Zocor

By | Januari 8, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Zocor

Brand

Merck Sharp & Dohme

Product Code

G

Kandungan dan Komposisi Zocor

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Zocor adalah:

Simvastatin

Simvastatin adalah obat yang digunakan dalam terapi perawatan dan pengobatan dislipidemia. Obat ini digunakan untuk mengurangi risiko gangguan jantung akibat ketidaknormalan kadar lipid. Dengan mengurangi atau menurunkan kadar lipid dalam darah maka risiko gangguan jantung akan berkurang. Ketidaknormalan jumlah lipid dalam darah disebut dengan dislipidemia dan di negara berkembang seperti Indonesia, dislipidemia yang sering terjadi adalah hiperlipidemia (jumlah lipid yang tinggi dalam darah) yang umumnya disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup.

Simvastatin bekerja dengan menghambat produksi kolesterol endogen di hati melalui penghambatan enzim hydroxymethylglutaryl-coenzyme A (HMG-CoA) reductase yang berpengaruh pada metabolisme dan transportasi lipid termasuk kolesterol LDL (Low-density Lipoprotein) dan VLDL (Very Low-density Lipoprotein).

Pemberian simvastatin dikontraindikasikan pada wanita hamil, wanita menyusui, dan penderita penyakit hati. Pada wanita hamil, penggunaan simvastatin dapat menyebabkan kecacatan janin/bayi. Oleh sebab itu tingkat keamanannya untuk digunakan oleh wanita hamil, oleh FDA dimasukkan dalam kategori X. Pemberian pada wanita menyusui juga harus dihindari karena simvastatin dapat masuk dalam ASI dan mempengaruhi metabolisme lipid bayi. Simvastatin diekskresi di dalam hati dan hati menjadi lokasi kerja utamanya, oleh sebab itu penggunaan simvastatin pada pasien penyakit hati sangat tidak disarankan.

Efek Samping yang mungkin dapat terjadi setelah penggunaan simvastatin antara lain gangguan pencernaan, nyeri sendi, kram otot, kelemahan daya ingat, dan eksim. Pada beberapa kasus ditemukan efek samping berupa sirosis hati, rhabdomyolysis. Reaksi alergi seperti ruam, gatal, bengkak, kesulitan menelan, dan pusing kemungkinan juga dapat terjadi.

Pasien pengguna simvastatin sebaiknya menghindari konsumsi jeruk karena dapat meningkatkan kadar serum simvastatin yang jika melebihi batas normal dapat mengakibatkan kerusakan otot. Obat-obatan lain juga dapat berinteraksi dengan simvastatin seperti fluconazole, itraconazole, posaconazole, erythromycin, clarithromycin, telithromycin, dan lain-lain.

Simvastatin pertama kali ditemukan pada tahun 80-an oleh ilmuwan dari Merck Pharmaceutical dengan melakukan proses fermentasi terhadap tanaman Aspergillus terreus. Simvastatin pertama kali dijual dengan nama brand Zocor. Karena sudah habis masa patennya, maka kemudian simvastatin berubah status menjadi produk generik.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Zocor

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Zocor adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Penyakit jantung koroner, menurunkan risiko kematian, kejadian vaskular mayor, kejadian koroner mayor, dan stroke. Mengurangi kebutuhan terhadap prosedur revaskularisasi koroner, perifer dan non koroner. Mengurangi risiko rawat inap di rumah sakit karena angina pektoris. Mengurangi risiko berkembangnya komplikasi makrovaskuler perifer. Memperlambat progresivitas aterosklerosis koroner pada pasien hiperkolesterolemia. Hiperlipidemia : tambahan terhadap diet untuk menurunkan kadar kolesterol total, LDL, trigliserida dan apolipoprotein B yang meningkat dan untuk meningkatkan HDL pada pasien hiperkolesterolemia primer termasuk hiperkolesterolemia familial heterozigot/homozigot atau hiperlipidemia kombinasi, dimana respons terhadap diet dan penanganan non farmakologi lain tidak adekuat. Terapi hipertrigliseridemia dan disbetalipoproteinemia.

Dosis dan Aturan Pakai Zocor

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Zocor:

Kisaran dosis : 5-80 mg/hari, diberikan sebagai dosis tunggal pada malam hari. Lakukan penyesuaian dosis selang waktu 4 minggu sesuai kebutuhan. Untuk risiko tinggi penyakit jantug koroner atau penyakit jantug koroner yang sudah ada : 40 mg/hari sebagai dosis tunggal pada malam hari. Dosis awal dapat ditingkatkan hingga 40 mg sebagai dosis tunggal pada pasien yang memerlukan penurunan padal LDL (>45%). Untuk hiperkolesterolemia ringan-sedang : awal 10 mg. Untuk hiperkolesterolemia familial homozigot : 40 mg/hari pada malam hari atau 80 mg/hari dalam 3 dosis terbagi dari 20 mg, 20 mg dan 40 mg pada malam hari.

Pemberian Obat Zocor

Hindari konsumsi jus grapefruit secara berlebih (> 1 L/hari)

Kontraindikasi Zocor

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Zocor dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Penyakit hati aktif, peningkatan persisten serum transaminase yang tidak dapat dijelaskan. Hamil dan laktasi. Hipersensitif.

Perhatian Penggunaan Zocor

Pasien yang mengkonsumsi alkohol dan atau memiliki riwayat penyakit hati. Jika terjadi gejala pada otot dan atau peningkatan yang jelas pada nilai kreatinin fosfokinase, hentikan pemberian obat. Pemberian Zocor pada wanita usia produktif hanya dilakukan jika peluang untuk tidak hamil besar/tinggi. Insufisiensi ginjal berat. Risiko tinggi miopati atau rabdomiolisis. Peningkatan transaminase serum. Jika nilai transaminase meningkat 3 kali dari batas atas nilai normal secara persisten, hentikan pemberian obat. Dianjurkan tes fungsi hati sebelum terapi dimulai dan secara periodik (semi tahunan) selama 1 tahun terapi atau sampai 1 tahun setelah peningkatan dosis terakhir pada semua pasien.

Efek Samping Zocor

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Zocor yang mungkin terjadi adalah:

Nyeri perut, kembung, konstipasi, asthenia, sakit kepala. Jarang : hepatitis dan reaksi hipersensitivitas.

Interaksi Obat Zocor

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Zocor antara lain:

Hati-hati jika digunakan bersama dengan antikoagulan kumarin dan kombinasi dengan obat yang menekan sistem imun, gemfibrozil, atau niasin dengan dosis yang dapat menurunkan kadar lemak, intrakonazol, ketokonazol, eritromisin, klaritromisin, penghambat protease HIV, nefazodon, amiodaron, verapamil, jus grapefruit.

Kemasan dan Sediaan Zocor

, Sediaan, Harga, dan Izin BPOM

Dus, 2 blister @ tablet 10 mg x 3 x 10, Rp 14.000/dus, DKI1485200417B1

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Zocor Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Zocor, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Zocor?

Jika Anda lupa menggunakan Zocor, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Zocor Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Zocor?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Zocor yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2015, 15 September). Zocor. Diakses pada 1 Desember 2020, dari https://www.farmasi-id.com/zocor/


Format MLA (Modern Language Association)

"Zocor". Farmasi-id.com. 15 September 2015. 1 Desember 2020. https://www.farmasi-id.com/zocor/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Zocor", 15 September 2015, <https://www.farmasi-id.com/zocor/> [Diakses pada 1 Desember 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *