Cartin


Apa Kandungan dan Komposisi Cartin?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Cartin adalah:

Chondroitin sulfate, glucosamine, vitamin.

Sekilas Tentang Chondroitin Sulfate Pada Cartin
Chondroitin merupakan suatu komponen jaringan penghubung yang ada pada tulang rawan dan tulang pada tubuh manusia. Dalam bentuk suplemen biasanya chondroitin sulfate berasal dari tulang rawan hewan.

Chondroitin bekerja dengan membangun atau membentuk kembali tulang rawan secara alami dan meningkatkan pemulihan jaringan setelah cedera atau olahraga. Chondroitin banyak dikonsumsi oleh orang yang mengalami nyeri sendi, osteoartritis, dan aus atau lemah sendi akibat penuaan. Chondroitin ini membantu membentuk jaringan ikat di sendi dan seluruh tubuh dan membantu menambah pelumas dan fleksibilitas pada sendi. Biasanya chondroitin tersedia dalam kombinasi dengan formula glucusamine dan MSM.

Berikut adalah beberapa manfaat dari chondroitin:

  • Membantu mengobati nyeri sendi osteoartritis

  • Membantu memulihkan cedera sendi

  • Membantu menyembuhkan luka pada kulit

Sumber: tulang rawan ikan hiu, ikan, burung, trakea sapi, dan sebagainya.
Sekilas Tentang Glucosamine Pada Cartin
Glucosamine adalah suatu gula amino yang secara alami diproduksi oleh tubuh. Namun jika tubuh kita kekurangan zat ini maka akan muncul masalah, khususnya pada sendi dan dapat menyebabkan risiko osteoarthritis. Osteoarthritis adalah suatu penyakit degeneratif yang disebabkan oleh tidak cukupnya regenerasi tulang rawan pada sendi, hal ini sering terjadi pada lutut dan pinggul. Jika dibiarkan dan tidak segera ditangani maka penderitanya akan merasakan nyeri, kesulitan berjalan, bahkan bisa berujung pada kecacatan.

Menurut beberapa penelitian, glucosamine dapat membantu dalam proses regenerasi tulang rawan, mengurangi peradangan, dan mengurangi kerusakan kolagen sehingga mampu mengobati osteoarthritis meskipun mekanisme kerjanya belum diketahui dengan pasti. Cara yang paling mudah untuk mendapatkan glucosamine adalah melalui suplemen.

Ada dua jenis glucosamine yaitu glucosamine sulfate dan glucosamine hydrochloride. Glucosamine hydrochloride lebih mudah diserap oleh tubuh daripada glucosamine sulfate namun fungsinya sama. Pada produk suplemen, glucosamine yang ada biasanya berasal dari cangkang kerang, tulang hewan, sumsum tulang, dan jamur.

Cartin Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Cartin?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Cartin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Suplemen untuk osteoartritis.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Cartin?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Cartin:

2 kali sehari 1 tablet.

Bagaimana Cara Pemberian Obat Cartin?

Dikonsumsi bersamaan dengan makanan

Izin, Kemasan & Sediaan Cartin

Kapsul 5 x 6’s

Berapa Harga Cartin?

Rp 58.000/dus

Apa Nama Perusahaan Produsen Cartin?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Cartin:

Combiphar.

Sekilas Tentang Combiphar
PT. Combiphar ((Combined Imperial Pharmaceutical Incorporation) adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 1971 di Bandung. Awalnya perusahaan ini hanya industri kecil atau home industri yang memproduksi OBH (Obat Batuk Hitam), antibiotik, dan analgesik. Pada 1985 Dr. Biantoro Wanandi dan Hamadi Wijaya membawa kemajuan pesat bagi PT. Combiphar seperti berhasil mandapatkan sertifikat CPOB pada tahun 1991, mendirikan beberapa fasilitas produksi baru untuk memisahkan fasilitas profuksi produk sefalosporin dengan produk lainnya, bekerja sama dengan Rohto untuk memproduksi produk kesehatan mata, bekerja sama dengan Sanofi-Syntelabo , dan sebagainya.

Hasil kerjasama dengan Sanofy akhirnya membuat didirikannya perusahaan baru bernama PT. Sanofi-Syntelabo Combiphar (SSC) yang kemudian pada 2006 berubah namanya menjadi PT. Pharma Health Care. Pada 2006 PT. Combiphar berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2000.

PT. Combiphar memiliki pabrik di daerah Padalarang, Bandung, Jawa Barat dan kantor pusatnya ada di Graha Atrium Senen, Jakarta. Saat ini CEO PT. Combiphar dijabat oleh Michael Wanandi, anak dari pendiri perusahaan ini. Dibawah kepemimpinannya, perusahaan ini berhasil meraih penghargaan Asia's Leading SMEs dalam ajang Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards 2018.