Timipen

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Beta Laktam Golongan Lain > Timipen

By | 03/08/2015

ProdusenInterbat
KomposisiImipenem 500 mg, cilastatin Na 500 mg.
IndikasiInfeksi intra abdomen, saluran napas bawah, ginekologi, genitourinaria, kulit & jaringan lunak, septikemia, endokarditis.
DosisDws Terapi Dosis lazim 1-2 g/hari dalam 3-4 dosis terbagi. Maks: 50 mg/kg BB/hari atau 4 g/hari. Profilaksis1 g pada saat induksi anestesi, dilanjutikan dengan 1 g 3 jam kemudian. Prosedur bedah berisiko tinggi 2 dosis tambahan 500 mg 8 & 16 jam sesudah induksi.
Kontra IndikasiHipersensitif terhadap imipenem & cilastatin.
PerhatianRiwayat penyakit GI, penyakit ginjal. Dpt menyebabkan reaksi alergi silang parsial dengan penisilin & sefalosporin. Hamil & laktasi.
Efek Samping yang Mungkin TimbulEritema, nyeri lokal, tromboflebitis, ruam kulit, pruritus, urtikaria, nekrolisis epidermal toksik, demam, reaksi anafilaksis, mual, muntah, diare, kolitis pseudomembran, eosinofilia, leukopenia, neutropenia, agranulositosis, trombositopenia, trombositosis, penurunan Hb, hepatitis (jarang). Memberi hasil positif langsung pada tes Coomb. Oliguria/anuria, poliuria, gagal ginjal akut (jarang), aktivitas mioklonik, gangguan psikis, kebingungan mental, kejang, gangguan daya pengecapan.
Interaksi ObatGanciclovir, probenecid, lar laktat.
Kategori Keamanan KehamilanC: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Timipen powd for inj
1 g x 1’s (Rp240,000/vial)
Sekilas Tentang Interbat
Interbat adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang didirikan pada 1948 oleh Bapak Djoko Sukamto yang awalnya sebagai distributor produk-produk obat buatan perusahaan Eropa seperti Crinos S.p.A., Zambon, Gentili S.p.A., dan Cipan Pharmaceutical. Pada tahun 1959 perusahaan ini mendapatkan ijin untuk untuk memproduksi obat sendiri dan pada 1971 perusahaan ini mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacture Practises) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk fasilitas produksinya sehingga sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada waktu itu.

Pada tahun 1977, Interbat memindahkan semua kegiatan produksinya ke lokasi di Sidoarjo seluas dua hektar dimana di sana berdiri pabrik baru mereka. Kemudian setelah itu Interbat kembali melakukan ekspansi pabriknya hingga mencapai empat hektar untuk berbagai macam unit produksi seperti fasilitas produksi, peralatan, laboratorium mutu, dan fasilitas lainnya sehingga sesuai dengan standar WHO. Hingga saat ini Interbat telah menerima setidaknya 31 sertifikat GMP/CPOB.

Saat ini Interbat memiliki sekira 270 produk obat yang terdiri dari berbagai macam kategori mulai dari produk obat hingga suplemen. Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara.