Bufacaryl

By | Februari 2, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Bufacaryl

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Bufacaryl adalah:

Tiap kapet salut selaput mengandung :

  • Dexamethasone 0,5 mg
  • Dexchlorphemiramine Maleate 2 mg

Sekilas Tentang Dexchlorpheniramine Maleate Pada Bufacaryl
Dexchlorpheniramine maleate adalah suatu agen antihistamin yang digunakan untuk terapi pengobatan gejala yang berhubungan dengan gatal-gatal atau urtikaria kronis seperti gatal pada kulit, kemerahan, dan muncul benjolan. Selain itu ia juga digunakan untuk meredakan gejala yang berhubungan dengan alergi (termasuk hayfever) seperti bersin, pilek, dan hidung gatal.

Obat antihistamin bekerja dengan mencegah efek zat yang disebut histamin. Histamin dihasilkan oleh tubuh sebagai akibat dari respon terhadap zat asing yang menimbulkan alergi bagi tubuh. Dexchlorpheniramine maleate tidak boleh digunakan oleh anak-anak berusia 2 tahun atau kurang. Wanita hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
Sekilas Tentang Dexamethasone Pada Bufacaryl
Dexamethasone merupakan suatu jenis obat kortikosteroid yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit mulai dari rematik, penyakit kulit, asma, pembengkakan otak, hingga tuberkulosis. Obat ini penggunaanya bisa diberikan secara oral, injeksi otot, dan intravena. Obat ini pertama kali dibuat pada tahun 1957 dan digunakan pertama kali oleh dunia medis pada 1961.

Sebagai obat antiinflamasi, dexamethasone digunakan untuk terapi rheumatoid arthritis dan bronkospasme. Penderita kanker yang menjalani kemoterapi juga sering diberikan dexamethasone untuk melawan efek samping dari obat antikankernya. Dexamethasone dapat memperkuat efek antiemetik obat seperti ondansetron. Pada penyakit tumor otak, dexamethasone digunakan untuk melawan perkembangan edema yang dapat menekan struktur otak lainnya. Dexamethasone juga digunakan secara langsung sebagai agen kemoterapi pada kasus keganasan hematologis terutama pada pengobatan myeloma multiple.

Dexamethasone intravena juga efektif digunakan untuk mencegah mual dan muntah, khususnya pada orang yang telah menjalani operasi. Obat ini juga bisa digunakan untuk mempercepat pengobatan sakit tenggorokan. Keamanan penggunaan dexamethasone untuk digunakan oleh wanita hamil masuk dalam kategori C.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Bufacaryl

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Bufacaryl adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Untuk mengatasi kasus alergi dimana diperlukan terapi dengan kortikosteroid.

Farmakologi Bufacaryl

Dexametason merupakan salah satu glukokortioid yang memiliki kemampuan dalam menanggulangi peradangan dan alergi. Deksklorfeniramin maleate mengatasi sebagian besar akibat – akibat khas yang ditumbulkan oleh histamine dan secara klinis bermanfaat dalam pencegahan dan penanggulangan alergi dan peradangan parah. Kombinasi kedua zat tersebut menjadikan BUFACARYL obat dalam pengobatan symtomatik gangguan gangguan laergi dan peradangan yang parah.

Dosis dan Aturan Pakai Bufacaryl

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Bufacaryl:

dan Cara Pamakaian

Dewasa dan anak anak > 12 tahun :

1 kaplet salut selaput, setiap 4 – 6 jam sehari sesudah makan dan sebelum tidur.

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Bufacaryl

  • Harus hati hati jika diberikan pada wanita Hamill atau menyusui
  • Selama minum obat ini dilarang mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin
  • Hati hati bila diberikan pada infeksi sistemik, herpes simplek pada mata, tuberculosis, penderita jantung atau payah jantung kongestif dan penderita dengan gangguan fungsi ginjal
  • Harus digunakan secara hatihati pada penderita glaucoma sudut tertutup, tukak lambung yang menyempit, obstruksi pyloroduodenal, hipertrofiprostat atau obsturksi leher kandung kemih, hipertensi, hipertiroidisme
  • Penggunaan terus menerus atau jangka panjang pada anak anak dapat mempengaruhi pertumbuhan
  • Pada penggunaan jangka panjang, hindari penghentian pemberian seceara tiba tiba
  • Pemberian dosis besar sebaiknya dilakukan pada waktu lambung berisi dan diantara makan diberikan antacid untuk menghindari ulkus peptikum
  • Kortikosteroid dapat memperburuk instabilitas emosional atau tendensi psikotik pasien yag telah ada. Hindari penggunaan pada penderita dengan riwayat psikosis

Kontraindikasi Bufacaryl

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Bufacaryl dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Herpes Simplek pada mata, peptic ulcer, osteoporosis, bayi yang baru lahir atau premature, penderita yang sedang dalam pengobatan MAO inhibitor.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Bufacaryl Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Bufacaryl?

Jika Anda lupa menggunakan Bufacaryl, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Bufacaryl Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Bufacaryl?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Bufacaryl yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Bufacaryl

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Bufacaryl yang mungkin terjadi adalah:

  • Mata kabur pada katarak, kencing manis rasa mengantuk, raksi kardiovaskular, gastrointestinal, urtikaria, rasakering pada mulut, hidung dan kerongkongan kemerahan pada kulit
  • Penghentian obat yang tiba tiba dapat menimbulkan insufisiensi adrenalakut dengan gejala; demam, myalgia, artalgia dan malaise
  • Komplikasi yang tibul akibat pengobatan jangka panjang dengan dosis besar yaitu gangguan cairan adan elektrolit, habiuts penderita chusing (antara lain muka rembulan, buffalo hump, timbunan lemak supraklavikular, obesitas sentral, striane, skimosis akne dan hirsutisme)

Interaksi Obat Bufacaryl

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Bufacaryl antara lain:

  • Pemberian bersama dengan phenytoin akan menurunkan kadar dexamethasone dalam darah
  • Metirapon dan aminoglutetimid menghambat kerja golongan kortikosteroid

Cara Penyimpanan Bufacaryl

Simpan pada suhu kamar (25 – 30) °C, kering dan terlindung dari cahaya.

Kemasan dan Sediaan Bufacaryl

Box isi 10 strip @ 10 kaplet salut selaput

Izin BPOM Bufacaryl

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Bufacaryl:

No. Reg. DKL0600914709A1

Produsen Bufacaryl

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Bufacaryl:

Bufa Aneka

One thought on “Bufacaryl

  1. Dinda Safrida

    Assalamualaikum 🙏saya dinda kk bagaimana jika kenak efek samping bufacaryl kk? Saya kenak efek samping tu ketidakraturan menstruasi

    Reply

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *