Triasco

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Sefalosporin > Triasco

By | 30/11/2018

Kandungan dan Komposisi

Ceftriaxone disodium.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri pathogen yang sensitif terhadap Ceftriaxone antara lain :

  • Sepsis
  • Meningitis
  • Infeksi yang berhubungan dengan perut (peritonitis/radang selaput perut, infeksi dari saluran empedu dan saluran pencernaan)
  • Infeksi tulang, persendian, jaringan lunak kulit dan yang disebabkan oleh luka-luka
  • Profilaksis infeksi perioperatif
  • Infeksi pada penderita dengan mekanisme kerusakan daya tahan
  • Infeksi ginjal dan saluran kencing
  • Infeksi saluran pernafasan, terutama pneumonia dan telinga, hidung dan tenggorokan
  • Infeksi kelamin, termasuk gonorrhoeae

Farmakologi

Menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga terjadi kebocoran sel bakteri dan bakteri lisis.

Kontra Indikasi

Hipersensitif thd sefalosporin.

Perhatian

Pasien sensitif thd penisilin: hamil, laktasi.

Efek Samping

Mual, muntah, & diare, stomatitis, glotitis; sakit kepala & pusing; reaksi pd kulit; eosinofilia, trombositopenia, leukopenia, granulositopenia, anemia hemolitik; peningkatan sementara SGOT atau SGPT, BUN. Jarang, reaksi inflamasi pd tempat inj.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Dosis dan Aturan Pakai

Dws & anak > 12 thn:

1-2 g 1 x/hr tgt tipe & beratnya infeksi. Maks: 4 g/hr.

Anak < 12 thn & bayi Infeksi serius selain meningitis:

50-75 mg/kg BB/hr dlm dosis terbagi tiap 12 jam. Maks: 2 g/hr.

Meningitis:

100 mg/kg BB/hr dlm dosis terbagi tiap 12 jam dg atau tanpa dosis lazim 75 mg/kg. Maks 4 g/hr.

Profilaksis pra op:

1 g dosis tunggal 1/2-2 jam sblm op. Diberikan via IV, IM, atau infus IV bolus.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 1 vial @ 1 g, serbuk injeksi 1 g

Izin BPOM

DKL0702500644A1

Produsen

Darya Varia Laboratoria – Indonesia

Pendaftar

Dipa Pharmalab Intersains

Sekilas Tentang Darya-Varia Laboratoria
PT. Darya-Varia Laboratoria merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh Drs. Wim Kalona pada 5 Februari 1976. Perusahaan ini bergerak dalam bidang produksi, distribusi dan penjualan produk-produk farmasi, kesehatan umum, dan kosmetik. Pada 1994, perusahaan merubah statusnya menjadi perusahaan terbuka dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia). Pada tahun 1995 perusahaan ini mengakuisisi PT. Pradja Pharin (Prafa). Pada 1998, PT. Darya-Varia Laboratoria sempat menutup dua pabriknya sebagai bentuk restrukturisasi usaha. Di tahun 2014, perusahaan ini merger dengan PT. Pradja Pharin.

PT. Darya-Varia Laboratoria telah menerima sertifikat CPOB guna memenuhi syarat agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Saat ini perusahaan memiliki dua fasilitas produksi yakni di Gunung Putri dan Citeureup. Pabrik di Gunung Putri digunakan untuk produksi kapsul gelatin lunak dan produk bentuk cair sedangkan pabrik yang ada di Citeureup digunakan untuk memproduksi produk injeksi steril dan produk padat. Produk di kedua lokasi ini selain digunakan untuk konsumsi dalam negeri juga diekspor ke beberapa negara.

Untuk kepemilikan saham, saat ini PT. Darya-Varia Laboratoria mayoritas sahamnya dimiliki oleh Blue Sphere Singapore Pte. Ltd, anak perusahaan Unilab, perusahaan farmasi terbesar Filipina. Beberapa merek produk yang terkenal dari perusahaan ini seperti Decolgen, Enervon-C, Neo Diatabs, Natur-E, Vicee, dan lain-lain. PT. Darya Varia Laboratoria memiliki kantor pusat di South Quarter, Tower C, Jakarta.
Sekilas Tentang Dipa Pharmalab Intersains
Sejarah PT. Dipa Pharmalab Intersains berawal dari pendirian PT. Pradja Pharmaceutical Industry yang merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh Tjipto Pusposuharto pada 1960. Pada awalnya usaha yang didirikan ini hanyalah usaha farmasi rumahan dengan 20 orang karyawan dengan area luas pabrik 350 meter persegi.

Pada 1975, PT. Pradja Pharmaceutical Industry memasarkan produk analisis mikrobiologi dari Oxoid (Thermo Fisher Scientific). Kemudian memasarkan produk analisis biologikal lainnya dari Cutter Lab (Grifols) pada 1976. Karena perkembangan usaha yang pesat, maka pada 1991, Tjipto Pusposuharto mendirikan PT. Dipa Pharmalab Intersains yang pada 2005 membangun pabrik baru di daerah Majalengka, Jawa Barat. Perusahaan ini telah memiliki sertifikat ISO 9001:2000, CPOB, dan lain-lain sehingga produk yang diproduksi memenuhi standar kualitas yang baik. Perusahaan ini telah berpartner dengan beberapa perusahaan farmasi luar negeri seperti Actavis, Genepharm, Korea United Pharma, Medac, Vitrolife, Colenta, Bracco, dan lain-lain.

Produk-produk yang diproduksi oleh PT. Dipa Pharmalab Intersains dikategorikan dalam berbagai jenis antara lain produk farmasi, consumer health, peralatan medis, dan peralatan analisis laboratorium. PT. Dipa Pharmalab Intersains berkantor pusat di Jl. Raya Kebayoran Lama No. 28, Jakarta.