ACICLOVIR

Farmasi-id.com > Mata > Antiinfeksi & Antiseptik Mata > ACICLOVIR

By | 30/09/2018

Indikasi

Infeksi virus herpes simpleks pada kulit & selaput mukosa, termasuk herpes genital awal & rekuren, herpes zoster (herpes zoster) & varicella (cacar air). Penekanan infeksi herpes simpleks (pencegahan kekambuhan) pada pasien yang immune-competent. Profilaksis infeksi herpes simpleks pada pasien immunocompromised.

Farmakologi

Aciclovir dikonversi menjadi aciclovir monophosphate oleh virus-specific thymidine kinase kemudian diubah menjadi aciclovir triphosphate oleh enzim seluler lainnya. Aciclovir triphosphate menghambat sintesis DNA dan replikasi virus dengan cara berkompetisi dengan deoxyguanosine trifosfat untuk polimerase DNA virus dan dimasukkan ke dalam DNA virus.

  • Inhibisi kompetitif terhadap DNA polymerase virus.
  • Bergabung ke dalam dan memotong rantai DNA virus yang sedang bertumbuh.
  • Inaktivasi DNA polymerase virus.

Kontra Indikasi

Hipersensitif.

Efek Samping

  • Gatal-gatal/skin rash.
  • Gangguan gastrointestinal, termasuk: nausea, vomiting, diare, dan nyeri abdominal.
  • Peningkatan sementara enzym hati, peningkatan urea darah dan kreatinin; sakit kepala, reaksi neurologis dan fatigue.
  • Berpotensi fatal: Gagal ginjal, purpura thrombocytopenic / sindrom uraemic hemolitik pada pasien immunocompromised, anafilaksis.

Peringatan dan Perhatian

Hati-hati pemberian pada wanita yang sedang menyusui.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Parameter Pemantauan

Monitor fungsi ginjal, hati dan hematologis.

Overdosis

Gejala: Peningkatan BUN dan kreatinin serum, gagal ginjal berikutnya, anuria, agitasi, koma, letargi, kejang.

Penatalaksanaan: Pertimbangkan penggunaan hemodialisis sampai fungsi ginjal pulih.

Interaksi Obat

  • Probenecid, cimetidine dan mycophenolate mofetil dapat meningkatkan konsentrasi plasma asiklovir.
  • Meningkatnya efek nefrotoksik dengan obat-obatan yang mempengaruhi fisiologi ginjal (misalnya ciclosporin, tacrolimus).

Mekanisme Aksi

  • Absorpsi: Diserap dengan buruk dari saluran pencernaan. Sedikit penyerapan setelah aplikasi topikal ke kulit. Bioavailabilitas: Sekitar 10-20% (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke jaringan tubuh dan cairan termasuk CSF. Menembus plasenta dan didistribusikan ke ASI. Volume distribusi: 0,8 L / kg. Mengikat protein plasma: 9-33%.
  • Metabolisme: Dikonversi oleh enzim virus menjadi aciclovir monophosphate, dan selanjutnya dikonversi menjadi difosfat kemudian trifosfat (bentuk aktif) oleh enzim seluler.
  • Ekskresi: Melalui urin (hingga 14% sebagai metabolit 9 karboksimetoksimetilguanin yang tidak aktif). Waktu paruh plasma: Sekitar 2-3 jam.

Cara Penyimpanan

Simpan antara suhu 15-25 ° C.

Dosis

Tablet

Dewasa

Pengobatan Herpes simpleks:

200 mg 5 x/ hr setiap 4 jam selama 5 hari.

Penekanan herpes simpleks pada pasien immuno-competent:

200 mg 4x/ hr setiap 6 jam.

Profilaksis herpes simpleks pada pasien immunocompromised:

200 mg 4x/ hr setiap 6 jam.

Herpes zoster:

800 mg 5x/ hr setiap 4 jam selama 7 hari. Pasien dengan kerusakan ginjal berat (CrCl 10 mL / mnt) 200 mg 2x/ hr setiap 12 jam.

Herpes zoster dengan kerusakan ginjal berat:

800 mg 2x/ hr setiap 12 jam.

Herpes zoster dengan gangguan ginjal ringan (CrCl 10-25 mL / mn):

800 mg 3x/ hr.

Anak

Terapi herpes simpleks & profilaksis herpes simpleks pada pasien immunocompromised:

> 2 thn Dosis dewasa, <2 thn 1/2 dosis dewasa.

Krim

Dws & anak Oleskan 5 x/hr, tiap 4 jam, tanpa dosis malam. Lanjutkan terapi selama 5 hr & terapi dpt diteruskan hingga 10 hr jika blm tjd penyembuhan.

Rekonstitusi

Intravena:

Tambahkan 10 mL atau 20 mL air steril untuk injeksi ke botol yang diberi label aciclovir 500 mg atau 1.000 mg, untuk menyediakan larutan yang mengandung 50 mg / mL. Dosis yang tepat dari larutan dilarutkan kemudian harus ditarik dari vial dan diencerkan dengan 50-125 mL infus larutan IV yang kompatibel.

Ketidakcocokan

Produk darah dan larutan yang mengandung protein. Y-site: Amifostine, amsacrine, aztreonam, kafein sitrat, cefepime, ciclosporin, dobutamine, dopamine, fludarabine, foscarnet, gemcitabine, idarubicin, levofloxacin, ondansetron, pantoprazole, piperacillin / tazobactam, sargramostim, TrophAmine®, vinorelbine.

Pemberian Obat

Tablet Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan: Dapat diberikan saat makan utk mengurangi rasa tidak nyaman pada GI.

Nama Brand

Acyclovir, Clinovir, Clopes, Clovika, Danovir, Herax, Lovires, Molavir, Palovir, Poviral, Scanovir, Viralis, Vircovir, Virdam, Vireth, Virules, Zoter, Zyclorax, Zyclorax

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Informasi lengkap mengenai infeksi dapat Anda baca di sini.
Sekilas Tentang Antivirus
Antivirus merupakan zat yang digunakan untuk membasmi, menghambat pertumbuhan virus. Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).
Sekilas tentang mata dan penyakitnya

Mata adalah organ penglihatan. Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia pada sel saraf. Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan ke semua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat di belakangnya terdapat pupil, fungsi dari pupil sendiri adalah untuk mengatur insensitas cahaya yang masuk ke mata.

Selain pupil ada juga bagian mata yang disebut selaput pelangi, fungsinya adalah memberi warna pada mata, selaput pelangi juga dapat mengubah ukuran pupil secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada di tempat gelap pupil akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, pupil akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata.

Berikut adalah berbagai macam penyakit pada mata:

  • Miopi
    Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.

  • Hipermetropi
    Hipermetropi yaitu seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.

  • Presbiopi
    Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia.

  • Kerabunan dan kebutaan
    Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apa pun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Bayi yang lahir prematur dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu, juga dapat mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP) dan dapat mengalamai ganguan penglihatan hingga kebutaan total, jika tidak diterapi secepatnya. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" menggunakan jari-jarinya dengan alat bantu berupa huruf Braille.

  • Buta warna
    Buta warna adalah suatu kondisi seseorang tidak mampu merepresentasikan warna. Buta warna total sama sekali tidak dapat membedakan warna, yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih (grey scale). Sedangkan jika tidak bisa membedakan warna tertentu disebut buta warna parsial. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan, artinya jika seseorang buta warna, pasti anaknya juga mewarisi gen buta warna, namun belum tentu menderita buta warna.

  • Katarak
    Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan, terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
    Astigmatis = ketidakaturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina (bintik kuning). Dapat dibantu dengan kacamata silinder/Operasi refraktif.

  • Rabun senja
    Rabun senja adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.


Sekilas tentang antivirus topikal

Antivirus merupakan zat yang digunakan untuk membasmi, menghambat pertumbuhan virus. Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).

Terapi topikal merupakan pengobatan/terapi yang pemberiannya diterapkan ke kulit, seperti dengan krim, gel, atau salep.
Sekilas tentang antiseptik dan antiinfeksi mata

Obat mata golongan antiseptik dan antiinfeksi digunakan pada gangguan mata karena adanya infeksi oleh mikroba, masuknya benda asing ke dalam kornea mata atau kornea mata luka/ulkus.


Kandungan obat antiseptik dan antiinfeksi mata selain pembawa yang harus steril dan inert (tidak menimbulkan efek pada mata atau tidak bereaksi dengan zat aktifnya/obat) dalam bentuk tetes atau salep, juga zat aktifnya merupakan antibiotik/antiseptik atau antivirus dengan berbagai golongan.


Pemilihan obat antiseptik dan antiinfeksi mata tergantung mikroba yang menginfeksi mata, kemudian disesuaikan dengan zat aktif obat mata. Dokter spesialis mata lah yang ahli menentukan jenis penyebab penyakit dan obat mata pilihannya.


Berikut jenis zat aktif yang ada dalam obat antiseptik dan antiinfeksi mata :



  • Sulfacetamid NaTersedia dalam bentuk sediaan tetes mata dengan kandungan zat aktif (Sulfasetamid Na) 10 %.

  • Ciprofloxacin HClTersedia dalam bentuk sediaan tetes mata dengan kandungan zat aktif (Siprofloksasin HCl) 3 mg/mL atau 0,3%.

  • TobramycinTersedia dalam bentuk sediaan tetes mata dengan kandungan zat aktif (Tobramisin) 3 mg/mL atau 0.3%. Sedangkan sediaannya dalam bentuk salep mata juga mengandung 0,3 % zat aktif.

  • Chloramphenicol dan kombinasinyaTersedia dalam bentuk sediaan tetes mata dengan kandungan zat aktif (Kloramfenikol) 0,5% dan 1 %. Sedangkan sediaannya dalam bentuk salep mata juga mengandung 1 % zat aktif. Obat mata yang mengandung Kloramfenikol biasa juga dikombinasi dengan Polymixin B Sulfat.

  • LevofloxacinTersedia dalam bentuk sediaan tetes mata dengan kandungan zat aktif (Levofloksasin) 0.5%.

  • Dibekacin SulfatTersedia dalam bentuk sediaan tetes mata dengan kandungan zat aktif (Dibekasin Sulfat) 0.3%.

  • Fusidic acidTersedia dalam bentuk sediaan tetes mata dengan kandungan zat aktif (Asam Fusidat) 1%.

  • Gentamycin SulfatTersedia dalam bentuk sediaan tetes mata dan salep mata dengan kandungan zat aktif (Gentamisin Sulfat) 0,3%.

  • Oxytetracycline dan turunannyaTersedia dalam bentuk sediaan tetes mata dan salep mata dengan kandungan zat aktif (Oksitetrasiklin) 1%. Ada juga yang dikombinasi dengan Polimiksin B Sulfat.

  • Kombinasi Neomycin Sulfat dan antibiotik lainnyaUntuk sediaan tetes mata Neomisin Sulfat dikombinasi dengan Polymixin B Sulfat dan Phenylephrine atau Polymixin B Sulfat dan Gramicidin. Sedangkan sediaan salep matanya Neomycin Sulfat dikombinasi dengan Polymixin B Sulfat atau Bacitracin

  • OfloxacinTersedia dalam bentuk sediaan tetes mata dengan kandungan zat aktif (Ofloksasin) 0,3%.

  • AcyclovirTersedia dalam bentuk sediaan salep mata dengan kandungan zat aktif (Asiklovir) 3%.


Cara menggunakan salep mata yang benar

Bagaimana Cara Menggunakan Salep Mata?
Jika Anda menggunakan salep mata, ada beberapa hal yang harus diketahui dan dilakukan agar penggunaannya tepat. Lakukan beberapa hal ini sebelum dan selama memakai salep mata.



  • Cuci tangan sebelum mulai memakai salep.

  • Duduk di depan cermin agar Anda dapat melihat setiap prosesnya.

  • Buka tutup salep, kemudian dongakkan kepala Anda.

  • Tarik kelopak mata bawah secara perlahan-lahan, lalu arahkan pandangan mata Anda ke atas tanpa menggerakkan kepala.

  • Tekan kemasan salep sampai salep muncul sekitar 1 cm dan oleskan ke bagian dalam kelopak mata bawah.

  • Hindari kemasan salep menyentuh mata atau bulu mata agar salep tidak terkontaminasi oleh bakteri atau virus.

  • Setelah salep menempel di mata, kedip-kedipkan mata agar salep merata.

  • Sesaat setelah salep berada di mata, pandangan Anda menjadi buram, tapi kondisi ini akan menghilang setelah salep merata dan meresap.

  • Bersihkan sisa salep di sekitar luar mata menggunakan tisu.

  • Apabila Anda harus memakai lebih dari satu kali, tunggulah 30 menit sebelum Anda mengoleskan salep berikutnya.

  • Apabila Anda harus memakai obat tetes mata dan salep mata, gunakan obat tetes mata terlebih dahulu, tunggu lima menit, kemudian gunakan


Cara Menyimpan Salep Mata yang Benar

Kemasan salep mata harus bersih dan bebas dari kuman. maka dari itu, salep mata yang sudah dibuka tidak boleh disimpan sembarangan. Berikut cara yang benar dalam menyimpan kemasan salep mata agar terhindar dari kontaminasi dan menghindari efek samping saat digunakan lagi.



  • Tutup rapat salep mata dan simpan di ruangan yang sejuk, kering, dan terhindar dari cahaya matahari langsung.

  • Hindari bagian ujung kemasan (bagian tempat keluarnya salep) terkena kulit, mata, atau benda-benda lain agar tidak terkontaminasi bakteri.

  • Jangan menggunakan satu kemasan salep bergantian dengan orang lain.

  • Baca tanggal kedaluwarsa produk salep. Segera buang produk setelah melewati batas tanggal kedaluwarsanya.

  • Jauhkan salep mata dari jangkauan anak-anak.

  • Jangan memakai salep mata ketika sedang mengenakan lensa kontak.

  • Jika setelah memakai salep mata keadaan mata justru menjadi lebih buruk, segera hubungi dokter.

  • Apabila Anda merasa belum nyaman atau tidak bisa menggunakan salep mata sendiri, mintalah bantuan orang lain untuk mengoleskannya pada mata Anda. Tapi sebelumnya jangan lupa untuk memastikan orang tersebut turut menerapkan cara-cara memakai salep mata yang benar seperti di atas.


Cara Menggunakan Tetes Mata yang Benar

Saat Anda mengalami gangguan mata seperti mata terasa kering atau merah, penggunaan obat tetes mata bisa menjadi salah satu solusi. Ketahui dengan benar bagaimana penggunaan obat tetes mata yang tepat demi kesehatan mata Anda.


Namun sebelum menggunakannya ada baiknya Anda ketahui terlebih dahulu cara penggunaan dan kandungan yang ada dalam obat tersebut.


Kandungan dasar obat tetes mata adalah saline atau air garam. Bahan tambahan dari masing-masing obat tetes mata disesuaikan dengan tujuan penggunaan, bisa berupa bahan pelumas, sebagai air mata buatan, dan mengatasi mata merah.


Jenis Obat Tetes Mata

Untuk mengatasi gangguan pada mata, Anda perlu memilih obat tetes mata yang tepat. Pada dasarnya, ada tiga jenis obat tetes mata yang dapat dibeli bebas, yaitu yang digunakan untuk mengatasi mata merah atau iritasi, mengatasi alergi, dan produk obat tetes mata jenis artificial tears atau air mata buatan.


Obat tetes mata antiiritasi


Obat tetes mata yang satu ini membantu mengurangi mata merah akibat iritasi mata. Disarankan untuk tidak terlalu sering menggunakannya karena justru bisa memperparah iritasi, terutama jika digunakan selama beberapa hari secara berturutan. Obat tetes ini juga bisa membuat mata jadi ketergantungan, artinya warna mata justru akan memerah jika pemakaian dihentikan.


Obat tetes mata antialergi


Membantu mengurangi mata merah, mata berair, dan gatal akibat alergi serbuk sari, jamur, rambut, atau bulu binatang. Gunakan sesuai kebutuhan, sesuai instruksi yang ada di kemasan produk.


Obat tetes mata buatan


Obat tetes yang mirip air mata ini mampu membuat mata tetap lembap hingga menjadi pilihan utama untuk mengatasi mata kering, atau mengobati iritasi akibat alergi ringan atau gesekan lensa kontak.


Bagaimana Cara Pakainya?


Berikut langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan ketika menggunakan obat tetes mata:



  • Cek botol kemasan obat tetes mata yang akan digunakan. Obat tetes mata harus dalam kondisi steril ketika digunakan. Cek juga masa pakai obat yang tertera pada kemasan.

  • Cuci tangan hingga bersih sebelum menggunakan obat tetes mata.

  • Kocok botol obat tetes mata pelan-pelan sebelum digunakan.

  • Dongakkan wajah, kemudian tarik kelopak mata bagian bawah dengan perlahan.

  • Tekan kemasan untuk meneteskan obat ke kelopak mata bagian bawah. Kemudian, kedipkan mata agar obat tetes mata itu menyebar ke seluruh bagian mata.

  • Jangan sampai ujung botol atau kemasan obat tetes mata menyentuh permukaan mata. Hal ini perlu diperhatikan untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam botol obat tetes mata.

  • Jika perlu menggunakan beberapa jenis obat tetes mata bersamaan, beri jeda waktu selama sekitar lima menit.

  • Untuk dosis penggunaan, lihat label kemasan produk atau sesuai dengan rekomendasi dokter.

  • Jika obat mata yang Anda peroleh dari resep dokter, mintalah penjelasan dokter lebih lanjut mengenai hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan, saat menggunakan obat tetes mata.

  • Jika kesulitan meneteskan obat tetes mata sendiri, Anda bisa meminta bantuan orang lain untuk meneteskannya pada mata Anda yang sakit.


Kenali Tanda Bahaya


Menggunakan obat tetes mata yang dapat dibeli bebas bisa menjadi solusi yang mudah. Namun, jika obat tetes mata yang digunakan tidak memberikan efek yang diharapkan, atau justru membuat kondisi mata memburuk dan timbul gejala gangguan lain pada mata, segera hentikan penggunaan obat tetes mata tersebut dan kunjungi dokter spesialis mata. Informasikan produk obat tetes mata yang digunakan kepada dokter.


Mata merupakan organ penting yang harus dijaga kondisi kesehatan dan kebersihannya. Gunakan obat tetes mata, jika terjadi gangguan ringan. Segera konsultasi ke dokter spesialis mata jika kondisi tidak segera membaik atau timbul gejala lain.