STAMARIL PASTEUR

Farmasi-id.com > Vaksin Antiserum & Imunologikal > Vaksin Yellow Fever > STAMARIL PASTEUR

By | 08/04/2018

Kandungan

Attenuated yellow fever virus (17D/AB 237 strain)

Indikasi

Pencegahan demam kuning bagi wisatawan ke daerah endemik.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas terhadap vaksin attenuated yellow fever, albumin telur. Imunodefisiensi bawaan atau keturunan kecuali HIV, keganasan aktif, penyakit serius. Kombinasi dengan agen sitotoksik. Bayi <9 bln.

Perhatian 

Jangan diberikan melalui rute intravaskular. Tunda vaksinasi selama 1 bulan pada pasien yang mendapat terapi imunosupresan, demam, penyakit akut atau penyakit kronis aktif. Penyakit yang disertai atau tdk disertai demam, penyakit kronis akut atau aktif, pengobatan berkelanjutan yang mempengaruhi pertahanan organisme, seropositif HIV, pasien yg memiliki alergi. Lansia ≥65 thn.

Efek Samping

Kekakuan disertai demam, kelelahan, sakit kepala. Reaksi anafilaksis.

Interaksi Obat

Risiko penyakit vaksinasi sistemik dengan agen sitotoksik.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dewasa & anak ≥9 bln 0,5 mL sebagai dosis tunggal SK / IM  yang berlaku selama 10 tahun setelah 10 hari vaksinasi awal atau vaksinasi ulang.

Izin BPOM, Kemasan dan Sediaan

  1. DKI1059702744A1, Dus, 10 vial @ 1 dosis + 10 prefilled syringe pelarut @ 0,5 ml, cairan injeksi 
  2. DKI1059702744A1, Dus, 1 vial @ 1 dosis + 1 prefilled syringe pelarut @ 0,5 ml, cairan injeksi 

Produsen

Sanofi Pasteur – Perancis

Pendaftar

Aventis Indonesia Pharma

Sekilas Tentang Vaksin

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit - penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. Agen merangsang sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau "liar") atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Pemberian vaksin disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di dunia sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan cacar dan pembatasan penyakit seperti polio, campak, dan tetanus. Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya vaksin terbukti efektif termasuk vaksin influenza,vaksin HPV, dan vaksin cacar air.