Shu Gan Wan (Min Shan Brand)

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Hati > Shu Gan Wan (Min Shan Brand)

By | 24/06/2018

Kandungan dan Komposisi

Tiap pil mengandung:

  • Cyperi Rhizoma 21.24 mg
  • Aurantii Fructus 14.16 mg
  • Pericarpium Citri Reticulatae 14.16 mg
  • Magnoliae Officinalis Cortex 14.16 mg
  • Glycyrrhizae Radix 7.08 mg
  • Lignum Aquilariae Resinatum 4.42 mg
  • Paeoniae Alba Radix 21.24 mg
  • Corydalis Rhizoma 14.16 mg
  • Moutan Cortex 14.16 mg
  • Aucklandiae Radix 7.08 mg
  • Curcumae Longae Radix 5.30 mg
  • Alpiniae Katsumadai Semen 4.42 mg
  • Amomi Fructus 14.16 mg
  • Pericarpium Citri Reticalate Viride 14.16 mg
  • Bupleuri Radix 14.16 mg
  • Citri Fructus 7.08 mg
  • Citri Sarcodactylis Fructus 5.30 mg
  • Lignum Santali Albi 3.56 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Membantu memelihara kesehatan fungsi hati dan lambung. Digunakan pada sesak dan nyeri bagian dada serta sakit lambung

Cara Pakai dan Dosis

Diminum sehari 3 x 8 pil

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat yang kering, sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Kemasan dan Sediaan

Dus, Botol @ 200 pil

Izin BPOM

TI164450221

Harga

Rp 55.000/dus

Produsen

Lanzhou Foci Pharmaceutical CO LTD – China

Pendaftar dan Importir

Saras Subur Abadi

Sekilas Tentang Cyperus Rotundus (Teki Ladang)
Cyperus rotundus atau teki ladang merupakan tanaman herbal yang biasa tumbuh di kondisi tanah kering, namun juga bisa tumbuh di tanah lembab. Pada jaman Mesir dan Yunani kuno, tanaman ini digunakan sebagai aromatik (parfum) dan untuk memurnikan air. Selain itu Cyperus rotundus juga diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans sehingga dapat membantu mencegah karies gigi.

Pada pengobatan TCM (Traditional Chinese Medicines), Cyperus rotundus dikenal sebagai herbal pengatur energi "qi". Oleh pengobatan Ayurveda (India kuno) tanaman ini dignakan untuk mengobati demam, gangguan pencernaan, dismenore, dan lain-lain.

Oleh orang Arab, umbi Cyperus rotundus yang telah dipanggang digunakan untuk mengobati bisul, luka, dan memar. Umbi tanaman ini dapat dimakan sebagai sumber karbohidrat yang kabarnya dimakan oleh penduduk benua Afrika saat dilanda kelaparan.

Kandungan kimia pada tanaman ini antara lain α-cyperone, β-selinene, cyperene, patchoulenone, sugeonol, kobusone, dan isokobusone.
Sekilas Tentang Glycyrrhiza Glabra (Akar Manis)
Akar manis tumbuh seperti rerumputan (semak) di sebagian wilayah Eropa bagian selatan (Glycyrrhiza glabra). Spesies lainnya yang berasal dari Amerika Utara adalah G. lepidopta dan yang dari Tiongkok adalah G.uralensis, yang terakhir ini banyak dipakai sebagai bahan obat-obatan Cina. Akar manis tumbuh dengan baik di tanah yang dalam, subur, cukup air dan dalam iklim yang penuh cahaya matahari. Biasanya dipanen pada musim gugur 2 atau 3 tahun setelah penanaman. Akar manis juga dikenal dengan sebutan licorice/liquorice.

Ekstrak akar manis didapat dengan cara merebus akar tanamannya dan menguapkan airnya, dapat dijual dalam bentuk bubuk ataupun sirup (cair). Zat yang terkandung di dalamnya adalah glycyrrhizin, yang sangat manis, 50 kali lebih manis daripada gula dan memiliki khasiat pengobatan. Spesies G.uralensis adalah jenis akar manis yang paling banyak mengandung zat ini. Penggunaan : Antitusiv, akar dalam bentuk serbuk sebagai pengisi/pembalut pil, dan campuran obat batuk, menghilangkan bau-bau yang tidak sedap dalam obat-obatan.
Sekilas Tentang Amomum Compactum (Kapulaga)
Amomum compactum atau kapulaga adalah suatu tanaman yang memiliki ciri daun berbentuk lonjong dengan ujung runcing yang panjangnya sekira 30 cm dengan lebar 10 cm. Kapulaga memiliki bunga berwarna kemerahan dan terdapat umbi pada akarnya. Tanaman ini dapat tumbuh dengan ketinggian 2 hingga 3 meter. Buah kapulaga memiliki aroma harum dan dapat digunakan sebagai bumbu masakan maupun obat. Buahnya ada di dalam tandan berbentuk bulat kecil yang warnanya kuning kelabu. Di Indonesia tanaman ini banyak tumbuh secara liar di daerah perbukitan Jawa barat dan Jawa Tengah. Namun sekarang tanaman kapulaga banyak dibudidayakan sebagai tanaman obat.

Kandungan kimiawi yang terdapat dalam buah dan biji kapulaga ini antara lain terpineol, terpinyl asetat, sineol, borneol, sabien, kalsium oksalat, dan silisium. Selain itu juga mengandung minyak atsiri (alfaborneol dan betakamper). Umbi kapulaga digunakan sebagai penunun panas/demam. Biji dan buah kapulaga ini banyak digunakan sebagai obat batuk, perut kembung, penurun panas, antitusif, bau mulut, peluruh dahak, radang amandel, antiemetik, gangguan haid, sesak napas, dan sebagai tonikum pada kondisi tubuh lemas.
Sekilas Tentang Paeoniae Alba
Paeoniae alba yang juga dikenal dengan sebutan White peony root (Radix paeoniae alba), dalam bahasa China dikenal dengan sebutan Bai shao yao adalah suatu tanaman herbal dari keluarga Ranunculaceae yang banyak tumbuh di daratan China. Karena khasiatnya, tanaman ini kemudian banyak dibudidayakan. Daerah terbesar penghasil paeoniae alba adalah Zhejiang, Anhui, dan Sichuan di China, dimana menurut informasi, kualitas terbaik berasal dari daerah Anhui.

Tanaman paeoniae alba dapat tumbuh di daerah beriklim dingin menengah. Tanaman ini memiliki rasa pahit keasaman dan diyakini baik untuk hati dan limfa. Akarnya kaya akan monoterpene glicoside seperti paeoniflorin, oxy-paeoniflorin, benzoylpaooniflorin, albiflorin R1, paeoniflorigenone, galloylpaeoniflorin, dan sebagainya.

Akar yang biasa digunakan biasanya akar yang telah dikeringkan dan memiliki manfaat kesehatan seperti menambah darah, mengatasi haid tidak teratur, mengurangi rasa sakit, mengatasi keringat berlebihan, menyehatkan hati, meredakan kekejangan otot, mengatasi sakit kepala, pusing, dan hipertensi.

Efek farmakologi dari paeoniae alba adalah anti inflamasi, anti hipoksia, menjaga imunitas tubuh, melindungi liver, memperlancar aliran darah menuju jantung, memperlebar pembuluh darah, menghambat pembekuan darah, anti tumor, mengatur gula darah, anti septik, dan memperlambat terjadinya penuaan.
Sekilas Tentang Pericarpium Citri Reticulatae (Chenpi)
Pericarpium Citri Reticulatae merupakan suatu tanaman herbal yang banyak digunakan dalam praktik pengobatan tradisional China, Korea, dan Jepang. Di China tanaman ini dikenal dengan sebutan Chenpi yang memiliki kandungan bioaktif utama berupa flavonoid, phenolic acid, dan limonoid.

Beberapa efek farmakologi yang dihasilkan oleh Chenpi ini meliputi efek kardiovaskular, sistem pencernaan, sistem pernapasan, antitumor, antioksidan, antiinflamasi, serta melindungi hati dan sistem saraf. Pada pengobatan tradisional China, Chenpi sering digunakan untuk pengobatan mual, muntah, gangguan pencernaan, diare, batuk, dan lain-lain. Chenpi bahkan sudah terdaftar dalam farmakope di China.

Selain sebagai bahan pengobatan Chenpi juga sering digunakan sebagai bumbu masakan. Chenpi dalam sediaan tunggal dapat diminum bersama dengan teh dan makanan.
Sekilas tentang hati

Hati merupakan organ terbesar kedua pada tubuh manusia. Hati bekerja keras melakukan banyak fungsi seperti melawan infeksi dan penyakit, mengeluarkan toksin atau racun, mengendalikan kadar kolesterol. Hati juga berperan dalam pembentukan fibrinogen dalam plasma darah. Fungsi fibrinogen dalam plasma darah yaitu berperan dalam proses pembekuan darah. Fibrinogen sangat diperlukan saat terjadi luka pada jaringan kulit. Hati memproduksi empedu, cairan berwarna hijau kekuningan yang memiliki banyak fungsi bagi sistem pencernaan dan ekskresi tubuh.

Beberapa penyakit yang bisa terjadi pada hati seperti:

Hepatitis

Hepatitis merupakan kelainan hati yang banyak dialami oleh manusia. Kata hepatitis berasal dari Bahasa Yunani kuno “hepar” yang memiliki arti hati, dan Bahasa Latin “itis” artinya memiliki arti peradangan. Istilah hepatitis menggambarkan kondisi peradangan yang dialami oleh hati. Hepatitis dapat disebabkan oleh virus. Virus merupakan agen biologi yang hanya dapat berkembangbiak pada sel organisme lain. Virus tidak digolongkan sebagai makhluk hidup karena tidak menunjukkan ciri ciri makhluk hidup. Beberapa jenis hepatitis diuraikan sebagai berikut:

  • Hepatitis A – Hepatitis A disebabkan oleh HAV (Hepatitis A Virus) yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terinfeksi dan beberapa kasus karena seks oral dengan penderita hepatitis A.

  • Hepatitis B – Hepatitis B merupakan jenis hepatitis yang disebabkan oleh HBV (Hepatitis B Virus) yang ditularkan melalui kegiatan seks dengan penderita atau kontak dengan cairan tubuh penderita. Hati penderita ini dapat mengalami pembengkakan yang berujung pada kerusakan hati.

  • Hepatitis C – Hepatitis C disebabkan oleh HCV (Hepatitis C Virus) yang ditularkan melalui transfusi darah dari penderita. Penderita penyakit ini biasanya saling berbagi jarum yang tidak steril saat menggunakan obat-obatan.

  • Hepatitis D – Penyakit ini disebabkan oleh HDV (Hepatitis D Virus) yang ditularkan melalui transfusi darah atau hubungan badan. Penyakit ini hanya dapat diderita oleh orang yang sudah menderita hepatitis B. Meskipun belum ada vaksin untuk hepatitis D, tetapi pencegahan dapat dilakukan dengan vaksin hepatitis B.

  • Hepatitis E – penyakit ini disebabkan oleh HEV (Hepatitis E Virus) yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terinfeksi kotoran penderita hepatitis E.

  • Hepatitis alkoholik – Penyakit ini disebabkan oleh kelebihan konsumsi minuman beralkohol yang terakumulasi selama bertahun-tahun.

  • Hepatitis autoimun – penyakit ini merupakan penyakit hepatitis keturunan yang sangat langka, disebabkan oleh fungsi sel darah putih sebagai sistem imun tubuh tidak berjalan semestinya. Sistem imun tubuh justru menyerang sel sel organ hati sehingga rusak dan tidak bekerja dengan baik.


Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)

NAFLD merupakan kondisi yang merujuk pada penumpukan lemak pada hati. Kondisi ini biasanya ditemui pada orang dengan masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Fungsi lemak bagi tubuh salah satunya adalah melindungi organ, namun hal ini tidak berlaku bagi hati. Semakin sedikit lemak yang terakumulasi di hati maka kondisi kesehatan hati akan semakin baik. Kelainan ini terbagi dalam 4 tahap yaitu:

  • Steatosis – Penumpukan lemak dengan jumlah yang banyak ditemukan pada hati. Kondisi ini tidak berbahaya.

  • Non-alcoholic steatohepatitis – Terjadi peradangan pada hati.

  • Fibrosis – kondisi dimana peradangan terus menerus akhirnya menyebabkan luka di sekitar hati dan pembuluh darah, tetapi fungsi hati masih berjalan normal.

  • Sirosis – Hati menyusut dan terlihat bopeng setelah sekian tahun mengalami peradangan, dapat menyebabkan gagal hati dan kanker hati.


Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah kelainan turunan dengan kecenderungan untuk menyerap zat besi lebih banyak. Normalnya tubuh menjaga penyerapan zat besi dalam batas yang dibutuhkan tubuh saja, namun penderita hemokromatosis tidak dapat melakukan itu. Hal ini disebabkan ada mutasi gen HFE yang mengatur penyerapan zat besi dalam tubuh. Zat besi dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah. Fungsi hemoglobin adalah untuk mengikat oksigen dalam darah. Namun kelebihan zat besi dalam tubuh bukan menguntungkan justru menimbulkan berbagai masalah antara lain:

  • Merasa kelelahan sepanjang waktu

  • Nyeri sendi

  • Disfungsi ereksi

  • Tidak mengalami haid


Perawatan yang sesuai untuk penderita hemokromatosis adalah cuci darah. Selain itu untuk mencegah komplikasi akibat penyakit ini langkah yang perlu dilakukan antara lain:

  • Menghindari suplemen zat besi

  • Menghindari makanan dengan kandungan zat besi tinggi

  • Mengurangi jumlah asupan vitamin C

  • Menghindari konsumsi minuman keras berlebihan


Sirosis Bilier Primer

Sirosis bilier primer merupakan kondisi kelainan pada hati akibat terjadi kerusakan pada saluran empedu di hati. Empedu yang dihasilkan oleh hati pada keadaan normal akan disalurkan menuju kantong empedu. Fungsi kantong empedu adalah sebagai tempat penyimpanan sekaligus penyerapan air dan elektrolit dari empedu.

Apabila terjadi kerusakan atau penyumbatan di saluran empedu, maka empedu yang seharusnya dikeluarkan akan tertahan di hati dan lama kelamaan akan mengalami kerusakan fungsi hati. Penyakit ini disebabkan oleh sistem imun tubuh yang menyerang saluran empedu sehingga saluran empedu rusak. Kebanyakan penyakit ini diderita oleh wanita pada usia 40-60 tahun.

Kanker hati

Kanker hati merupakan kanker yang jarang ditemukan namun cukup berbahaya. Kanker ini berasal dari sel sel hati, dan bukan kanker yang tumbuh di ogrgan lain lalu menyebar ke hati. Kanker hati jarang terlihat gejala awalnya, hanya dapat terlihat saat kanker mulai memasuki tahap berbahaya. Gejala yang ditunjukkan antara lain:

  • Kehilangan berat badan

  • Kehilangan nafsu makan

  • Cepat kenyang walaupun sedikit makan

  • Muntah muntah

  • Sakit kuning


Sekilas tentang nutrisi hati

Untuk mengoptimalkan sistem kerja hati, kita tentu saja membutuhkan dukungan dari nutrisi yang bisa kita dapatkan dari makanan maupun asupan suplemen. Nah, untuk memudahkan Anda mengenali nutrisi yang tepat untuk suplemen yang aman untuk hati, Anda bisa memeriksa kandungan nutrisi yang aman untuk hati Anda .

1. Fruktosa

Hati kita menyimpan glikogen sebagai bahan bakar darurat. ketika simpanan glikogen dalam hati telah tinggi, hati kita akan mampu menghasilkan T3 (hormon tiroid aktif) yang mampu mengontrol metabolisme. Tanpa adanya gula yang memadai dalam bentuk fruktosa dan glikosa, tentu saja metabolisme tubuh akan menurun. Untuk mendapatkan asupan nutrisi fruktosa ini, Anda bisa mendapatkannya dari buah-buahan matang dan juga madu.

2. Vitamin B

Vitamin B terlibat dalam tahap pertama proses detoksifikasi dalam hati. Detoksifikasi adalah proses melarutkan racun dalam air yang berlanjut pada pembuangan melalui ginjal. Inilah yang membuat suplemen vitamin B penting untuk Anda dapatkan. Sebelum mengonsumsi suplemen vitamin B, penting untuk menambahkan nutrisi asam amino glisin yang merupakan komponen utama dari gelatin.

3. Gelatin

Asam amino glisin sangat penting dalam tahap kedua proses detoksifikasi racun dalam hati. Proses ini dikenal juga dengan istilah konjugasi. Kandungan glisin banyak ditemukan dalam jaringan ikat dan tulang yang dilarutkan untuk membentuk gelatin. Anda bisa mendapatkannya dari sup yang menggunakan kaldu tulang.

4. Molibdenum

Fungsi utama molibdenum yang merupakan salah mineral logam penting adalah untuk memfasilitasi pemecahan asam amino yang mengandung sulfur. tentu saja ini sangat penting untuk kesehatan hati. Molibdenum juga digunakan untuk melindungi hati dari racun alkohol.

5. N-asetil-sistein (NAC)

NAC (N-asetil-sistein) merupakan antioksidan penting yang merupakan prekursor untuk glutathione, racun terbesar yang ada dalam tubuh. Studi klinis telah menunjukkan NAC efektif untuk memerangi penyakit hati dan regenerasi hati. Selain itu, NAC telah terbukti secara klinis dapat meringankan gejala penyakit mental, seperti depresi, skizofrenia, dan gangguan kepribadian.

Selain mendapatkannya dari makanan, Anda bisa mendapatkan nutrisi-nutrisi tersebut dari suplemen yang tersedia di apotek ataupun toko obat. Semoga ini bermanfaat agar Anda dapat mengenali manfaat nutrisi yang Anda butuhkan untuk kesehatan hati.