Tolcapone / Tolkapon

By | Maret 22, 2021 | Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Parkinson > Tolcapone / Tolkapon

Indikasi: 

terapi tambahan untuk levodopa dengan inhibitor dekarboksilase dopa pada penyakit Parkinson

Peringatan: 

pada sebagian besar pasien yang menerima dosis levodopa lebih dari 600 mg sehari memerlukan pengurangan dosis levodopa; kehamilan (lampuliran 4).
Hepatotoksisitas. Dilaporkan hepatotoksisitas yang berpotensi mengancam jiwa termasuk hepatitis fulminant, biasanya pada 6 bulan pertama; sebelum terapi dimulai, dilakukan uji fungsi hati kemudian dimonitor setiap 2 minggu pada tahun pertama, setiap 4 minggu pada 6 bulan berikutnya dan kemudian setiap 8 minggu (ulangi jadwal monitor jika dosis ditingkatkan); penggunaan dihentikan bila uji fungsi hati menunjukkan hasil yang abnormal atau terjadi gejala gangguan hati; jika sudah dihentikan, tolkapon tidak boleh digunakan lagi.
Konseling. Pasien sebaiknya diberi informasi untuk mengenai gejala gangguan hati dan disarankan untuk segera ke dokter jika muncul gejala seperti anoreksia, mual, muntah, fatigue, nyeri abdomen, urin berwarna gelap atau pruritus.

Interaksi: 

lihat lampuliran 1 (tolkapon)

Kontra Indikasi: 

gangguan fungsi hati atau peningkatan enzim hati (lihat peringatan), diskinesia berat, feokromositoma, riwayat keganasan neuroleptik, rabdomiolisis atau hipertermia; menyusui (lampuliran 5)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Tolcapone / Tolkapon Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Tolcapone / Tolkapon?

Jika Anda lupa menggunakan Tolcapone / Tolkapon, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Tolcapone / Tolkapon Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Tolcapone / Tolkapon?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Tolcapone / Tolkapon yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Tolcapone / Tolkapon

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Tolcapone / Tolkapon yang mungkin terjadi adalah:

diare, konstipasi, dispepsia, nyeri abdomen, xerostomia, hepatotoksisitas; nyeri dada, confusionl; perubahan warna urin menjadi gelap; peningkatan efek samping levodopa, sindroma keganasan neuroleptik pada penghentian mendadak atau pengurangan dosis

Sekilas Tentang Obat Antiparkinson
Obat antiparkinson adalah jenis obat yang dimaksudkan untuk mengobati dan meringankan gejala penyakit Parkinson. Sebagian besar obat ini bertindak dengan meningkatkan aktivitas dopamin atau mengurangi aktivitas asetilkolin di sistem saraf pusat.
Sekilas Tentang Parkinson
Penyakit Parkinson (bahasa Inggris: paralysis agitans, Parkinson disease) adalah penyakit degeneratif saraf yang pertama ditemukan pada tahun 1817 (An Essay on the Shaking Palsy) oleh Dr. James Parkinson dengan gejala yang paling sering dijumpai adalah adanya tremor pada saat beristirahat di satu sisi badan, kemudian kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot, gangguan degeneratif saraf ini umumnya berlangsung perlahan. Parkinson menyerang sekitar 1 di antara 250 orang yang berusia di atas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia di atas 65 tahun.

Parkinson primer disebabkan berkurangnya dopamin, karena bertambahnya usia. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak (neuron) yang memproduksi dopamin. Neuron ini berkonsentrasi di daerah tertentu otak, yang disebut substantia nigra. Dopamin adalah zat kimia yang meneruskan pesan antara substantia nigra dan bagian lain dari otak untuk mengontrol gerakan tubuh. Dopamin membantu melakukan gerakan motorik halus yang terkoordinasi. Ketika sekitar 60 sampai 80% dari sel yang memproduksi dopamin rusak dan tidak menghasilkan cukup dopamin, gejala motorik penyakit Parkinson muncul. Sedangkan Parkinson sekunder disebabkan terhambatnya pengaliran dopamin yang bisa saja disebabkan oleh tumor, stroke, gangguan pembuluh darah dan trauma.

Empat gejala utama penyakit Parkinson adalah:

  • Gemetar atau tremor pada saat istirahat (tremor statis)

  • Gerakan lamban, yang disebut bradikinesia

  • Kekakuan atau rigiditas pada kaki, lengan atau batang tubuh

  • Kesulitan menjaga keseimbangan dan jatuhan, juga disebut instabilitas postural. Instabilitas postural biasanya muncul pada tahap lanjut, mungkin tidak hadir pada diagnosis awal

Dosis dan Aturan Pakai Tolcapone / Tolkapon

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Tolcapone / Tolkapon:

100 mg 3 kali sehari, dengan selang waktu 6 jam setiap dosis; maksimal 200 mg 3 kali sehari pada kondisi terpaksa. Dosis harian pertama sebaiknya diminum pada waktu yang sama dengan levodopa dengan inhibitor dekarboksilase dopa. Dapat dilanjutkan lebih dari 3 minggu hanya jika terjadi perbaikan yang bermakna.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *