DASABION

Farmasi-id.com > Nutrisi > Vitamin & Mineral (untuk Masa Hamil & Nifas)/Antianemia > DASABION

By | 17/01/2017

Komposisi

Fe fumarate 360 mg, Ca pantothenate 20 mg, folic acid 1.5 mg, vitamin C 75 mg, vitamin B12 15 mcg, vitamin D3 400 iu, sorbitol 20 mg

Indikasi

Anemia karena defisiensi zat besi pada masa kehamilan

Dosis

1 kapsul/hari

Pemberian Obat

Berikan sesudah makan

Perhatian

Feses berwarna hitam

Efek Samping

Gangguan gastrointestinal. Pemakaian jangka panjang mengakibatkan konstipasi

Kemasan dan Sediaan

Dus, 10 Strip @ 10 Capsul

Izin BPOM

DBL9112513001A1

Produsen

Kimia Farma

Sekilas Tentang Folic Acid (Asam Folat)

  1. Kehamilan (mencegah cacat lahir, meningkatkan perkembangan janin, dan meningkatkan kemungkinan hamil).

  2. Membuat sperma berkualitas.

  3. Mengatasi depresi.

  4. Melancarkan pencernaan.

  5. Mengatasi jerawat.


  1. Membantu pertumbuhan rambut.

  2. Sel darah merah.

  3. Mengurangi risiko penyakit jantung.

  4. Mencegah kanker.

  5. Mengencangkan kulit.

Sumber: hati ayam, hati sapi, daging unggas, bayam, asparagus, seledri, brokoli, buncis, lobak hijau, wortel, kacang panjang, selada, jeruk nipis, lemon, jeruk bali, buah bit, pisang, tomat, cantaloupe atau melon jingga, kacang lentil, kacang polos hitam, kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, serta kacang polong.

Sekilas Tentang Vitamin D3

Vitamin D3 adalah bentuk alami dari vitamin D. Vitamin D3 ini merupakan salah satu vitamin yang larut dalam lemak. Ada banyak manfaat atau fungsi dari vitamin D3. Berikut adalah beberapa fungsi vitamin D3 bagi kesehatan tubuh:


  1. Memperkuat otot.

  2. Menurunkan risiko penyakit kanker.

  3. Meningkatkan kesehatan jantung.

  4. Meningkatkan kesehatan dan kekuatan tulang.

  5. Menurunkan gejala gangguan mental.


  1. Asupan nutrisi bagi otak

  2. Meningkatkan kekebalan tubuh

  3. Bagi ibu hamil (menjaga dan mempersiapkan kesehatan dan kekuatan tulang janin).

  4. Menurunkan risiko penyakit diabetes

  5. Menurunkan terjadinya serangan asma (terutama pada usia anak-anak), melindungi tubuh dari munculnya gejala Parkinson, mempercepat proses pemulihan pasca operasi.

Sumber: ikan tuna, minyak ikan, brokoli, tomat, hingga biji bunga matahari.

Sekilas Tentang Calcium Pantothenate

Calcium pantothenate adalah bentuk sintetis dan sumber vitamin B5 (asam pantotenat) dengan aksi nootropik. Vitamin B5 dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat dan daya pikir.

Sekilas Tentang Cyanocobalamin (Vitamin B12)

  1. Berperan dalam produksi energi.

  2. Menjaga kinerja sistem saraf.

  3. Menjaga kesehatan kulit, kuku, rambut.

  4. Menghindarkan risiko penyakit jantung.

  5. Menghindarkan risiko penyakit kanker.


  1. Mencegah terjadinya stroke dan tekanan darah tinggi.

  2. Menormalkan sistem metabolisme dalam tubuh.

  3. Berperan dalam produksi DNA dan RNA.

  4. Menjaga kesehatan mata.

  5. Menambah nafsu makan.

Sumber: ikan haring, ikan tuna, kepiting, ikan sarden, caviar, kerang, ikan salmon, daging sapi, daging kambing, ikan kod, keju, telur, daging ayam.

Sekilas Tentang Ascorbic Acid (Vitamin C)

Ascorbic acid (asam askorbat) adalah suatu nutrisi yang terisolasi dalam komponen vitamin C, namun tidak seluruh ascorbic acid merupakan vitamin C. Kebanyakan orang menganggap ascorbic acid dengan vitamin C adalah sama dan ini sudah sesuatu yang umum dan lumrah.

Berikut adalah manfaat ascorbic acid:


  1. Menjaga kulit tetap sehat bersinar.

  2. Menjaga kesehatan kulit.

  3. Mencegah penyakit jantung.

  4. Sebagai antioksidan.

  5. Mengobati kanker.


  1. Memerangi stroke.

  2. Memperbaiki mood.

  3. Meningkatkan kekebalan tubuh.

  4. Menyembuhkan luka.

  5. Menurunkan hipertensi.


Sumber: cabai, paprika merah, paprika hijau, kale, brokoli, pepaya, stroberi, kembang kol, kubis brussels, nanas, kiwi, mangga, jeruk.

Sekilas Tentang Vitamin B12

  1. Berperan dalam produksi energi.

  2. Menjaga kinerja sistem saraf.

  3. Menjaga kesehatan kulit, kuku, rambut.

  4. Menghindarkan risiko penyakit jantung.

  5. Menghindarkan risiko penyakit kanker.


  1. Mencegah terjadinya stroke dan tekanan darah tinggi.

  2. Menormalkan sistem metabolisme dalam tubuh.

  3. Berperan dalam produksi DNA dan RNA.

  4. Menjaga kesehatan mata.

  5. Menambah nafsu makan.

Sumber: ikan haring, ikan tuna, kepiting, ikan sarden, caviar, kerang, ikan salmon, daging sapi, daging kambing, ikan kod, keju, telur, daging ayam.

Sekilas Tentang Fe (Zat Besi)

Fe (iron/besi) merupakan suatu zat mineral yang digunakan untuk mengatasi kondisi anemia pada anak, dewasa, dan ibu hamil yang disebabkan oleh kekurangan zat besi pada darahnya. Pada masa hamil terjadi peningkatan produksi darah dan sel darah merah selama drastis untuk mendukung perkembangan janin agar oksigen dan nutrisinya tercukup, ini menuntut tercukupinya jumlah besi agar tidak terjadi anemia. Zat ini sangat penting agar hemoglobin dapat bekerja dengan baik untuk mentransportasikan oksigen di dalam darah.

Zat besi digunakan untuk meningkatkan energi khususnya pada atlet olahraga. Selain itu zat besi juga digunakan untuk mendukung fungsi-fungsi penting dalam tubuh seperti proses gastrointestinal, sistem imun, dan mengatur tingkat suhu tubuh. Kekuarang zat besi bisa berakibat pada anemia, fatigue, palpitasi, kulit pucat, dan kesulitan bernapas.

Sumber: Sumber: daging merah, tiram, ikan seperti tuna dan salmon, hati, sereal, kacang kedelai, bayam, biji wijen, tahu, kentang.

Sekilas Tentang Vitamin C

  1. Menjaga kulit tetap sehat bersinar.

  2. Menjaga kesehatan kulit.

  3. Mencegah penyakit jantung.

  4. Sebagai antioksidan.

  5. Mengobati kanker.


  1. Memerangi stroke.

  2. Memperbaiki mood.

  3. Meningkatkan kekebalan tubuh.

  4. Menyembuhkan luka.

  5. Menurunkan hipertensi.


Sumber: cabai, paprika merah, paprika hijau, kale, brokoli, pepaya, stroberi, kembang kol, kubis brussels, nanas, kiwi, mangga, jeruk.

sekilas tentang vitamin dan mineral

Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus fungsi yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Sumber berbagai vitamin ini dapat berasal dari makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan suplemen makanan.

Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.

Mineral adalah unsur atau elemen seperti tembaga, besi, kalsium, kalium, dll yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah tertentu (sering dalam jumlah kecil). adalah unsur kimia yang diperlukan sebagai nutrisi penting oleh organisme untuk melakukan fungsi yang diperlukan untuk kehidupan. Namun, empat elemen struktural utama dalam tubuh manusia berdasarkan berat (oksigen, hidrogen, karbon, dan nitrogen), biasanya tidak termasuk dalam daftar mineral nutrisi utama (nitrogen dianggap sebagai "mineral" untuk tanaman, seperti yang sering dimasukkan dalam pupuk). Keempat elemen ini menyusun sekitar 96% dari berat tubuh manusia, dan mineral utama (makromineral) dan mineral minor (juga disebut elemen jejak) menyusun sisanya.

Mineral, sebagai unsur, tidak dapat disintesis secara biokimia oleh organisme hidup. Tumbuhan mendapatkan mineral dari tanah. Sebagian besar mineral dalam makanan manusia berasal dari makan tumbuhan dan hewan atau dari air minum. Sebagai sebuah kelompok, mineral adalah salah satu dari empat kelompok nutrisi penting, yang lain adalah vitamin, asam lemak esensial, dan asam amino esensial. Lima mineral utama dalam tubuh manusia adalah kalsium, fosfor, kalium, natrium, dan magnesium. Semua elemen yang tersisa dalam tubuh manusia disebut "elemen jejak". Elemen jejak yang memiliki fungsi biokimia spesifik dalam tubuh manusia adalah belerang, besi, klorin, kobalt, tembaga, seng, mangan, molibdenum, yodium dan selenium.

Sebagian besar unsur kimia yang dicerna oleh organisme adalah dalam bentuk senyawa sederhana. Tumbuhan menyerap unsur-unsur terlarut dalam tanah, yang selanjutnya dicerna oleh herbivora dan omnivora yang memakannya, dan unsur-unsur tersebut bergerak ke atas rantai makanan.
Sekilas Tentang Anemia
Anemia adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari jantung yang diperoleh dari paru-paru, dan kemudian mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.

Anemia merupakan penyakit darah yang sering ditemukan. Beberapa anemia memiliki penyakit dasarnya. Anemia bisa diklasifikasikan berdasarkan bentuk atau morfologi sel darah merah, etiologi yang mendasari, dan penampakan klinis. Penyebab anemia yang paling sering adalah perdarahan yang berlebihan, rusaknya sel darah merah secara berlebihan hemolisis atau kekurangan pembentukan sel darah merah ( hematopoiesis yang tidak efektif).

Seorang pasien dikatakan anemia bila konsentrasi hemoglobin (Hb) nya kurang dari 13,5 g/dL atau hematokrit (Hct) kurang dari 41% pada laki-laki, dan konsentrasi Hb kurang dari 11,5 g/dL atau Hct kurang dari 36% pada perempuan.

Antianemia merupakan obat yang digunakan untuk mencegah atau memperbaiki anemia.

Informasi lengkap mengenai anemia dapat Anda baca di sini dan di sini.