Tienam

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Beta Laktam Golongan Lain > Tienam

Produsen Tienam

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Tienam:

Merck Sharp & Dohme

Kandungan dan Komposisi Tienam

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Tienam adalah:

Imipenem 500 mg, cilastatin Na 500 mg.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Tienam

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Tienam adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Pengobatan intra-abdominal, saluran nafas bwh, ginekologikal, saluran urogenital, tulang & sendi, kulit & jaringan lunak & infeksi campuran. Endokarditis, septikemia. Profilaksis infeksi pasca operasi.

Dosis dan Aturan Pakai Tienam

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Tienam:

Pengobatan: Dws Semua infeksi 1-2 g/hari dalam 3-4 dosis terbagi. Infeksi sedang 1 g 2 x/hari. Infeksi krn organisme yang kurang sensitif 4 g/hari atau 50 mg/kgBB/hari. Kecepatan infus: 250 atau 500 mg selama 20-30 mnt, 1 g selama 40-60 mnt. Profilaksis: Infeksi pasca op 1 g pada saat induksi pada anestesi, dilanjutkan dengan 1 g stlh 3 jam kmd. Pembedahan berisiko tinggi 2 dosis tambahan 500 mg, untuk 8 & 16 jam sesudah induksi.

Kontraindikasi Tienam

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Tienam dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitivitas.

Perhatian Penggunaan Tienam

Lakukan penyesuaian dosis pada insufisiensi ginjal. Alergi silang parsial dengan antibiotik β-laktam lain. Riwayat penyakit GI, terutama kolitis. Penggunaan jangka lama. Pasien dengan gangguan SSP &/ penurunan fungsi ginjal (bersihan kreatinin ≤ 5 mL/mnt/1.73 m2) dimana akumulasi obat dapat tjd. Hemodialisis. Jika timbul gejala gangguan SSP, dosis hrs diturunkan atau tidak dilanjutkan. Hamil & laktasi. Anak <12 tahun.

Efek Samping yang Mungkin Timbul

Eritema, nyeri & indurasi lokal, tromboflebitis; ruam kulit, pruritus, urtikaria, demam, reaksi anafilaksis; mual, muntah, diare, kolitis pseudomembran; kolitis pseudomembran; gangguan hematologik, tes Coomb positif; peningkatan enzim hati; peningkatan kreatinin serum & BUN; oliguria/anuria, poliuria, pewarnaan pada urin; aktivitas mioklonik, gangguan psikis, kondisi kebingungan mental ataukejang; gangguan daya pengecapan.

Interaksi Obat

Probenesid.

Kategori Keamanan Penggunaan Tienam Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Tienam untuk digunakan oleh wanita hamil:

C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Bentuk Sediaan

Kemasan dan Sediaan Tienam

/Harga

Tienam IV inj

120 mL x 1’s (Rp262,250/vial)

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Tienam Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Tienam, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Tienam?

Jika Anda lupa menggunakan Tienam, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Tienam Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Tienam?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Tienam yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2015, 8 Agustus). Tienam. Diakses pada 13 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/tienam/


Format MLA (Modern Language Association)

"Tienam". Farmasi-id.com. 8 Agustus 2015. 13 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/tienam/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Tienam", 8 Agustus 2015, <https://www.farmasi-id.com/tienam/> [Diakses pada 13 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *