Vola

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antiemetik > Vola

By | 02/11/2018

Kandungan dan Komposisi Vola

Domperidone.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

  • Mual dan muntah akut. Tidak dianjurkan pencegahan rutin pada muntah setelah operasi.
  • Mual dan muntah karena pemberian Levodopa dan Bromokriptin > 12 minggu.
  • Pengobatan simptom dispepsia fungsional. Tidak untuk jangka lama.
  • Anak-anak hanya untuk mual dan muntah pada kemoterapi kanker dan radioterapi.

Farmakologi

  • Domperidone merupakan antagonis dopamin yang mempunyai kerja anti emetik.
  • Efek Anti emetik dapat disebabkan oelh kombinasi efek periferal (gastrokinetik) dengan antagonis terhadap reseptor dopamin di kemoreseptor “triggerzone” yang terletak di luar sawar darah otak diarea  postrema.
  • Pemberian peroral Domperidone menambah lamanya kontraksi anal dan duodenum, meningkatkan pengosongan lambung dalam bentuk cairan dan setengah pada pada orang sehat, serta bentuk pada pada penderita yang pengosongannya terlambat dan menambah tekanan pada sfinker esofagus bagian bawah pada orang sehat.

Kontra Indikasi

  • Anak (kecuali untuk mencegah mual & muntah yang disertai dengan kemoterapi atau radioterapi).
  • Pasien dengan tumor hipofise yang melepaskan prolaktin.

Perhatian

Hamil, laktasi. Penggunaan jangka panjang. Disfungsi hati & ginjal.

Efek Samping

Sedasi, reaksi ekstrapiramidal distonik, penyakit Parkinson, diskinesia tardif (pada dws & lansia), galaktore, ginekomastia, mulut kering, sakit kepala, diare, ruam kulit, rasa haus, cemas, gatal.

Interaksi Obat

Obat Dpt mengurangi efek hipoprolaktinemia dr bromokriptin. Efek diantagonis oleh antimuskarinik & analgesik opiat.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis dan Aturan Pakai

Dispepsia fungsional:

Dws 10-20 mg 3 x/hari & 10-20 mg menjelang tidur malam. Lama terapi: maks 12 minggu.

Mual & muntah Dws (termasuk lansia):

10-20 mg dengan interval 4-8 jam. Anak 0.2-0.4 mg/kg BB/hari dengan interval 4-8 jam.

Pemberian Obat

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan 15-30 mnt sblm makan.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 10 strip @ 10 tablet 10 mg

Izin BPOM

DKL1706317610A1

Produsen

Erela

Sekilas Tentang Domperidone

Domperidone adalah suatu obat antagonis reseptor dopamin D2 dan D3 yang digunakan sebagai antiemetik. Obat ini digunakan untuk meredakan mual dan muntah seperti pada penderita migrain akut dan gastroparesis.

Sebagai antiemetik domperidone bekerja dengan memblokir reseptor D2 pada zona pemicu kemoreseptor yang terletak di sistem saraf yang memediasi mual. Obat ini dapat meningkatkan produksi ASI dengan memblokir reseptor dopamin di kelenjar hipofisis anterior sehingga meningkatkan pelepasan hormon prolaktin yang memicu peningkatan produksi ASI.

Domperidone relatif aman untuk digunakan oleh ibu menyusui sepanjang sesuai dosis yang ditetapkan dan walaupun dapat meningkatkan produksi ASI, namun domperidone tidak diperuntukkan untuk itu, oleh sebab itu obat domperidone ini tidak dijual di Amerika Serikat karena dikhawatirkan menimbulkan efek samping akibat penggunaannya tidak sesuai peruntukannya. Sementara itu keamanan penggunaannya pada wanita hamil masih diragukan.

Domperidone pertama kali dibuat pada 1974 di laboratorium Janssen Pharmaceutica di Belgia yang kemudian dipatenkan pada Januari 1978 di Amerika Serikat dengan mencantumkan nama Jan Vandenberk dkk, sebagai penemunya. Kemudian dipasarkan pertama kali dengan nama Motilium. Domperidone tersedia dalam berbagai sediaan seperti tablet, suspensi, dan supositoria.

Sekilas Tentang Obat Antiemetik

Antiemetik adalah obat yang efektif melawan muntah dan mual. Antiemetik biasanya digunakan untuk mengobati mabuk perjalanan dan efek samping analgesik opioid, anestesi umum, dan kemoterapi yang diarahkan melawan kanker. Mereka dapat digunakan untuk kasus gastroenteritis yang parah, terutama jika pasien mengalami dehidrasi.

Beberapa antiemetik yang sebelumnya dianggap menyebabkan cacat lahir, tampaknya aman untuk digunakan oleh wanita hamil dalam pengobatan mual di pagi hari dan hiperemesis gravidarum yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa tipe dari obat antiemetik:


    Antagonis reseptor 5-HT3 memblokir reseptor serotonin di sistem saraf pusat dan saluran pencernaan. Dengan demikian mereka dapat digunakan untuk mengobati mual & muntah obat pasca operasi dan sitotoksik. Namun, mereka juga bisa menyebabkan konstipasi atau diare, mulut kering, dan fatigue.

    1. Dolasetron

    2. Granisetron

    3. Ondansetron

    4. Tropisetron

    5. Palonosetron


    ----------------------
    Antagonis dopamin bekerja pada batang otak dan digunakan untuk mengobati mual dan muntah yang berhubungan dengan kanker, penyakit radiasi, opioid, obat sitotoksik, dan anestesi umum. Efek samping termasuk kejang otot dan kegelisahan.

    1. Domperidone

    2. Olanzapine

    3. Haloperidol (terbatas manfaatnya oleh efek samping ekstra-piramidal dan sedatif)

    4. Alizapride

    5. Prochlorperazine

    6. Chlorpromazine (Penggunaan dibatasi oleh sifat penenang)


    ----------------------
    Antagonis reseptor NK1

    1. Aprepitant

    2. Casopitan

    3. Rolapitant


    ----------------------
    dan masih ada tipe-tipe antiemetik yang lain.