Anvomer B6

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antiemetik > Anvomer B6

By | 07/07/2018

Produsen:

Dexa Medica.

Komposisi:

Pyrathiazine chlorotheophylline 40 mg, Vitamin B6 30 mg.

Indikasi:

Mencegah muntah selama hamil, sesudah operasi, & dalam perjalanan.

Dosis:

Dws 1-2 tab/hari, anak 6-12 tahun 1/2 dosis dws. Pencegahan mabuk kendaraan 1 jam sebelum bepergian & diulang jika diperlukan.

Kontra Indikasi:

Hipersensitivitas.

Perhatian:

Jangan mengendarai kendaraan atau menjalankan mesin.

Efek Samping:

Mengantuk.

Kemasan/Harga:

Tab salut gula 60 (Rp108.000).

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA):

Tidak diketahui.

Sekilas Tentang Pyridoxine Hydrochloride (Vitamin B6)

  1. Menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner, stroke, hingga gagal jantung.

  2. Meningkatkan serta menjaga kesehatan otak dan sistem saraf.

  3. Mengurangi risiko terjadinya insomnia atau kesulitan tidur.

  4. Menghilangkan kecemasan pada kondisi pra menstruasi.

  5. Mengurangi depresi.


  1. Menurunkan risiko penyakit kanker.

  2. Mencegah gangguan pencernaan.

  3. Mengatur keseimbangan gula darah.

  4. Menjaga kepadatan dan kesehatan tulang.

  5. Melancarkan proses metabolisme dalam tubuh.

Sumber: ikan, hati sapi, kentang, daging ayam, kacang-kacangan, alpukat, pepaya, pisang.

Sekilas Tentang Obat Antiemetik

Antiemetik adalah obat yang efektif melawan muntah dan mual. Antiemetik biasanya digunakan untuk mengobati mabuk perjalanan dan efek samping analgesik opioid, anestesi umum, dan kemoterapi yang diarahkan melawan kanker. Mereka dapat digunakan untuk kasus gastroenteritis yang parah, terutama jika pasien mengalami dehidrasi.

Beberapa antiemetik yang sebelumnya dianggap menyebabkan cacat lahir, tampaknya aman untuk digunakan oleh wanita hamil dalam pengobatan mual di pagi hari dan hiperemesis gravidarum yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa tipe dari obat antiemetik:


    Antagonis reseptor 5-HT3 memblokir reseptor serotonin di sistem saraf pusat dan saluran pencernaan. Dengan demikian mereka dapat digunakan untuk mengobati mual & muntah obat pasca operasi dan sitotoksik. Namun, mereka juga bisa menyebabkan konstipasi atau diare, mulut kering, dan fatigue.

    1. Dolasetron

    2. Granisetron

    3. Ondansetron

    4. Tropisetron

    5. Palonosetron


    ----------------------
    Antagonis dopamin bekerja pada batang otak dan digunakan untuk mengobati mual dan muntah yang berhubungan dengan kanker, penyakit radiasi, opioid, obat sitotoksik, dan anestesi umum. Efek samping termasuk kejang otot dan kegelisahan.

    1. Domperidone

    2. Olanzapine

    3. Haloperidol (terbatas manfaatnya oleh efek samping ekstra-piramidal dan sedatif)

    4. Alizapride

    5. Prochlorperazine

    6. Chlorpromazine (Penggunaan dibatasi oleh sifat penenang)


    ----------------------
    Antagonis reseptor NK1

    1. Aprepitant

    2. Casopitan

    3. Rolapitant


    ----------------------
    dan masih ada tipe-tipe antiemetik yang lain.
Sekilas Tentang Dexa Medica

Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.