Tamezol

By | April 8, 2021 | Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Tamezol

Kandungan dan Komposisi Tamezol

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Tamezol adalah:

Omeprazole 20 mg.


Bentuk Sediaan:

Kapsul.


Farmakologi:

Omeprazole menghambat sistem enzim H+, K+ ATP ase (pompa proton) pada sel parietal mukosa lambung secara spesifik sehingga produksi asam lambung tahap akhir dihambat.


Indikasi:

Ulkus duodenum dan ulkus lambung

Ulkus atau erosi pada lambung dan duodenum yang disebabkan oleh AINS

Eradikasi Helicobacter prylory pada penyakit ulkus peptik

Esofagitis refluks

Sindrom Zollinger – Ellison


Dosis:

Ulkus duodenum dan ulkus lambung: 20-40 mg, sekali sehari.

Untuk pencegahan kekambuhan 10 mg/hari.

Ulkus  berhubungan dengan AINS :  20 mg sekali sehari.

Regimen eradikasi Helicobacter pylori pada penyakit ulkus peptikum : 40 mg perhari dengan amoxycillin 1,5 gram dalam dosis terbagi selama 2 minggu.

Esofagitis refluks:  20 mg per hari.

Sindrom Zollinger – Ellison: Dosis inisial  60 mg per hari. Jika dosis per hari menkapsulai 80 mg, dosis sebaiknya dibagi dan diberikan dua kali sehari.


Kontra Indikasi:

Hipersensitif terhadap omeprazole.

 

Peringatan dan Perhatian:

Pada penggunaan jangka panjang perlu diwaspadai efek hipoklorindrik dan hipergastrinemia.

Sebaiknya tidak diberikan selama masa kehamilan dan menyusui kecuali apabila penggunaannya dianggap penting.

Ketika dicurigai ulkus lambung, kemungkinan keganasan sebaiknya tidak dihilangkan selama pengobatan mungkin akan menghilangkan gejala dan memperlambat diagnosis.


Efek Samping:

Pada dosis besar dan penggunaan yang lama, kemungkinan dapat menstimulasi pertumbuhan sel ECL (enterochromaffin-like cells). Pada penggunaan jangka panjang perlu diperhatikan adanya pertumbuhan bakteri yang berlebihan di saluran pencernaan.

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *