SVT

By | April 8, 2021 |

Kandungan dan Komposisi SVT

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi SVT adalah:

Simvastatin 5, 10, 20, 40 mg.


Bentuk Sediaan:

Tablet salut selaput.


Farmakologi:

Penghambat spesifik dari HMG-CoA reduktase, enzim yang mengkatalisa konversi dari HMG-CoA menjadi mevalonat. Konversi dari HMG-CoA menjadi mevalonat adalah tahap paling awal dari jalur biosintesa kolesterol.


Indikasi:

Tambahan terhadap diet, untuk menurunkan kadar kolesterol total dan LDL yang meningkat pada pasien dengan hiperkolesterolemia primer (tipe IIa dan IIb) bila respon terhadap diet terbatas kolesterol dan lemak jenuh serta tindakan non farmakologi lainnya tidak adekuat.


Dosis:

Dosis awal yang dianjurkan adalah 5 – 10 mg sekali sehari pada malam hari.

Dosis anjuran berkisar dari 5 – 40 mg/hari, sekali sehari dan dosis maksimum perhari adalah 40 mg. Dosis harus diindividualisasi sesuai dengan data dasar kadar kolesterol LDL, sasaran terapi dan respons pasien.


Kontra Indikasi:

Hipersensitivitas terhadap setiap komponen dari obat ini.

Penyakit hati yang aktif atau peningkatan serum transaminase yang persisten dan tidak dapat dijelaskan.

Kehamilan dan menyusui.


Peringatan dan Perhatian:

Jika diperlukan terapi jangka panjang, dianjurkan untuk melakukan tes laboratorium secara periodik selama 3 bulan.

Sebelum memulai terapi, dianjurkan untuk tes fungsi hati dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan secara periodik. Bila transaminase meningkat dan peningkatannya bersifat progresif, terutama kenaikan tiga kali dari batas normal dan persisten, obat harus dihentikan.

Pengobatan harus dihentikan jika terjadi kenaikan kadar CPK (Creatine Phosphokinase) atau miopati.

Efektivitas dan keamanan pada anak-anak belum diketahui

Simvastatin kurang efektif pada Hiperkolesterolemia familial homozigot

Ttidak diindikasikan bila perhatian utama dari abnormalitas adalah hipertrigliseridemia (mis : Hipertrigliseridemia tipe I, IV dan V).

Harus digunakan dengan hati-hati pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar dan/atau berpenyakit hati.


Efek Samping:

Efek Samping dengan presentasi 1% atau lebih yang pernah dijumpai antara lain: nyeri abdomen, konstipasi dan kembung. Dengan frekuensi 0,5 – 0,9 % : astenia, sakit kepala.

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *