Topgra

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Sistem Kemih Kelamin > Obat Untuk Disfungsi Ereksi & Gangguan Ejakulasi > Topgra

Kandungan dan Komposisi Topgra

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Topgra:

Sildenafil

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Topgra

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Topgra:

Disfungsi ereksi.

Sekilas Tentang Kandungan Obat

Sildenafil adalah obat untuk mengatasi disfungsi erek5i pada pria dewasa atau yang biasa disebut imp0tensi. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan disfungsi erek5i dan kondisi penyempitan aliran darah ke pen15 merupakan penyebab yang paling umum terjadi.

Obat ini juga dikenal dengan sebutan V1agr4 yang sebenarnya adalah salah satu merek sildenafil. Sildenafil bekerja dengan cara mencegah enzim phosphodiesterase tipe 5. Ini kemudian melebarkan atau melemaskan dinding pembuluh darah agar aliran darah ke pen15 meningkat saat ada rangsangan 5ek5ual.

Dosis dan Aturan Pakai Topgra

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Topgra:

50 mg sebelum melakukan aktivitas seksual. Dapat ditingkatkan hingga dosis maks 100 mg atau diturunkan hingga 25 mg. Frekuensi pemakaian maksimal adalah 1x/ hr.

Pemberian Obat Topgra

Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.

Kontraindikasi Topgra

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Topgra dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitivitas. Pasien yang menggunakan nitrat organik baik secara berkala maupun sesekali.

Perhatian 

Pasien dengan penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya, faktor risiko & kejadian KV serius, termasuk MI,  henti jantung tiba-tiba, aritmia ventrikel, perdarahan serebrovaskular & serangan iskemik transien; Stroke atau aritmia yang mengancam jiwa dalam 6 bulan terakhir, hipotensi (BP <90/50) atau HTN (BP> 170/110); Gagal jantung atau CAD menyebabkan angina tidak stabil; Retinitis pigmentosa Ereksi berkepanjangan> 4 jam & priapism. Penggunaan bersamaan protease inhibitor, ritonavir. Neuropati optik iskemik anterior non-arteritik (NAION); usia > 50 thn & merokok. Pasien dengan obstruksi ventrikel kiri (misalnya stenosis aorta, stenosis subhortum hipertensi idiopatik). Pasien yang menggunakan α-blocker & multiple antihipertensi.

Peringatan Penggunaan Topgra

  • Obat ini hanya boleh dikonsumsi oleh pria dewasa
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan jantung, hati, ginjal, leukemia, kanker sumsum tulang, penyakit pembuluh darah, masalah pada mata yang bisa menyebabkan kebutaan, tukak, angina, hipotensi, gangguan lain pada pen15 penyakit sel sabit dan jika pernah mengalami serangan jantung atau stroke,
  • Jangan mengonsumsi sildenafil lebih dari satu dosis dalam kurun waktu 24 jam
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter

Efek Samping Topgra

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Topgra:

Sakit kepala, flushing, dispepsia, hidung tersumbat, infeksi sistem saluran kemih, penglihatan abnormal, diare, pusing, bercak merah pada kulit, cahaya & penglihatan abnormal sementara.

Interaksi Obat Topgra

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Topgra antara lain:

Penghambat CYP3A4 dapat mengurangi pembersihan sildenafil; Induksi CYP3A4 & 2C9 dapat meningkatkan pembersihan sildenafil. Penggunaan bersamaan simetidin, eritromisin, ketokonazol & itrakonazol dapat meningkatkan kadar plasma sildenafil dalam darah.

Kategori Keamanan Penggunaan Topgra Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Topgra untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Kemasan dan Sediaan Topgra

Dus @ 1 blister @ 4 kaplet salut selaput 100 mg

Izin BPOM Topgra

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Topgra:

DKL1307919609A1

Produsen Topgra

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Topgra:

Harsen

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Topgra Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Topgra, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Topgra?

Jika Anda lupa menggunakan Topgra, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Topgra Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Topgra?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Topgra yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
PT Harsen Laboratories merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 1971 oleh Bapak Harjoseno dan Ibu Runi Adiyanti. Awalnya perusahaan ini memiliki pabrik di Jakarta Pusat kemudian pada 1985 memindahkannya ke Jakarta Timur dengan luas area 30 ribu meter persegi dengan pabrik seluas 16 ribu meter persegi.

PT Harsen Laboratories telah mendapatkan sertifikat CPOB sehingga produk yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini seperti produk injeksi (Depo Progestin, Gestin F1), Non hormon (Neuroboran, Tranexamic, Vitamin B12, Kanamycin, Gentanal), Syrup (Decadryl Expectorant, Decamox, Mosavon), hormon (Pilkab, Pilkab FE), obat luar (Decatin tetes telinga, Kelydex tetes mata), dan lain-lain. Produk-produk yang diproduksi oleh PT Harsen Laboratories digolongkan ke dalam beberapa jenis diantaranya produk antipiretik, analgesik, antiinflamasi, obat batuk, obat antiasma, antidiare, antasida, vitamin, suplemen, antihipertensi, hemostatik, antidiabetes, penurun kolesterol dan trigliserida, antiparkinson, antituberkulosis, kortikosteroid, dan sebagainya. PT Harsen Laboratories memiliki kantor pusat di Jakarta Timur.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2017, 4 Januari). Topgra. Diakses pada 5 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/topgra/


Format MLA (Modern Language Association)

"Topgra". Farmasi-id.com. 4 Januari 2017. 5 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/topgra/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Topgra", 4 Januari 2017, <https://www.farmasi-id.com/topgra/> [Diakses pada 5 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda