Zorvolex

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) > Zorvolex

By | 30/04/2019

Kandungan dan Komposisi Zorvolex

Diclofenac

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Menghilangkan rasa sakit dan peradangan (inflamasi) pada berbagai kondisi nyeri ringan hingga sedang seperti sakit otot, sakit punggung, sakit gigi, dismenore, sakit setelah berolahraga, kekauan sendi, dan arthritis.

Kontra Indikasi

Hipersensitif.

Efek Samping

  • Gangguan perut, mual, mulas, diare, sembelit, sakit kepala, mengantuk, pusing, peningkatan tekanan darah.
  • Jarang dan serius: pembengkakan tangan atau kaki (edema), kenaikan berat badan tiba-tiba, telinga berdenging, perubahan mood, sakit dan sulit saat menelan, kelelahan, leher kaku, ruam, gatal, kesulitan bernapas.

Peringatan dan Perhatian

  • Sebelum mengonsumsi diclofenac beritahu dokter Anda jika menggunakan obat seperti ibuprofen, naproxen, celecoxib, aspirin dan OAINS lainnya.
  • Beritahu dokter jika Anda memiliki riwayat asma terlebih jika terjadi setelah mengonsumsi obat OAINS, polip hidung, penyakit jantung, hipertensi, penyakit hati, masalah pencernaan, stroke, dan sebagainya.
  • Masalah ginjal dapat terjadi akibat penggunaan diclofenac, minumlah banyak air sesuai anjuran dokter untuk mencegah dehidrasi. Beritahu dokter jika jumlah pengeluaran urin berubah.
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing dan mengantuk. Jangan mengoperasikan mesin dan mengemudikan kendaraan saat menggunakan obat ini.
  • Obat ini dapat menyebabkan perdarahan lambung. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat perdarahan lambung.
  • Obat ini dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Gunakan sun block atau tabir surya saat ke luar ruangan.
  • Obat ini masuk menembus ke dalam ASI, pastikan gunakan hanya jika benar-benar dibutuhkan dan konsultasikan dengan dokter.

Interaksi Obat

Produk seperti aliskiren, ACE inhibitor seperti captropil, lisinopril, reseptor blocker angiotensin II seperti losartan & valsartan, cidofovir, lithium, methotrexate, obat diuretik seperti furosemide, dan kortikosteroid seperti prednisone dapat berinteraksi dengan diclofenac.

Penggunaan bersamaan dengan obat seperti clopidogrel, dabigatran, enoxaparin, dan warfarin dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Overdosis

Gejala overdosis yang dapat terjadi akibat penggunaan diclofenac seperti sakit perut yang parah, muntah yang terlihat seperti bubuk kopi, rasa mengantuk yang berat, pernapasan melambat dan dangkal, kejang.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis dan Aturan Pakai

Sesuai petunjuk dokter.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan

  • DKL1831541201A1, Dus, 3 strip @ 10 kapsul 18 mg
  • DKL1831541201A1, Bulk, drum 73.000 – 184.000 kapsul 18 mg
  • DKL1831541201B1, Dus, 3 strip @ 10 kapsul 35 mg
  • DKL1831541201B1, Bulk, drum 64.000 – 161.000 kapsul 35 mg

Produsen

Catalent Cts Llsc – USA

Pendaftar

Pratapa Nirmala

Sekilas Tentang Diclofenac Sodium

Diclofenac sodium adalah salah satu bentuk dari diclofenac yang merupakan suatu obat antiinflamasi non steroid (OAINS) yang digunakan untuk mengobati nyeri akibat inflamasi seperti asam urat.

Diclofenac pertama kali dipatenkan pada tahun 1965 dan mulai digunakan di Amerika Serikat pada 1988. Selain tersedia dalam bentuk sodium ia juga tersedia dalam bentuk garam potassium. Berbagai macam nyeri yang dapat diatasi dnegan diclofenac seperti dismenore, nyeri asam urat, arthritis, rheumatoid arthritis, sakit gigi, nyeri akibat batu ginjal, dan sebagainya. Cara kerja diclofenac adalah menghalangi sintesis prostaglandin. Obat ini ternyata juga memiliki efek bakteriostatik yang dapat mengganggi dan menghambat sintesis DNA bakteri.

sekilas tentang Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah kelas obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, mencegah pembekuan darah dan, dalam dosis yang lebih tinggi, mengurangi peradangan. Istilah nonsteroid membedakan obat ini dari steroid, walaupun memiliki efek antiinflamasi eicosanoid yang serupa dan memiliki berbagai efek lainnya. OAINS pertama kali digunakan pada tahun 1960, istilah ini digunakan untuk menjauhkan obat-obatan ini dari steroid, yang pada saat steroid distigma negatif akibat penyalahgunaan steroid anabolik. OAINS bekerja dengan menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan / atau COX-2). Dalam sel, enzim-enzim ini terlibat dalam sintesis mediator biologis utama, yaitu prostaglandin yang terlibat dalam peradangan, dan tromboksan yang terlibat dalam pembekuan darah.

Ada dua jenis OAINS yang tersedia yaitu non-selektif dan COX-2 selektif. Sebagian besar OAINS bersifat non-selektif, dan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. OAINS ini selain mengurangi peradangan, juga menghambat agregasi trombosit (terutama aspirin) dan meningkatkan risiko ulkus/perdarahan gastrointestinal. Inhibitor selektif COX-2 memiliki lebih sedikit efek samping gastrointestinal, tetapi meningkatkan trombosis dan secara substansial meningkatkan risiko serangan jantung. Akibatnya, inhibitor selektif COX-2 umumnya dikontraindikasikan karena risiko tinggi penyakit vaskular yang tidak terdiagnosis. Efek diferensial ini disebabkan oleh peran dan lokalisasi jaringan yang berbeda dari masing-masing isoenzim COX. Dengan menghambat aktivitas COX fisiologis, semua OAINS meningkatkan risiko penyakit ginjal dan serangan jantung.

OAINS yang paling dikenal adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen, semuanya tersedia secara bebas di sebagian besar negara. Paracetamol (acetaminophen) umumnya tidak dianggap sebagai OAINS karena hanya memiliki aktivitas anti-inflamasi kecil. Paracetamol mengobati rasa sakit terutama dengan memblokir COX-2, sebagian besar di sistem saraf pusat, tetapi tidak banyak di seluruh tubuh. Efek samping OAINS tergantung pada spesifik obat, tetapi sebagian besar mencakup peningkatan risiko ulkus dan perdarahan gastrointestinal, serangan jantung dan penyakit ginjal.
Sekilas Tentang PT. Pratapa Nirmala Fahrenheit
PT. Pratapa Nirmala Fahrenheit atau yang biasa kita kenal dengan nama Pratapa Nirmala atau Fahrenheit adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 8 Agustus 1988. Menurut informasi, asal kata penamaan perusahaan ini berasal dari bahasa Sansekerta, "Pratapa" yang berarti "glory" atau "kejayaan" dan "Nirmala" yang berarti "murni" yang singkatnya, untuk mencapai kejayaan, perusahaan perlu untuk mendapatkan loyalitas dan penghormatan dari pelanggan dan satu-satunya jalan untuk meraihnya adalah perusahaan harus mampu menjual produknya dengan bentuk yang murni dengan kualitas tinggi.

Fasilitas manufaktur perusahaan ini ada di Tangerang, Banten yang awalnya seluas dua hektar. Pada waktu itu perusahaan hanya memproduksi obat kardiovaskular dan vitamin dalam bentuk sediaan oral. Kemudian perusahaan terus meningkatkan teknologi dan fasilitas produksi dan pada tahun 1994, PT. Pratapa Nirmala Fahrenheit memproduksi produk sefalosporin dengan sediaan oral dan injeksi. Di tahun 1995 perusahaan mulai memproduksi produk small volume parenteral (SVP) dan juga produk-produk untuk mata. Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998 tidak menghambat perusahaan untuk bergerak maju bahkan terus memperluas dan menambah kapasitas produksinya untuk mengembangkan produk parenteral dengan volume yang lebih besar yang berfokus pada produk antibiotik. Di tahun 2004 perusahaan mulai memproduksi produk pengendali kehamilan baik untuk sediaan oral maupun injeksi hormonal.

Pengembangan fasilitas produksi terus dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan akan produk sefalosporin dalam sediaan oral dan injeksi pada tahun 2010. Tahun 2012 perusahaan berinvestasi pada fasilitas produksi SVP yang lebih besar dan pembangunannya selesai pada 2015 kemudian dilanjutkan pembangunan gedung baru untuk menambah kapasitas produksi hingga selesai pada 2017.

Saat ini PT. Pratapa Nirmala Fahrenheit telah memproduksi berbagai macam produk seperti untuk kardiovaskular, hematopoietik, pernapasan, metabolisme, pencernaan, sistem genitourinari, antibiotik dan vitamin dari bentuk oral, injeksi termasuk larutan IV. Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB, GMP oleh NA-FDC, ISO 9001:2000, ISO 9001:2008, dan lain-lain.

PT. Pratapa Nirmala Fahrenheit memiliki beberapa anak perusahaan seperti PT. Yarindo Farmatama yang bergerak dibidang produksi obat-obatan generik, PT. Dian Langgeng yang bergerak di bidang penyediaan alat-alat medis. Selain itu ada juga PT Fahrenheit Synthon Pharma yaitu perusahaan joint venture dengan Synthon BV dari Belanda. Perusahaan hasil joint venture ini berfokus pada produksi dan pengembangan produk-produk onkologi, neurologi, dan urologi.

Selain di Indonesia, produk-produk PT Pratapa Nirmala Fahrenheit telah dipasarkan di beberapa negara lain seperti Filipina, Myanmar, Singapura, dan Papua New Guinea.