Taximax By Nufarindo

By | November 3, 2020 | Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Taximax By Nufarindo

Taximax

Kandungan dan Komposisi Taximax By Nufarindo

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Taximax By Nufarindo adalah:


Cefotaxime Na 1000mg
Indikasi
Infeksi saluran nafas bagian bawah (termasuk pneumonia), kulit & jaringan lunak, sendi & tulang, infeksi intra-abdominal, Infeksi saluran kencing, infeksi kelamin, meningitis, septicaemia, bacteremia.
Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Dosis dan Aturan Pakai Taximax By Nufarindo

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Taximax By Nufarindo:


Dewasa & anak >12 yr 1 g tiap 12 jam. Infeksi sedang sampai berat 1-2 g tiap 6-8jam. Infeksi berat dan mengancam jiwa 2 g tiap 4 jam. Dosis maksimum dalam 1 hari: 12 g. Profilaksis dan infeksi paska operasi 1 g IM/IV 30-90 menit sebelum operasi. Operasi Caesar 1 g IM/IV segera setelah klem tali pusar diikuti dengan 1 g IM/IV 6-12 jam setelah dosis 1. Gonorrhea 1 g IM per hari. Infeksi tanpa komplikasi 1 g IM/IV tiap 12 jam. Infeksi yang mengancam nyawa 2 g IV tiap 4 jam. Bayi & anak ≤12 th 50-100 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi dengan interval 6-12 jam. Infeksi yang mengancam nyawa 150-200 mg/kg BB/hari. Premature tidak lebih dari 50 mg/kg BB/hari.

Kontraindikasi Taximax By Nufarindo

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Taximax By Nufarindo dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:


Hipersensitivitas terhadap cephalosporins & penicillin.

Perhatian Penggunaan Taximax By Nufarindo


perawatan berkepanjangan dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih dari mikroorganisme nonsusceptible (Candida, Pseudomonas). Sejarah gangguan Saluran Cerna. Tes fungsi ginjal dianjurkan selama pemberian bersama aminoglikosida. Dapat menyebabkan positif semu hasil test Coombs. Kehamilan & laktasi. Bayi, bayi prematur & anak.

Efek Samping Taximax By Nufarindo

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Taximax By Nufarindo yang mungkin terjadi adalah:


Gangguan saluran cerna, perubahan hematologi. jumlah darah harus dimonitor jika pengobatan lebih dari 10 hari. Reaksi hipersensitivitas, nefritis interstisial, syok anafilaksis; flebitis dan tromboflebitis di tempat injeksi, sakit kepala, agitasi, kebingungan, kelelahan & berkeringat di malam hari.
Interaksi obat
Aditif atau antagonis efek dengan aminoglikosida. Peningkatan konsentrasi dengan probenesid
Indeks Kategori Keamanan Kehamilan: B
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Taximax By Nufarindo Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Taximax By Nufarindo, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Taximax By Nufarindo?

Jika Anda lupa menggunakan Taximax By Nufarindo, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Taximax By Nufarindo Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Taximax By Nufarindo?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Taximax By Nufarindo yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Nufarindo (Exeltis Indonesia)
PT Nufarindo merupakan suatu perusahaan farmasi yang awal mulanya berdiri dengan nama PT EMPEECO yang didirikan pada 30 April 1974 di Semarang. Pada 24 April 1977, PT EMPEECO berubah namanya menjadi PT Nusa Jaya Farma yang kemudian pada 15 Juni 1981, secara resmi digunakan nama PT Nufarindo sebagai nama resmi perusahaan.

Tahun 2012 PT Nufarindo diakuisisi oleh CHEMO Group, perusahaan multinasional asal Spanyol. CHEMO Group kemudian mengakuisisi Exeltis pada 2013 Selanjutnya CHEMO Group mendirikan perusahaan Insud Pharma untuk menggabungkan seluruh unit bisnisnya termasuk PT Nufarindo dan Exeltis Global dan kini PT Nufarindo menggunakan nama Exeltis Indonesia.

Pabrik PT Nufarindo ada di Semarang, Jawa Tengah dengan area seluas 17,8 ribu meter persegi. Produk-produk yang dihasilkan di pabrik ini merupakan produk hormonal dan non hormonal dengan berbagai sediaan seperti tablet, kapsul, liquid, semi solid, dan lain-lain. Beberapa kategori produk yang diproduksi diantaranya woman's health care, dental health care, perawatan luka, dan lain-lain. Perusahaan ini memiliki laboratorium R&D yang digunakan untuk pengembangan produk. PT Nufarindo telah menerima sertifikat CPOB untuk produk tablet dan tablet salut non beta laktam, kapsul keras non beta laktam, semi solid non beta laktam, sirup oral non beta laktam, dan produk hormonal.

Kantor pusat PT Nufarindo (Exeltis Indonesia) ada di Kirana Two Office Tower Lt. 7 Unit E, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 3 November). Taximax By Nufarindo. Diakses pada 29 November 2020, dari https://www.farmasi-id.com/taximax-by-nufarindo/


Format MLA (Modern Language Association)

"Taximax By Nufarindo". Farmasi-id.com. 3 November 2020. 29 November 2020. https://www.farmasi-id.com/taximax-by-nufarindo/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Taximax By Nufarindo", 3 November 2020, <https://www.farmasi-id.com/taximax-by-nufarindo/> [Diakses pada 29 November 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *