Antimo

By | September 26, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Pernapasan > Antituberkulosis > Antimo

Kandungan dan Komposisi Antimo

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Antimo adalah:

Tiap tablet berisi: •Dimenhidrinat 50mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Antimo

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Antimo adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Antivertigo, anti mabok, pening dan mual selama perjalanan dengan kendaraan bermotor, kapal laut dan pesawat udara, baik untuk dewasa maupun anak-anak.

Kontraindikasi Antimo

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Antimo dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Porfiria akut, asma akut, bayi prematur.

Sekilas Tentang Vertigo
Vertigo (dari bahasa Latin vertō "gerakan berputar") adalah salah satu bentuk sakit kepala di mana penderita mengalami persepsi gerakan yang tidak semestinya (biasanya gerakan berputar atau melayang) yang disebabkan oleh gangguan pada sistem vestibular. Vertigo sering kali dengan gejala mual dan muntah serta ketidakmampuan penderita menjaga keseimbangan badan, yang menyebabkan penderita mengalami kesulitan berdiri atau berjalan.

Vertigo dibagi menjadi tiga tipe. Tipe pertama dikenal dengan objektif di mana penderita merasa benda-benda di sekitarnya bergerak. Tipe ke dua dikenal dengan subjektif di mana penderita merasa mereka bergerak pada saat mereka sedang diam. Tipe ke tiga dikenal dengan pseudovertigo, di mana pasien merasa sensasi gerakan berputar di dalam kepalanya.

Penyakit yang paling umum yang menyebabkan vertigo adalah benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), penyakit Meniere, dan labyrinthitis. Penyebab yang kurang umum termasuk stroke, tumor otak, cedera otak, multiple sclerosis, migrain, trauma, dan tekanan yang tidak merata di antara telinga tengah. Vertigo fisiologis dapat terjadi setelah terpapar dalam waktu lama seperti ketika berada di kapal atau hanya berputar dengan mata tertutup. Penyebab lain mungkin termasuk paparan racun seperti karbon monoksida, alkohol, atau aspirin. Vertigo biasanya mengindikasikan adanya masalah di bagian sistem vestibular. [Penyebab pusing lainnya termasuk presinkop, disekuilibrium, dan pusing yang tidak spesifik.
Sekilas Tentang Obat Antivertigo
Obat antivertigo adalah obat yang digunakan untuk menghilangkan vertigo. Ada 3 tujuan utama untuk penggunaan obat vertigo. Yang pertama adalah menghilangkan halusinasi gerak. Obat-obatan dengan sifat 'penekan' vestibular digunakan untuk tujuan ini. Penekan vestibular utama adalah obat antikolinergik dan antihistamin. Tujuan kedua adalah untuk mengurangi tanda-tanda neurovegetative dan psikoafektif yang menyertainya (mual, muntah, kecemasan). Antidopaminergik digunakan untuk tujuan ini. Tujuan ketiga adalah untuk meningkatkan proses 'kompensasi vestibular' untuk memungkinkan otak menemukan keseimbangan sensorik baru terlepas dari lesi vestibular. Berbagai obat lain juga digunakan dalam pengobatan vertigo, termasuk benzodiazepin, agen histaminergik, simpatomimetik dan antagonis kalsium.

Dosis dan Aturan Pakai Antimo

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Antimo:

Untuk pengobatan: 2–3 tablet sehari Untuk anti mabok: diminum 1/2 jam sebelum perjalanan, bila perlu dapat diulang tiap 4 jam. Dewasa dan Anak di atas 14 tahun: 1 tablet Anak 8–12 tahun: 1/2 tablet Anak 5–8 tahun: 1/4 tablet

Efek Samping Antimo

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Antimo yang mungkin terjadi adalah:

Gangguan penglihatan, mengantuk, pusing, mulut kering, hipotensi, lemas otot, gangguan GI, sakit kepala.

Kemasan, Sediaan, dan Harga Antimo

Doos isi 72 catch over @ 10 tablet

Perhatian Penggunaan Antimo

Hamil, glaukoma sudut sempit, retensi urin, hipertropi prostat.

Keterangan

Perhatian bagi pengemudi dan operator mesin yang sedang bertugas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Antimo Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Antimo, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Antimo?

Jika Anda lupa menggunakan Antimo, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Antimo Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Antimo?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Antimo yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
PT Phapros merupakan perusahaan farmasi Indonesia yang dirikan oleh grup usaha Oei Tiong Ham Concern (OTHC), suatu group konglomerat Tionghoa-Indonesia pada 21 Juni 1954. Group konglemat ini awalnya bergerak dibidang bisnis gula dan agro industri namun kemudian memperluas cakupan bisnisnya ke dunia farmasi. Awalnya perusahaan ini bernama NV Pharmaceutical Processing Industries disingkat "Phapros".

Pada tahun 1961, perusahaan ini dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia melalui PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Indonesia yang saat ini bernama PT rajawali Nusantara Indonesia (persero). Pada November 2000, status perusahaan ini berubah menjadi perusahaan publik dimana PT Rajawali Nusantara Indonesia memegang 53 persen saham dan sisanya dimiliki oleh publik. Pada 2019, PT Phapros diakuisisi oleh PT Kimia Farma dengan nilai 1,36 triliun.

Phapros telah memperoleh banyak sertifikat mutu seperti CPOB, CPOTB, CPAKB, PSAK, ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO/EIC 17025, dan sebagainya. Saat ini jumlah varian produk yang diproduksi oleh PT Phapros sekira 284 macam yang terbagi dalam beberapa kelompok seperti produk etikal, generik, OTC, dan agromed. Selain itu perusahaan ini juga memproduksi pesanan pihak ketiga.

Beberapa produk terkenal yang diproduksi oleh Phapros diantaranya Antimo, Pehavral, Bioneuron, Hypobhac, dan sebagainya. Produk PT Phapros telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan negara Asia Tenggara seperti Kamboja.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 26 September). Antimo. Diakses pada 20 Oktober 2020, dari https://www.farmasi-id.com/antimo/


Format MLA (Modern Language Association)

"Antimo". Farmasi-id.com. 26 September 2020. 20 Oktober 2020. https://www.farmasi-id.com/antimo/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Antimo", 26 September 2020, <https://www.farmasi-id.com/antimo/> [Diakses pada 20 Oktober 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *