BIDAXTAM

Farmasi-id.com > Alergi & Sistem Imun > Antihistamin & Antialergi > BIDAXTAM

By | 10/09/2018

Kandungan

Tiap kapet salut selaput mengandung :

  • Dexamethasone 0,5 mg
  • Dexchlorphemiramine Maleate 2 mg

Indikasi

Untuk mengatasi kasus alergi dimana diperlukan terapi dengan kortikosteroid.

Farmakologi

Dexametason merupakan salah satu glukokortioid yang memiliki kemampuan dalam menanggulangi peradangan dan alergi. Deksklorfeniramin maleate mengatasi sebagian besar akibat – akibat khas yang ditumbulkan oleh histamine dan secara klinis bermanfaat dalam pencegahan dan penanggulangan alergi dan peradangan parah. Kombinasi kedua zat tersebut menjadikan obat ini digunakan dalam pengobatan symtomatik gangguan gangguan laergi dan peradangan yang parah.

Peringatan dan Perhatian

  • Harus hati hati jika diberikan pada wanita Hamil atau menyusui.
  • Selama minum obat ini dilarang mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
  • Hati hati bila diberikan pada infeksi sistemik, herpes simplek pada mata, tuberculosis, penderita jantung atau payah jantung kongestif dan penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Harus digunakan secara hatihati pada penderita glaucoma sudut tertutup, tukak lambung yang menyempit, obstruksi pyloroduodenal, hipertrofiprostat atau obsturksi leher kandung kemih, hipertensi, hipertiroidisme.
  • Penggunaan terus menerus atau jangka panjang pada anak anak dapat mempengaruhi pertumbuhan.
  • Pada penggunaan jangka panjang, hindari penghentian pemberian seceara tiba tiba.
  • Pemberian dosis besar sebaiknya dilakukan pada waktu lambung berisi dan diantara makan diberikan antacid untuk menghindari ulkus peptikum.
  • Kortikosteroid dapat memperburuk instabilitas emosional atau tendensi psikotik pasien yag telah ada. Hindari penggunaan pada penderita dengan riwayat psikosis.

Kontra Indikasi

Herpes Simplek pada mata, peptic ulcer, osteoporosis, bayi yang baru lahir atau premature, penderita yang sedang dalam pengobatan MAO inhibitor.

Efek Samping

  • Mata kabur pada katarak, kencing manis rasa mengantuk, raksi kardiovaskular, gastrointestinal, urtikaria, rasakering pada mulut, hidung dan kerongkongan kemerahan pada kulit.
  • Penghentian obat yang tiba tiba dapat menimbulkan insufisiensi adrenalakut dengan gejala; demam, myalgia, artalgia dan malaise.
  • Komplikasi yang tibul akibat pengobatan jangka panjang dengan dosis besar yaitu gangguan cairan adan elektrolit, habiuts penderita chusing (antara lain muka rembulan, buffalo hump, timbunan lemak supraklavikular, obesitas sentral, striane, skimosis akne dan hirsutisme).

Interaksi Obat

  • Pemberian bersama dengan phenytoin akan menurunkan kadar dexamethasone dalam darah
  • Metirapon dan aminoglutetimid menghambat kerja golongan kortikosteroid.

Dosis dan Cara Pamakaian

Dewasa dan anak anak > 12 tahun :

1 kaplet, setiap 4 – 6 jam sehari sesudah makan dan sebelum tidur.

Penyimpanan

Simpan pada suhu kamar (25 – 30) °C, kering dan terlindung dari cahaya.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 30 strip @ 10 kaplet

Izin BPOM

DKL9631407104A1

Produsen

Lloyd Pharma Indonesia

Sekilas Tentang Dexchlorpheniramine Maleate

Dexchlorpheniramine maleate adalah suatu agen antihistamin yang digunakan untuk terapi pengobatan gejala yang berhubungan dengan gatal-gatal atau urtikaria kronis seperti gatal pada kulit, kemerahan, dan muncul benjolan. Selain itu ia juga digunakan untuk meredakan gejala yang berhubungan dengan alergi (termasuk hayfever) seperti bersin, pilek, dan hidung gatal.

Obat antihistamin bekerja dengan mencegah efek zat yang disebut histamin. Histamin dihasilkan oleh tubuh sebagai akibat dari respon terhadap zat asing yang menimbulkan alergi bagi tubuh. Dexchlorpheniramine maleate tidak boleh digunakan oleh anak-anak berusia 2 tahun atau kurang. Wanita hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Sekilas Tentang Dexamethasone

Dexamethasone merupakan suatu jenis obat kortikosteroid yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit mulai dari rematik, penyakit kulit, asma, pembengkakan otak, hingga tuberkulosis. Obat ini penggunaanya bisa diberikan secara oral, injeksi otot, dan intravena. Obat ini pertama kali dibuat pada tahun 1957 dan digunakan pertama kali oleh dunia medis pada 1961.

Sebagai obat antiinflamasi, dexamethasone digunakan untuk terapi rheumatoid arthritis dan bronkospasme. Penderita kanker yang menjalani kemoterapi juga sering diberikan dexamethasone untuk melawan efek samping dari obat antikankernya. Dexamethasone dapat memperkuat efek antiemetik obat seperti ondansetron. Pada penyakit tumor otak, dexamethasone digunakan untuk melawan perkembangan edema yang dapat menekan struktur otak lainnya. Dexamethasone juga digunakan secara langsung sebagai agen kemoterapi pada kasus keganasan hematologis terutama pada pengobatan myeloma multiple.

Dexamethasone intravena juga efektif digunakan untuk mencegah mual dan muntah, khususnya pada orang yang telah menjalani operasi. Obat ini juga bisa digunakan untuk mempercepat pengobatan sakit tenggorokan. Keamanan penggunaan dexamethasone untuk digunakan oleh wanita hamil masuk dalam kategori C.

Sekilas tentang antihistamin

Antihistamin adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengobati rinitis alergi dan alergi lainnya. Antihistamin dapat memberikan rasa lega ketika seseorang mengalami hidung tersumbat, bersin, atau gatal karena serbuk sari, tungau debu rumah, atau alergi hewan. Biasanya orang menggunakan antihistamin sebagai obat pasar generik yang murah, dengan sedikit efek samping. Sebagai alternatif untuk menggunakan antihistamin, orang yang menderita alergi malah dapat menghindari zat yang mengiritasi mereka. Namun, ini tidak selalu mungkin karena beberapa zat, seperti serbuk sari, terbawa di udara, sehingga membuat reaksi alergi yang disebabkan oleh mereka umumnya tidak dapat dihindari. Antihistamin biasanya digunakan untuk pengobatan jangka pendek. Alergi kronis meningkatkan risiko masalah kesehatan yang mungkin tidak dapat diobati oleh antihistamin, termasuk asma, sinusitis, dan infeksi saluran pernapasan bawah. Dokter menyarankan agar orang berbicara dengan mereka sebelum penggunaan antihistamin dalam jangka waktu yang lebih lama.

Meskipun orang-orang biasanya menggunakan kata "antihistamin" untuk mendeskripsikan obat-obatan untuk mengobati alergi, para dokter dan ilmuwan menggunakan istilah tersebut untuk mendeskripsikan kelas obat yang menentang aktivitas reseptor histamin di dalam tubuh. Dalam pengertian kata ini, antihistamin digolongkan berdasarkan reseptor histamin yang mereka tindak lanjuti. Dua kelas antihistamin terbesar adalah antihistamin-H1 dan antihistamin-H2. Antihistamin yang menarget reseptor histamin H1 digunakan untuk mengobati reaksi alergi di hidung (misalnya, gatal, pilek, dan bersin) serta untuk insomnia. Mereka kadang-kadang juga digunakan untuk mengobati penyakit gerakan atau vertigo yang disebabkan oleh masalah dengan telinga bagian dalam. Antihistamin yang menarget reseptor histamin H2 digunakan untuk mengobati kondisi asam lambung (misalnya, ulkus peptikum dan refluks asam). Antihistamin-H1 bekerja dengan mengikat pada reseptor histamin H1 dalam sel mast, otot polos, dan endotelium di dalam tubuh serta di inti tuberomammillar di otak; antihistamin-H2 yang terikat pada reseptor histamin H2 di saluran pencernaan bagian atas, utamanya di lambung.

Reseptor histamin menunjukkan aktivitas konstitutif, sehingga antihistamin dapat berfungsi baik sebagai antagonis reseptor netral atau agonis terbalik pada reseptor histamin. Hanya beberapa antihistamin-H1 yang saat ini dipasarkan diketahui berfungsi sebagai agonis terbalik. Histamin menghasilkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah, menyebabkan cairan untuk keluar dari kapiler ke jaringan, yang mengarah ke gejala klasik dari reaksi alergi — hidung dan mata berair. Histamin juga mempromosikan angiogenesis.

Antihistamin menekan respon wheal yang diinduksi-histamin (pembengkakan) dan vasodilasi dengan menghalangi pengikatan histamin ke reseptornya atau mengurangi aktivitas reseptor histamin pada saraf, otot polos vaskular, sel kelenjar, endotelium, dan sel mast. Gatal, bersin, dan respon inflamasi ditekan oleh antihistamin yang bekerja pada reseptor-H1. Pada tahun 2014 antihistamin seperti desloratadin ditemukan efektif sebagai pembantu untuk pengobatan standar jerawat karena sifat anti-inflamasinya serta kemampuan mereka untuk menekan produksi sebum.

Sekilas tentang imunitas

Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi normal. Deteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki cara baru agar dapat menginfeksi organisme.
Sekilas tentang alergi

Alergi atau hipersensitivitas tipe I (1 dari 4) adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.

Simtomanya meliputi mata merah, gatal-gatal, rhinorrhea, eksem, urticaria, atau serangan asma. Pada sebagian orang, alergi berat terhadap lingkungan, atau alergi makanan atau alergi obat-obatan atau reaksi terhadap sengatan dari tawon mungkin dapat membahayakan jiwa dengan timbulnya anafilaksis. Tidak semua reaksi dari hipersensivitas adalah alergi.

Reaksi alergi dapat diduga dan berlangsung cepat. Alergi disebabkan oleh produksi antibodi berjenis IgE. Maka pembengkakan terjadi dari bersifat tidak nyaman hingga membahayakan.