Ceradan



Deskripsi Ceradan

Ceradan adalah sediaan untuk kulit yang tersedia dalam varian Krim dan Face Wash. Ceradan digunakan untuk keadaan kulit kering, kulit gatal, serta dapat digunakan untuk menangani dermatitis atopik. Ceradan membantu memperkuat pelindung kulit dengan cara mengembalikan komponen alami kulit serta mengurangi kehilangan air melalui kulit. Ceradan Krim diformulasi secara klinis serta mengandung tiga komponen lemak kulit alami (ceramide, kolesterol dan asam lemak bebas) dengan perbandingan 3: 1: 1 yang bertujuan untuk melindungi kulit secara optimal. Sedangkan, Ceradan Wash merupakan pembersih tubuh tanpa sabun yang lembut, sehingga memberikan sensasi mandi yang baik. Ceradan Wash mempunyai pH yang sedikit asam, sehingga dapat digunakan pada seluruh bagian tubuh, termasuk untuk bagian wajah.

Detail Ceradan


  • Ceradan Cream
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Dermatologi lainnya

    • Apa Kandungan dan Komposisi Ceradan?

      Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

      Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Ceradan adalah:

      Water, Hydrogenated Polydece, Butylene Glycol, Cyclopentasiloxane, Behenly Alcohol, Hydroxypropyl Bispalmitamide MEA (Ceramide), Cetyl Alcohol, Glycerin, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, PEG-60 Glyceryl Isostearate, Glyceryl Stearate, Linoleic Acid, Cholesterol, Pentylene Glycol, Beeswax, Squalane, Trideceth-12, Sodium Lauroyl Lactylate, Sorbitan Stearate, Dimethicone, PEG-6, PEG-32, Phenoxyethanol, Carbomer, Xanthan Gum, Ethylhexylglycerin, Tocopherol, Sodium Hydroxide

    • Bagaimana Kemasan dan Sediaan Ceradan?


      Krim
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Tube 30 Gram

    • Apa Nama Perusahaan Produsen Ceradan?

      Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

      Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Ceradan:

       Toshiki International Singapore/ Kebayoran Pharma
  • Ceradan Wash
    • Golongan= Obat Bebas
    • Kelas Terapi= Dermatologikal lainnya
    • Kandungan= Water, Caprylic/Capric Triglyceride, Glycerin, Sodium Trideceth Sulphate, Butyrospermum Parkii (Shea Butter), Sodium Chloride, Sodium Lauroamphoacetate, Cocamide MEA, Hydroxypropyl Guar, Citric Acid, Phenoxyethanol, Allantoin, Hydroxypropyl Bispalmitamide MEA (Ceramide), Cholesterol, Linoleic Acid
    • Bentuk= Sabun
    • Satuan Penjualan= Botol
    • Kemasan= Botol 150 mL
    • Farmasi= Toshiki International Singapore/ Kebayoran Pharma
Sekilas Tentang Linoleic Acid (Asam Linoleat) Pada Ceradan
Linoleic acid (asam linoleat) adalah asam lemak omega-6 tak jenuh. Ini adalah cairan tidak berwarna. Dalam literatur fisiologis, ini disebut 18:2(n-6). Secara kimia, asam linoleat adalah asam karboksilat dengan rantai 18-karbon dan dua ikatan rangkap cis; ikatan rangkap pertama terletak pada karbon keenam dari ujung omega.

Kata linoleat berasal dari kata Yunani linon (rami). Oleat berarti dari, berkaitan dengan, atau diturunkan dari minyak atau dari atau berkaitan dengan asam oleat karena melepas ikatan rangkap omega-6 menghasilkan asam oleat.

Fisiologi

Asam linoleat adalah asam lemak tak jenuh ganda yang digunakan dalam biosintesis prostaglandin. Ini ditemukan dalam lipid membran sel. Ini berlimpah dalam banyak minyak nabati, terutama minyak safflower dan bunga matahari.

Agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh tubuh, LA harus diubah menjadi asam gamma-linolenat, suatu reaksi yang dikatalisis oleh enzim delta-6-desaturase (D6D).

Asam linoleat adalah anggota dari kelompok asam lemak esensial yang disebut asam lemak omega-6, disebut demikian karena merupakan kebutuhan diet penting untuk semua mamalia. Kelompok asam lemak esensial lainnya adalah asam lemak omega-3, misalnya asam alfa-linolenat. Gejala kekurangan omega-6 termasuk rambut kering, rambut rontok, dan penyembuhan luka yang buruk. Sangat mudah untuk memenuhi kebutuhan harian untuk asam lemak ini (bahkan untuk orang yang mengonsumsi diet rendah lemak) dan kebanyakan orang mendapatkan banyak asam lemak omega-6 dalam makanan mereka dengan mengonsumsi sekitar satu sendok makan minyak nabati tak jenuh ganda per hari.

Kegunaan industri

Asam linoleat digunakan dalam pembuatan sabun, pengemulsi, dan minyak cepat kering. Reduksi asam linoleat menghasilkan linoleil alkohol. Asam linoleat menjadi semakin populer di industri produk kecantikan karena khasiatnya yang bermanfaat bagi kulit. Penelitian menunjukkan sifat afektif asam linoleat ketika dioleskan pada kulit, yaitu. anti-inflamasi, pengurangan jerawat, sifat retensi kelembaban. Minyak biji mengkudu kaya akan asam linoleat, dan sejumlah produk kecantikan mengandung minyak biji mengkudu.

Makanan

Minyak dan makanan yang mengandung asam linoleat antara lain minyak safflower (78%), minyak biji poppy (70%), minyak kenari, susu sapi yang diberi makan rumput, minyak zaitun, minyak sawit, minyak bunga matahari, kedelai, lemak babi, minyak kelapa, kuning telur ( 16%), spirulina, minyak kacang, okra, minyak dedak padi, minyak biji gandum, minyak biji anggur, minyak macadamia, minyak pistachio, minyak wijen.
Sekilas Tentang Na Hydroxide (Natrium/Sodium Hidroksida) Pada Ceradan
Na hydroxide (natrium hydroxide (sodium hidroksida)) atau dikenal juga dengan sebutan soda kaustik atau alkali merupakan suatu zat anorganik, mudah terlarut, bersifat basa kuat. Zat ini biasa digunakan dalam berbagai macam produk seperti sabun, skin care, deterjen, kertas, makanan, dan sebagainya. Tentunya berbeda produk juga berbeda pula bentuk pengaplikasian zat ini dan bukan berarti natrium hydroxide yang digunakan dalam produk kosmetik dan skin care sama persis dengan yang digunakan dalam produksi makanan, kertas dan sabun. Berbeda produk, berbeda pula bentuk, kekuatan, dan pengaplikasian natrium hydroxidenya.

Natrium hydroxide yang digunakan dalam produksi detergen dan produk pembersih perabotan merupakan natrium hydroxide yang bersifat agresif seperti surfaktan dan penghilang karat. Pada produk pembersih perabotan dan pipa, natrium hydroxida agresif digunakan untuk membersihkan atau melarutkan minyak, lemak, dan endapan lainnya yang berbasis protein.

Pada produk makanan seperti buah-buahan, bentuk natrium hydroxide khusus makanan digunakan untuk mencuci dan merendam buah. Tujuannya agar buah tetap segar dan biasanya buah zaitu dilakukan perendaman dengan larutan zat ini untuk membuatnya lunak. Pada pembuatan produk makanan pretzels dan iye rolls sebelum dimasak maka dilaposi dengan natrium hydroxide untuk membuatnya memiliki tekstur padat dan renyah. Pada pembuatan mie Cina, natrium hydroxide digunakan untuk memberi warna kuning. Zat ini juga digunakan dalam pengolahan cokelat, kakao, es krim, dan minuman ringan. Namun dalam jumlah kecil dan sudah dalam bentuk yang aman dan khusus untuk produk makanan.

Pada produk kosmetik dan sabun, natrium hydroxide digunakan sebagai agen pengatur keasamaan (pH) bahan dengan menetralkan ion hidrogen dan merubahnya menjadi air sehingga meningkatkan pH produk. Jika pH tidak dijaga maka akan berbahaya bagi kulit dan menimbulkan iritasi dan rasa panas terbakar. Keasaman atau pH sebaiknya tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi agar kulit kita tetap aman. Sebagai informasi sabun yang biasa kita pakai untuk mandi memiliki pH 9-10 dan untuk menjaga tingkat pH, diperlukan suatu agen pengatur pH yang salah satunya adalah natrium hydroxide.
Sekilas Tentang Carbomer Pada Ceradan
Carbomer (karbomer) dalam kimia organik adalah molekul yang diperluas yang diperoleh dengan memasukkan unit C2 ke dalam molekul tertentu. Karbomer berbeda dari templatnya dalam ukuran tetapi tidak dalam simetri ketika setiap ikatan tunggal C–C digantikan oleh setidaknya satu ikatan alkuna dan ketika ikatan rangkap digantikan oleh ikatan alena. Ukuran karbomer akan terus meningkat ketika lebih banyak ikatan alkuna diperkenalkan dan karena alasan ini karbomer juga disebut molekul karbon dengan n jumlah gugus asetilen atau alena dalam unit ekspansi n. Konsep ini, yang dirancang oleh Remi Chauvin pada tahun 1995 bertujuan untuk memperkenalkan sifat kimia baru untuk motif kimia yang ada.

Ada dua representasi untuk karbo-benzena (ditulis sebagai turunan annulena: 1,2,4,5,7,8,I0,11,13,14,16,17-dodecadehydroannulene), satu memiliki inti aromatik dari benzena yang diperluas dan satu dengan substituen hidrogen diperluas. Turunan benzena tersubstitusi hexaethynylbenzene adalah senyawa yang dikenal, dan molekul inti yang diperluas juga ada meskipun dengan atom hidrogen digantikan oleh gugus fenil. Langkah terakhir dalam sintesis organiknya adalah oksidasi organik triol dengan stannous klorida dan asam klorida dalam dietil eter.

Spektrum NMR proton untuk senyawa ini menunjukkan bahwa proton fenil bergeser ke bawah dibandingkan dengan posisi proton dalam benzena itu sendiri (posisi pergeseran kimia untuk proton orto adalah 9,49 ppm) menunjukkan adanya arus cincin diamagnetik dan dengan demikian aromatisitas.

Karbomer total benzena dengan inti dan perifer diperluas (C30H6) hanya ada di silico .

Perhitungan memprediksi struktur planar D6h dengan panjang ikatan yang mirip dengan dua karbobenzena lainnya. Isomer non-planarnya disebut hexaethynyl-carbo-trannulena setelah permainan kata pada all-cis annulenes dan menyerupai cincin sikloheksana. Molekul hipotetis ini lebih energik 65 kkal/mol.

Arti lainnya dari carbomer

Carbomer juga merupakan nama dagang untuk polimer sintetik asam akrilat. Karbomer digunakan sebagai penstabil emulsi atau bahan pengental dalam produk kosmetik. Mereka mungkin homopolimer asam akrilat, terikat silang dengan alil eter pentaeritritol, alil eter sukrosa, atau alil eter propilena.
Sekilas Tentang Dimethicone Pada Ceradan
Dimethicone digunakan untuk meringankan ketidaknyamanan di saluran pencernaan yang disebabkan oleh gas seperti kembung, sering bersendawa, dan sebagainya. Cara kerja dimethicone yaitu mengurangi ketegangan di permukaan gelembung gas kemudian gelembung gas tadi bergabung menjadi gelembung yang lebih besar di saluran pencernaan sehingga mempermudah pengeluarannya. Dimethicone tidak dapat digunakan untuk mengurangi atau mencegah pembentukan gas di saluran pencernaan. Dimethicone sering dikombinasikan dengan obat lain untuk berbagai jenis indikasi.

Obat ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil dikarenakan penelitian tidak menemukan bukti bahwa obat tersebut melintasi plasenta. Obat ini juga aman dikonsumsi oleh wanita menyusui.
Sekilas Tentang Xanthan Gum Pada Ceradan
Xanthan gum adalah suatu zat dengan komponen mirip gula yang terbuat dari hasil fermentasi gula dengan bakteri yang disebut dengan Xanthomonas campestris. Saat menjalani proses fermentasi, gula dan bakteri akan menghasilkan substansi yang kemudian dibuat menjadi padatan dengan tambahan bahan tertentu yang kemudian dirubah bentuknya menjadi serbuk. Xanthan gum digunakan sebagai bahan tambahan pada produk obat dan makanan yang berguna untuk menurunkan kadar gula darah dan kolesterol terlebih bila dikonsumsi oleh penderita diabetes. Selain itu xanthan gum juga mampu bertindak sebagai laksatif atau pencahar yang bekerja dengan merangsang saluran pencernaan untuk mendorong tinja. Terkadang xanthan gum digunakan sebagai pengganti saliva pada orang yang menderita mulut kering atau sindrom Sjogren's.

Zat ini sering digunakan dalam produk-produk seperti pasta gigi, makanan, dan obat sebagai agen penstabil sebab saat ditambahkan ke dalam produk cair, ia akan cepat menyebar dan membuat produk cair menjadi larutan kental dan stabil.

Penggunaan produk-produk yang mengandung xanthan gum pada penderita diabetes yang menggunakan atau mengonsumsi obat penurun kadar gula darah sebaiknya dihindari sebab dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi terlalu rendah. Belum ada informasi yang memadai mengenai keamanan penggunaan xanthan gum pada wanita hamil dan menyusui.

Xanthan gum pertama kali ditemukan oleh Allene Rosalind Jeanes, seorang ahli kimia Amerika Serikat yang kemudian pada tahun 1060-an oleh CP Kelco dijual dengan nama Kelzan. Pada 1968 FDA menyetujui xanthan gum untuk digunakan dalam produk makanan.
Sekilas Tentang Glyceryl Stearate / Glycerol Monostearate Pada Ceradan
Glyceryl Stearate atau dikenal juga dengan sebutan glyceryl/glycerol monostearate (GMS) adalah suatu zat asam lemak yang bersumber dari minyak sayur, minyak kacang kedelai, minyak kelapa, dan sebenarnya tubuh manusia juga dapat menghasilkan asam lemak ini. Glyceryl Stearate dapat terbentuk ketika glyceryl dan stearic acid selesai menjalani proses esterifikasi.

Fungsi dari glyceryl stearate adalah menjaga kadar air pada kulit dan menjaganya agar tetap terhidrasi. Cara kerjanya yakni dengan memicu emolien untuk membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit. Manfaat lainnya dari zat ini adalah menjaga kelembaban kulit, melembutkan kulit, memiliki efek antioksidan, dan membantu melindungi kulit dari radikal bebas.

Glyceryl stearate banyak digunakan dalam berbagai produk kosmetik dan perawatan kulit karena selain memiliki manfaat bagi kulit, zat ini juga mampu menyeimbangkan pH produk, mencegahnya menjadi terlalu asam atau basa, menjaga agar tahan lama, mencegah produk dari pembekuan, meningkatkan ketahanan produk dari paparan cahaya, menjaga tekstur produk lotion dan cream tetap halus dan lembut. Beberapa produk yang menggunakan glyceryl stearate diantaranya shampo/conditioner, maskara, eye shadow, eyeliner, sabun wajah, sabun mandi, body lotion, sunscreen, krim wajah, dan lain-lain.

Menurut FDA, secara umum glyceryl stearate adalah bahan yang aman untuk digunakan. Pastikan sebelum menggunakan produk yang mengandung glyceryl stearate, Anda tidak hipersensitif terhadap zat ini sebab jika anda terlalu sensitif dengannya maka dapat menimbulkan gejala hipersensitivitas seperti ruam, iritasi, sensasi terbakar, dan sebagainya.
Sekilas Tentang Alcohol (Ethanol) Pada Ceradan
Alkohol dalam berbagai bentuknya merupakan suatu zat yang memiliki sifat antiseptik, disinfektan, dan antidot. Alkohol memiliki banyak bentuk yang digunakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Pada pembahasan ini kita batasi alkohol dalam bentuk alkohol, n-butanol, dan ethanol. Alkohol dapat diaplikasikan pada kulit sebagai disinfektan kulit sebelum injeksi dan sebelum pembedahan pada operasi. Alkohol dalam bentuk ethanol (suatu komposisi kimia alkohol sederhana) secara intravena digunakan untuk perawatan toksisitas methanol atau toksisitas ethylene glycol saat fomepizole tidak tersedia. Efek toksik dari glycol dapat terkristalisasi pada ginjal dan menyebabkan efek yang sangat serius. Diperkirakan alkohol mulai digunakan sebagai antiseptik pada sekira tahun 1363 namun kemungkinan jauh lebih awal dari itu. Alkohol umumnya dihasilkan dari fermentasi ragi, gula, dan pati pada buah-buahan seperti anggur, kaktus, tebu, gandum, dan sebagainya.

