMISIL® krim digosokkan secukupnya dan secara perlahan pada bagian kulit yang sakit.

Lamanya pengobatan:
– Tinea pedis : 2 – 4 minggu .
– Tinea korporis/ Tinea kruris : 1 – 2 minggu.

Hilangnya gejala klinis biasanya terjadi dalam beberapa hari. Pemakaian secara tidak teratur atau penghentian terlalu dini dapat menyebabkon risiko kekambuhan. Jika tidak timbul tanda-tanda perbaikan setelah 2 minggu, diagnosis harus dipastikan kembali.

Efek Samping:
TERMISIL® krim memberikan toleransi yang baik pada uji klinis. Adapun efek samping yang dilaporkan seperti iritasi lokal, eritema, kulit terasa terbakar dan kering, walaupun kemungkinannya sangat kecil.

Peringatan dan perhatian:

  • Jika terjadi iritasi dan sensitivitas pada pasien maka pengobatan harus dihentikan
  • TERMISIL® krim tidak dimaksudkan untuk pengobatan mata, intravagin4l atau peroral
  • Hindarkan kontak dengan hidung, mulut atau membran mukosa lainnya
  • Jangan digunakan pada kehamilan kecuali jika keuntungan yang didapat melebihi risikonya

Kemasan dan nomor registrasi:
Kotak, tube @ 10 g, DKL9605020829A1
Kotak. tube @ 5 g, DKL9605020829A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

SIMPAN PADA SUHU DI BAWAH 30°C, TERLINDUNG DARI CAHAYA.

Diproduksi dan dipasarkan oleh
PT Ferron Par Pharmaceuticals
Cikarang-Indonesia

untuk
PT DEXA MEDICA
PALEMBANG-INDONESIA


Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *