Aloe Vera (Lidah Buaya)

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Herbal > Aloe Vera (Lidah Buaya)

Daftar Isi

Selama ini kita banyak menjumpai produk-produk herbal baik suplemen maupun herbal yang menjadikan aloe vera (lidah buaya) ke dalam komposisinya. Namun mungkin banyak diantara kita yang belum tahu, mengapa mereka menggunakan aloe vera, apa manfaatnya?, nah pada tulisan berikut ini akan kita ungkap apa saja manfata aloe vera berdasarkan bukti-bukti ilmiah hasil penelitian para ahli.

Sejarah

Aloe vera atau lidah buaya dipercaya telah dimanfaatkan untuk kesehatan dan berbagai manfaat lainnya sejak 6000 tahun lalu oleh bangsa Mesir kuno. Tanaman ini bahkan dijuluki sebagai tanaman keabadian dan pada pahatan batu diilustrasikan aloe vera dipersembahkan sebagai hadiah pada raja Mesir, Firaun.

Catatan kuno menyebutkan bahwa selain di Mesir kuno, pada jaman dahulu aloe vera sudah populer digunakan di Cina, Jepang, Yunani, dan Meksiko.

Karakteristik Tanaman

Aloe vera tumbuh di tempat yang berhawa panas atau dan dapat dibudidayakan di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat.

Batang Tanaman aloe vera berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Aloe vera yang bertanGkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun.

Batang aloe vera juga dapat disetek untuk perbanyakan tanaman. Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini akan muncul tunas-tunas baru atau anakan. Daun Daun tanaman aloe vera berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) sebagai bahan baku obat.

Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 – 75 cm, dengan berat 0,5 kg – 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang. Bunga aloe vera berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam di pegunungan. Akar tanaman aloe vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 – 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.

Sekilas Tentang Aloe Vera (Lidah Buaya) Pada Aloe Vera (Lidah Buaya)
Aloe vera atau lidah buaya dipercaya telah dimanfaatkan untuk kesehatan dan berbagai manfaat lainnya sejak 6000 tahun lalu oleh bangsa Mesir kuno. Tanaman ini bahkan dijuluki sebagai tanaman keabadian dan pada pahatan batu diilustrasikan aloe vera dipersembahkan sebagai hadiah pada raja Mesir, Firaun.

Catatan kuno menyebutkan bahwa selain di Mesir kuno, pada jaman dahulu aloe vera sudah populer digunakan di Cina, Jepang, Yunani, dan Meksiko. Aloe vera tumbuh di tempat yang berhawa panas atau dan dapat dibudidayakan di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat.

Batang Tanaman aloe vera berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Aloe vera yang bertanGkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun.

anaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 – 75 cm, dengan berat 0,5 kg – 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang. Bunga aloe vera berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam di pegunungan. Akar tanaman aloe vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 – 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.

Berikut beberapa manfaat tanaman aloe vera bagi kesehatan:

  • Menjaga kesehatan gigi dan gusi jika digunakan sebagai bahan pasta gigi

  • Mengatasi konstipasi (sembelit/susah buang air besar)

  • Membantu menyembuhkan luka pada pasien diabetes

  • Memiliki manfaat sebagai antioksidan dan antibakteri

  • Membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV

  • Melindungi kulit dari kerusakan akibat efek radiasi kemoterapi pada pasien kanker

  • Menurunkan kadar gula darah

  • Mencegah dan mengobati kerontokan rambut

  • Membantu menyembuhkan bisul

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Aloe Vera (Lidah Buaya)

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Aloe Vera (Lidah Buaya) adalah suatu produk kesehatan yang berguna untuk mengatasi:

Aloe vera banyak dimanfaatkan sebagai obat untuk perawatan luka, rambut rontok, konstipasi, dan lain-lain. Biasanya yang diambil manfaatnya adalah gel bening dan getah kuning yang ada pada aloe vera. Aloe vera banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti industri makanan, kosmetik, suplemen, obat herbal, dan lain sebagainya.

Banyak klaim manfaat dari aloe vera, baik yang berbasis ilmiah dan dapat dibuktikan dan ada pula yang hanya beredar dari mulut ke mulut tanpa pembuktian ilmiah. Berikut adalah manfaat aloe vera yang sudah terbukti secara ilmiah.

1. Manfaat bagi gigi dan gusi

Penelitian yang dipublikasikan oleh Academy of General Dentistry’s (AGD) menyebutkan bahwa aloe vera yang dimasukkan dalam komposisi pasta gigi, dapat mencegah gigi berlubang. Dalam penelitian tersebut, peneliti membandingkan dua pasta gigi yang sudah sangat populer, yang satu memiliki kandungan aloe vera dan yang satu tidak. Pasta gigi yang memiliki kandungan aloe vera terbukti lebih mampu mencegah gigi berlubang dari pada yang tidak mengandung aloe vera. Pada pasta gigi yang tidak mengandung aloe vera, mereka hanya mencegah gigi berlubang hanya dengan mengendalikan bakteri mulut dan ternyata itu kalah efektif dengan yang berkandungan aloe vera.

Menurut peneliti aloe vera memiliki kandungan anthraquinone, suatu komponen yang secara aktif menyembuhkan dan mengurangi sakit karena efek antiradang yang dimilikinya ini dapat mencegah sakit gigi dan gusi. Diketahui bagian aloe vera yang banyak memiliki kandungan anthraquinone adalah yang berada di dekat pusat tanaman.

2. Mengatasi konstipasi

Regulator Jerman untuk produk-produk herbal menyetujui penggunaan aloe vera sebagai obat tradisional untuk terapi pengobatan konstipasi. Mereka merekomendasikan dosis 50 mg hingga 200 mg getah aloe vera yang diminum dalam bentuk cair atau kapsul sekali sehari selama sepuluh hari. Sementara itu FDA Amerika Serikat pada tahun 2002 mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan data yang cukup mengenai efikasi dan keamanan produk aloe vera, sehingga mereka tidak menyetujui aloe vera untuk digunakan dalam terapi konstipasi.

3. Luka akibat induksi diabetes

Berdasarkan penelitian Sinhgad College of Pharmacy, India, aloe vera dapat digunakan untuk merawat luka yang diakibatkan oleh induksi diabetes. Aloe vera secara signifikan dapat menyembuhkan luka bahkan hingga luka tersebut tertutup dan sembuh. Mereka menguji coba hal itu pada tikus diabetes. Hal itu membuka peluang solusi terapi pengobatan baru untuk mengobati borok pada kaki yang disebabkan oleh induksi diabetes.

4. Antioksidan dan antibakteri

Aloe vera sering diaplikasikan pada kulit karena diyakini memiliki khasiat sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian dari University of Las Palmas de Gran Canaria, Spanyol, menyatakan bahwa pihaknya mengekstrak methanol dari daun aloe vera kemudian mereka teliti apakah memiliki khasiat bagi kesehatan. Mereka memfokuskan penelitian pada manfaatnya sebagai antioksidan dan antibakteri. Salah satu contoh bakteri yang sering dinyatakan kebal terhadap berbagai antibiotik seperti bakteri Mycoplasma dinyatakan dapat dihancurkan substansinya oleh antimycoplasmic yang ada pada hasil methanol hasil ekstraksi aloe vera tadi.

Mereka menemukan bahwa daun aloe vera banyak memiliki antimycoplasmic dan mereka menyimpulkan bahwa aloe vera merupakan sumber antioksidan yang sangat baik.

5. Melindungi kulit dari sinar UV (ultra violet)

Ilmuwan di Kyung Hee University Global Campus di Korea Selatan ingin mencari tahu apakah hasil ekstraksi tunas aloe vera dan aloe vera dewasa memiliki evek perlindungan terhadap dampak negatif dari sinar UVB yang memapar kulit. Apakah aloe vera mampu melindungi kulit dari paparan sinar UV matahari? Hasilnya, ekstraksi tadi mampu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UVB dan ternyata tunasnya lebih memiliki efek perlindungan dari pada daun aloe vera dewasa.

6. Melindungi kulit dari kerusakan akibat terapi radiasi

Penelitian yang dilakukan oleh University of Naples, Italia, menguji coba lima jenis krim topikal yang diklaim memiliki efek perlindungan pada kulit pasien kanker yang menjalankan terapi radiasi, dalam kasus tersebut yang diteliti adalah pasien kanker payudara. Satu dari lima krim tersebut memiliki kandungan aloe vera. Mereka kemudian membedakan atau membagi 100 pasien dalam lima grup yang berarti setiap grupnya terdiri dari 20 orang yang kemudian setiap grup diberikan krim yang berbeda-beda. Mereka mengaplikasikan krim itu dua kali sehari, dimulai dari 15 hari sebelum terapi radiasi, hingga satu bulan setelahnya.

Selama periode 6 minggu, partisipan dilakukan pemantauan. Hasilnya semua krim mampu mengurangi efek samping pada kulit akibat terapi radiasi. Hal itu membuktikan aloe vera yang ada pada salah satu krim memiliki efek perlindungan terhadap terapi radiasi.

7. Mengatasi depresi, meningkatkan daya ingat, dan konsentrasi

Penelitian yang ada pada Nutritional Neuroscience menemukan bahwa berdasarkan hasil percobaan pada hewan mencit, aloe vera mengurangi depresi, meningkatkan daya ingat, dan juga meningkatkan proses “belajar” pada mencit itu. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan efek yang sama pada manusia.

8. Menyembuhkan luka bakar

Tim bedah plastik membandingkan gel aloe vera dengan kirm 1% silver sulphadiazine untuk terapi luka bakar derajat ketiga. Pasien yang diberikan gel aloe vera secara signifikan sembuh dan pulih lebih cepat dibandingakan dengan pasien yang diberi krim 1% silver sulphadiazine. Temuan itu diplublikasikan dalam Journal of Pakistan Medical Association.

9. Menurunkan kadar gula darah

Berdasarkan jurnal Phytomedicine, mengonsumsi dua sendok makan jus aloe vera per hari dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Ini membuka peluang bahwa di masa depan, aloe vera dapat digunakan untuk terapi diabetes.

10. Mencegah dan mengobati rambut rontok

Alopesia atau rambut rontok sering dialami oleh mereka yang berusia di atas 40 tahun, namun tidak berarti yang berusia muda juga tidak akan mengalaminya. Umumnya itu disebabkan kulit kepala tidak mampu mengatasi hidrotestosteron atau testosteron yang rusak.

Banyak produsen obat anti rontok atau shampoo yang memasukkan aloe vera sebagai salah satu kandungannya karena aloe vera memang memiliki kemampuan untuk mendorong pertumbuhan rambut sekaligus memperkuatnya. Aloe vera memiliki kandungan penyubur, dengan segudang vitamin dan mineral yang dapat meregenerasi rambut agar tumbuh dengan baik dan sehat. Aloe vera memperkuat folikel rambut dan meregenerasi jaringan kulit kepala. Hal itu diperkuat dengan studi yang dipublikasikan di Journal of Pharmacology.


Hasil uraian di atas membuktikan bahwa aloe vera secara ilmiah memang memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan.

Daftar pustaka:

[bg_collapse view=”button-blue” color=”#fff” expand_text=”Show ” collapse_text=”Hide” ]

  • Healing power of aloe vera proves beneficial for teeth and gums, too. https://www.eurekalert.org/pub_releases/2009-07/aogd-hpo071709.php. Diakses 02 April 2019
  • 15 health benefits of Aloe Vera. https://alivebynature.com/15-health-benefits-of-aloe-vera/. Diakses 02 April 2019
  • Aloe Vera. https://www.webmd.com/diet/supplement-guide-aloe-vera. Diakses 02 April 2019
  • Aloe Vera 101: What It’s Good for, and Its Proposed Benefits and Possible Side Effects. https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/diet/aloe-vera-benefits-risks-uses-more/. Diakses 02 April 2019
  • Aloe Vera Benefits: Heal Skin, Constipation & Immune System. https://draxe.com/aloe-vera-benefits/. Diakses 02 April 2019

[/bg_collapse]

Tags: tanaman lidah buya dan manfaat di bidang farmasi dan kandungan senyawa aktif
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Aloe Vera (Lidah Buaya) Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Aloe Vera (Lidah Buaya), yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Aloe Vera (Lidah Buaya)?

Jika Anda lupa menggunakan Aloe Vera (Lidah Buaya), segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Aloe Vera (Lidah Buaya) Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Aloe Vera (Lidah Buaya)?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Aloe Vera (Lidah Buaya) yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 2 April). Aloe Vera (Lidah Buaya). Diakses pada 9 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/aloe-vera-lidah-buaya/


Format MLA (Modern Language Association)

"Aloe Vera (Lidah Buaya)". Farmasi-id.com. 2 April 2019. 9 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/aloe-vera-lidah-buaya/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Aloe Vera (Lidah Buaya)", 2 April 2019, <https://www.farmasi-id.com/aloe-vera-lidah-buaya/> [Diakses pada 9 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda