Alizapride

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antiemetik > Alizapride

By | 17/05/2019

Kandungan dan Komposisi Alizapride

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Alizapride digunakan dalam terapi mual dan muntah termasuk mual dan muntah pasca operasi.

Farmakologi

Alizapride termasuk dalam golongan obat antagonis dopamin. Ia memiliki efek antiemetik karena memiliki aktifitas antagonis pada reseptor D2 pada zona pemicu kemoreseptor di dalam sistem saraf pusat. Hal ini mencegah mual dan muntah yang dipicu oleh rangsangan tertentu. Secara struktur mirip dengan metoclopramide dan sejenisnya yang bekaitan dengan emesis dan prokinetik.

Farmakokinetik:

  • Penyerapan: Diserap dengan baik setelah pemberian secara oral.
  • Ekskresi: Diekskresikan terutama tidak berubah dalam urin. Paruh eliminasi: sekitar 3 jam.

Kontra Indikasi

Alizapride dikontraindikasikan pada pheochromocytoma, penderita penyakit parkinson, perforasi atau sub-oklusi gastro intestinal dan kondisi aktivasi motilitas GI lainnnya.

Perhatian

  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan ginjal;
  • Kemungkinan akan menggangu kemampuan mengemudi dan mengoperasikan mesin.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan alizapride antara lain mengantuk, pusing, sakit kepala, diare, gejala ekstrapiramidal, amenorea, dan galaktorea.

Interaksi Obat

  • Hindari penggunaan alkohol selama penggunaan alizapride;
  • Efikasi berkurang dengan penggunaan apomorphine, brexpipazole, bromocriptine, dan cabergoline;
  • Risiko efek samping meningkat dengan pemberian benzatropine dan deutetrabenazine.

Dosis dan Aturan Pakai

Mual dan muntah

Pomberian PO:

Dewasa:

75-300 mg/hari dalam dosis terbagi.

Mual dan muntah yang berhubungan dengan kemoterapi kanker

Pemberian IV/IM:

Dewasa: 2-5 mg/kg/hari dalam dua dosis terbagi (dosis pertama 30 menit sebelum dan dosis kedua 4-8 jam setelah pemberian kemoterapi). maksimal 4,5 g/kemoterapi.

Rute Pemberian

Oral, IM, IV

Nama Brand

Alizaprida Humax, Nausilex, Limican, Litican, Plitican, Plitivan, Superan, Vergentan

Sekilas Tentang Obat Antiemetik

Antiemetik adalah obat yang efektif melawan muntah dan mual. Antiemetik biasanya digunakan untuk mengobati mabuk perjalanan dan efek samping analgesik opioid, anestesi umum, dan kemoterapi yang diarahkan melawan kanker. Mereka dapat digunakan untuk kasus gastroenteritis yang parah, terutama jika pasien mengalami dehidrasi.

Beberapa antiemetik yang sebelumnya dianggap menyebabkan cacat lahir, tampaknya aman untuk digunakan oleh wanita hamil dalam pengobatan mual di pagi hari dan hiperemesis gravidarum yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa tipe dari obat antiemetik:


    Antagonis reseptor 5-HT3 memblokir reseptor serotonin di sistem saraf pusat dan saluran pencernaan. Dengan demikian mereka dapat digunakan untuk mengobati mual & muntah obat pasca operasi dan sitotoksik. Namun, mereka juga bisa menyebabkan konstipasi atau diare, mulut kering, dan fatigue.

    1. Dolasetron

    2. Granisetron

    3. Ondansetron

    4. Tropisetron

    5. Palonosetron


    ----------------------
    Antagonis dopamin bekerja pada batang otak dan digunakan untuk mengobati mual dan muntah yang berhubungan dengan kanker, penyakit radiasi, opioid, obat sitotoksik, dan anestesi umum. Efek samping termasuk kejang otot dan kegelisahan.

    1. Domperidone

    2. Olanzapine

    3. Haloperidol (terbatas manfaatnya oleh efek samping ekstra-piramidal dan sedatif)

    4. Alizapride

    5. Prochlorperazine

    6. Chlorpromazine (Penggunaan dibatasi oleh sifat penenang)


    ----------------------
    Antagonis reseptor NK1

    1. Aprepitant

    2. Casopitan

    3. Rolapitant


    ----------------------
    dan masih ada tipe-tipe antiemetik yang lain.