Alkohol dalam bentuk n-butanol (produk minor hasil fermentasi gula) dalam jumlah kecil digunakan dalam industri makanan dan miuman sebagai pelarut dan pengaroma. Alkohol berupa ethanol (alkohol yang secara alami diproduksi oleh fermentasi gula oleh ragi) memiliki sifat memabukkan biasanya dijumpai pada produk-produk minuman keras seperti bir, wine, dan sejenisnya. Efek samping yang biasa terjadi saat seseorang mengonsumsi alkohol adalah pusing, mual, dan muntah. Alkoho dapat bersifat adiktif, menyebabkan alkoholisme, dan ketergantungan serta menimbulkan efek penarikan. Mengonsumsi alkohol dalam jangka lama dapat menyebabkan kerusakan hati kerusakan otak, dan berisiko menyebabkan kanker. Kebanyakan efek tadi ditimbulkan jika mengonsumsinya dalam dosis besar dan frekuensi sering. Namun kemungkinan efek samping itu bisa saja terjadi pada penggunaan dosis ringan dan moderat. Alkohol pada bir bekerja dengan meningkatkan efek neurotransmiter yang disebut γ-aminobutyric acid atau GABA. GABA adalah inhibitor major neurotransmiter pada otak dan dengan memfasilitasi aksinya, alkohol dapat menekan aktifitas sistem saraf pusat. Alkohol juga secara langsung berefek pada sistem neurotransmiter lainnya termasuk glutamate, glycine, acetylcholine, dan serotonin. Hasilnya akan terjadi peningkatan kadar dopamin dan opioid endogen pada otak.

Pada industri farmasi, alkohol digunakan sebagai pelarut atau media "transportasi" pada berbagai jenis obat baik obat bebas maupun obat resep. Selain itu ia juga digunakan sebagai pengawet produk farmasi.
Sekilas Tentang Glycerin (Glycerol) Pada Ceradan
Gliserin adalah gula alkohol yang dihasilkan dari hewan, tumbuhan, dan minyak. Jika yang tercantum adalah vegetable glycerin, maka yang dimaksud adalah gliserin yang dihasilkan dari minyak tumbuhan.

Vegetable glycerin (gliserin nabati) dibuat dengan memanaskan lemak nabati yag kaya akan trigliserida seperti kelapa sawit, kedelai, dan minyak kelapa pada tekanan atau bersama dengan alkali sehingga akhirnya gliserin terpecah dari asam lemak dan bercampur dengan air, membentuk cairan, tidak berbau dan rasanya agak manis. Gliserin nabati banyak digunakan dalam produk makanan, farmasi, dan kosmetik. Penggunaannya digunakan untuk membantu minyak dan bahan-bahan lain yang menggunakan air bercampur, mempermanis, dan melembabkan hasil produk.

Selain itu penggunaannya juga untuk mencegah terbentuknya kristal es pada makanan beku seperti yogurt rendah lemak, es krim, dan lain-lain. Dalam industri farmasi gliserin nabati digunakan pada produksi obat jantung, supositoria, obat batuk, dan anestesi. Gliserin digunakan untuk mencegah produk seperti lotion, krim, dan salep, mengering karena sifat gliserin yang mampu memberikan kelembapan dan memberikan keawetan. Pada produk kosmetik seperti pasta gigi, gliserin digunakan untuk mencegah pasta gigi mengering atau mengeras dalam tubenya.

Berikut adalah beberapa manfaat umum gliserin:

  • Menjaga kesehatan kulit

  • Mengurangi konstipasi

  • Mengatasi tekanan intrakranial berlebihan.
  • Gliserin digunakan untuk mengobati gangguan mata yang disebabkan oleh peningkatan tekanan interokular, seperti glaukoma. Ini juga dapat digunakan untuk mengurangi tekanan pada mata sebelum dan sesudah operasi mata, atau selama pemeriksaan mata medis

  • Mengatasi angina. Karena merupakan komponen utama dari nitrogliserin, maka ketika nitrogliserin diminum ia akan bertindak sebagai vasodilator, dengan cepat membuka pembuluh darah dalam tubuh untuk memberikan aliran darah yang lebih besar dan perfusi oksigen ke jantung untuk mengatasi angina

Sekilas Tentang Vitamin E Pada Ceradan

  • Mencegah rambut rontok

  • Melancarkan peredaran darah di kulit kepala

  • Menyeimbangkan produksi sebum

  • Menjaga kadar hormon

  • Mengurangi efek samping obat-obatan

  • Mengatasi diabetes

  • Memperbaiki kualitas sperma

  • Mencegah kulit terbakar

  • Menjaga kesehatan kuku

  • Mengatasi garis-garis halus dan kerutan

Sumber: kuning telur, tahu, bayam, kacang tanah, kedelai, almond, alpukat, udang, labu, brokoli, dan minyak biji bunga matahari.

Sekilas Tentang Cyclopentasiloxane Pada Ceradan
Cyclopentasiloxane merupakan suatu bahan yang banyak digunakan dalam berbagai jenis produk kosmetik. Cyclopentasiloxane atau dikenal juga dengan nama decamethylcyclopentasiloxane (D5) adalah suatu bentuk dari silikon yang memiliki ciri tidak berwarna, tidak berbau, tidak mengandung minyak dan juga relatif cair atau encer. Cyclopentasiloxane tidak diserap ke dalam kulit melainkan menguap dengan cepat karena ia berfungsi untuk mempercepat pengeringan produk kosmetik seperti produk semprotan rambut, tabir surya, lotion, dan lain-lain.

Fungsi lain dari cyclopentasiloxane adalah sebagai pelumas sehingga memberikan efek licin dan lembut ketika diaplikasikan pada kulit dan rambut sehingga memungkinkan persebarannya menjadi lebih luas dan mudah. Ia mampu melindungi rambut, mengurangi rambut rontok dan mencegahnya agar tidak kusut.

Cyclopentasiloxane merupakan bahan yang aman untuk digunakan karena sifatnya yang cepat menguap dan apabila terhirup akan cepat diekresi dan dikeluarkan bersama dengan urin sehingga tidak menimbulkan penumpukan bahan ini dalam tubuh. Bahan ini juga tidak menyebabkan iritasi kulit sehingga aman untuk dicampurkan dalam produk tabir surya, lotion, sampo, lipstik, pelembab kulit, dan lain-lain.

Ceradan Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Ceradan?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Ceradan adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Ceradan diindikasikan untuk membantu melembabkan kulit, membantu mengatasi iritasi pada kulit. Selain itu, Ceradan Wash diindikasikan untuk membersihkan tubuh ketika mandi.

Sekilas tentang kulit
Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki luasnya sekitar 2 m2 dengan ketebalan rata-rata 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis dan hipodermis atau subkutis.

Sebagai organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, kulit memiliki fungsi menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya, mencegah infeksi, mengatur suhu tubuh, mengekskresi zat buangan, mensintesis vitamin D, dan menjadi sensor peraba.

Berapa Dosis dan Aturan Pakai Ceradan?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Ceradan:

Cara Penggunaan Ceradan adalah sebagai berikut:

  • Cara penggunaan Ceradan Krim umumnya adalah :
    • Oleskan Ceradan Krim dua kali sehari atau sesuai dengan petunjuk Dokter. Gunakan secara rutin untuk memperbaiki serta mengembalikan fungsi kulit menjadi normal kembali. Ceradan Krim cocok digunakan untuk segala jenis usia. Cocok digunakan untuk seluruh area kulit
  • Cara penggunaan Ceradan Wash umumnya adalah:
    • Ceradan Wash dibasahkan dengan air, gunakan Ceradan Wash secukupnya untuk seluruh tubuh. Bilas secara menyeluruh dan keringkan badan menggunakan tepukan ringan dari handuk

Bagaimana Cara Penyimpanan Ceradan?


Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Ceradan Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Ceradan, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Ceradan?

Jika Anda lupa menggunakan Ceradan, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Ceradan Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Ceradan?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Ceradan yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Ceradan?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Ceradan yang mungkin terjadi adalah:

Belum ada efek samping yang dilaporkan. Jika terjadi iritasi, maka hentikan penggunaan dan segara hubungi Dokter.

Apa Saja Kontraindikasi Ceradan?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Ceradan dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:


Hindari penggunaan pada pasien yang hipersensitif terhadap kandungan dari Ceradan.