Ardeparin

By | Juli 16, 2019 | Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Antikoagulan, Antiplatelet, & Fibrinolitik (Trombolitik) > Ardeparin

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Ardeparin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Ardeparin:

Ardeparin adalah obat yang digunakan dalam terapi pencegahan tromboembolisme vena dalam pasca operasi. Ardeparin akan mencegah terjadinya pembekuan atau penggumpalan darah. Biasanya obat ini digunakan dalam pencegahan terbentuknya gumpalan darah pada operasi penggantian lutut.

Farmakologi

Ardeparin merupakan obat yang termasuk dalam golongan antikoagulan yang menghambat reaksi yang memicu pembekuan darah dan pembentukan bekuan fibrin secara in vitro dan in vivo. Ardeparin berikatan pada antitrombin III, mempercepat aktivitasnya menonaktifkanfaktor Xa dan trombin, sehingga menghambat terjadinya trombosis. Ardeparin juga berikatan dengan kofaktor II heparin yang menghambat trombin. Ardeparin tidak berefek pada uji prothrombin time (PT) dan kemungkinan memperpanjang APPT (activated partial thromboplastin time).

Ardeparin diserap dengan baik setelah pemberian subkutan dengan rata-rata bioavailabilitas 92% (berdasarkan aktifitas anti-factor Xa). Obat ini dimetabolisme melalui biotransformasi pada liver dan sistem reticulo-endothelial. Waktu paruh eliminasi untuk aktivitas anti-factor Xa rata-rata 3,3 jam setelah dosis tunggal, sementara waktu paruh eliminasi untuk aktifitas anti-factor IIa rata-rata 1,2 jam setelah dosis tunggal.

Kontraindikasi

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Ardeparin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Ardeparin dikontraindikasikan pemberiannya pada kondisi berikut ini:

  • Pasien yang alergi atau hipersensitif terhadap ardeparin dan pada kandungan tidak aktif yang terdapat di dalamnya
  • Pasien dengan perdarahan aktif, ulkus peptikum aktif, dan trombositopenia
LAINNYA:  Duflomex

Efek Samping Ardeparin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Ardeparin:

Efek samping yang dapat terjadi sebagai akibat dari pemberian ardeparin antara lain:

Trombositepenia, perdarahan moderat, iritasi pada lokasi injeksi, nyeri dan ekimosis, alergi (hipersensitivitas), ruam, gatal, demam, mual, dan eritema. Selain itu ardeparin juga berpotensi menyebabkan komplikasi hemoragik.

Peringatan dan Perhatian

  • Hati-hati pemberian pada pasien dengan gangguan ginjal atau hati
  • Pasien yang memiliki riwayat ulserasi gastrointestinal, pasien dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, anestesi spinal atau epidural
  • Lakukan pemantauan secara periodik mengenai jumlah trombosit dan lakukan tes jika terdapat darah pada feses
  • Hindari penggunaan ardeparin pada pasien dengan jumlah trombosit rendah, perdarahan yang tak terkendali
  • Beritahu dokter bila pasien mengalami kondisi kesehatan tertentu seperti endoklarditis bakterial, hipertensi tak terkendali, akan menjalani prosedur operasi atau pembedahan, hemofilia atau kelainan darah lainnya, ulkus lambung, penyakit mata akibat diabetes atau hipertensi, penyakit hati atau ginjal
  • Jangan memberikan obat ini secara intramuskular atau intravena
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Lansia

Interaksi Obat

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Ardeparin antara lain:

  • Pasien berisiko mengalami perdarahan yang menjurus pada paralisis bila diberikan bersamaan dengan anestesi spinal atau epidural. Risiko akan lebih meningkat bila pasien menggunakan kateter epidural tetap atau dengan obat yang mempengaruhi pembekuan darah
  • Jangan menggunakan obat aspirin, ibuprofen, ketoprofen, naproxen, indomethacin, dan obat OAINS lainnya karena dapat menyebabkan terjadinya perdarahan jika diberikan bersamaan dengan ardeparin
  • Warfarin, clopidogrel, ticlopidine, dipyridamole dapat meningkatkan risiko perdarahan
LAINNYA:  Cipralex

Overdosis

Gejala overdosis ardeparin antara lain perdarahan dan bruising.

Kategori Keamanan Penggunaan pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis dan Aturan Pakai Ardeparin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Ardeparin:

Profilaksis trombosis vena dalam

Dewasa: subkutan: awal 50 IU/kg mengikuti pembedahan. Selanjutnya 50 IU/kg 2 kali sehari untuk 14 hari setelah pembedahan atau sampai rawat jalan.

Sediaan dan Rute Pemberian

Injeksi, subkutan.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 15°-25°C.

Nama Brand

Normiflo

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Ardeparin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Ardeparin, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Ardeparin?

Jika Anda lupa menggunakan Ardeparin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Ardeparin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Ardeparin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Ardeparin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 16 Juli). Ardeparin. Diakses pada 5 April 2020, dari https://www.farmasi-id.com/ardeparin/


Format MLA (Modern Language Association)

"Ardeparin". Farmasi-id.com. 16 Juli 2019. 5 April 2020. https://www.farmasi-id.com/ardeparin/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Ardeparin", 16 Juli 2019, <https://www.farmasi-id.com/ardeparin/> [Diakses pada 5 April 2020]


Bagikan ke Rekan Anda