ALMEN

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Penyakit Neurodegeneratif > ALMEN

By | 05/09/2018

Kandungan

Donepezil HCl.

Indikasi

Terapi simtomatik untuk demensia ringan s/d sedang pada penyakit Alzheimer.

Pemberian Obat

Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.

Kontra Indikasi

Hipersensitif terhadap derivat piperidin.

Perhatian

Dpt memperberat efek relaksasi otot suksinilkolin selama pemberian anestesi. Sindrom Sick-sinus, defek konduksi supraventrikuler lain, riwayat penyakit GI, asma atau penyakit paru obstruktif, pasien yang sedang menggunakan OAINS. Hamil & laktasi.

Efek Samping yang Mungkin Timbul

Diare, kram otot, lemah, mual, muntah, insomnia, pusing, peningkatan kadar kreatinin kinase plasma.

Interaksi Obat

Antikolinergik, obat kolinomimetik, golongan penghambat kolin esterase lain, suksinilkolin, obat penghambat neuromuskuler lain atau agonis kolinergik.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis

Dws & lanjut usia Awal 5 mg/hari, diberikan pada sore hari sblm tidur. Dpt ditingkatkan hingga maks 10 mg/hari sesudah 1 bln dilakukan penilainan klinis terhadap dosis terapi 5 mg/hari.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 3 strip @ 10 tablet salut selaput 5 mg

Izin BPOM

DKL1308019517A1

Produsen

Guardian Pharmatama

Sekilas Tentang Penyakit Neurodegerenatif

Penyakit neurodegereratif adalah penyakit yang diakibatkan hilangnya struktur atau fungsi neuron secara progresif, termasuk kematian neuron. Banyak penyakit neurodegeneratif termasuk amyotrophic lateral sclerosis, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, dan penyakit Huntington terjadi sebagai akibat dari proses neurodegeneratif. Penyakit-penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan, menghasilkan degenerasi progresif dan atau kematian sel-sel neuron. Ketika penelitian berlangsung, banyak kemiripan muncul yang menghubungkan penyakit ini satu sama lain pada tingkat sub-seluler. Menemukan kesamaan ini memberikan harapan untuk kemajuan terapi yang dapat memperbaiki kondisi akibat penyakit secara bersamaan. Ada banyak persamaan antara gangguan neurodegeneratif yang berbeda termasuk protein atipikal buatan maupun kematian sel yang diinduksi. Regenerasi saraf dapat ditemukan di berbagai tingkat sirkuit neuron mulai dari molekul hingga sistemik.

Faktor risiko terbesar untuk penyakit neurodegeneratif adalah penuaan. Mutasi DNA mitokondria dan juga stres oksidatif berkontribusi pada penuaan. Banyak dari penyakit ini yang datang di akhir, artinya ada beberapa faktor yang berubah seiring bertambahnya usia seseorang untuk setiap penyakit. Salah satu faktor konstan adalah bahwa pada setiap penyakit neuron secara bertahap kehilangan fungsi seiring dengan bertambahnya usia penyakit. Ada pendapat bahwa akumulasi kerusakan DNA memiliki hubungan sebab akibat yang mendasari antara penuaan dan penyakit neurodegeneratif.