SERTRALINE

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Antidepresan > SERTRALINE

Nama Generik: Sertraline

Nama Merek:

Definisi

Sertraline adalah obat antidepresan yang terdapat pada kelompok obat selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Sertraline mempengaruhi zat kimia di dalam otak yang mengalami ketidakseimbangan dan menyebabkan depresi, panik, gelisah atau gejala obsesif-kompulsif.

Sertraline digunakan untuk mengobati depresi, gangguan obsesif-kompulsif, panik, gelisah, post-traumatic stress disorder (PSTD), dan premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

Sertraline juga digunakan untuk kebutuhan lain yang tidak tercantum disini.

Informasi Penting

Jangan menggunakan sertraline bersamaan dengan pimozide atau a monoamine oxidase inhibitor (MAOI) seperti isocarboxazid, phenelzine, rasagiline, selegiline, atau tranylcypromine.

Anda dapat merasa ingin bunuh diri ketika pertama kali menggunakan obat anti depresan, khususnya jika anda lebih muda dari usia 24 tahun.

Hubungi dokter anda jika anda memiliki gejala baru atau lebih parah dari perubahan suasana hati atau kebiasaan, gelisah, serangan panik, gangguan tidur, atau jika anda merasa impulsif, mudah marah, agreif, tidak bisa diam, hiperaktif (fisik atau mental), lebih depresi atau merasa ingin bunuh diri atau menyakiti diri sendiri. SSRI anti depressant dapat menyebabkan masalah paru-paru yang serius dan mengancam nyawa pada bayi yang baru lahir dimana sang ibu menggunakan obat ini saat sedang hamil. Jangan menghentikan penggunaan obat ini tanda berbicara terlebih dahulu dengan dokter anda.

Efek Samping

Panggil pertolongan medis darurat jika anda memiliki tanda apapun dari reaksi alergi ini:
•    Gatal dengan bintik merah
•    Sulit bernapas
•    Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan

Hubungi dokter anda jika anda memiliki gejala baru atau lebih parah dari perubahan suasana hati atau kebiasaan, gelisah, serangan panik, gangguan tidur, atau jika anda merasa impulsif, mudah marah, agreif, tidak bisa diam, hiperaktif (fisik atau mental), lebih depresi atau merasa ingin bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Hubungi dokter anda jika anda memiliki efek samping serius berikut:
•    Otot yang sangat kaku, demam tinggi, berkeringat, detak jantung cepat atau tidak beraturan, gemetar, refleks yang berlebihan
•    Mual, muntah, diare, hilang nafsu makan, hilang koordinasi otot
•    Sakit kepala, sulit berkonsentrasi, masalah ingatan, lemah, berhalusinasi, pingsan, kejang, napas sesak atau henti napas

Efek Samping lain:
•    Mengantuk, pusing, merasa lelah
•    Mual ringan, sakit perut, konstipasi
•    Mulut kering
•    Perubahan nafsu makan atau berat badan
•    Sulit tidur
•    Menurunnya kemampuan 5eksual, impoten atau sulit mengalami orgasme

Gejala efek samping di atas belum lengkap dan dapat muncul gejala lain.

Sekilas Tentang Depresi

Depresi adalah suatu kondisi mental yang rendah dan ketidakmauan untuk beraktivitas yang dapat memengaruhi pikiran, perilaku, kecenderungan, dan perasaan seseorang. Gejala depresi ditandai oleh kesedihan, ketidakaktifan, kesulitan berpikir dan konsentrasi, peningkatan/penurunan nafsu makan serta waktu yang banyak dihabiskan untuk tidur. Banyak penderita depresi memiliki perasaan kesal, putus asa, dan terkadang kecenderungan untuk bunuh diri. Ini bisa bersifat jangka pendek atau jangka panjang tergantung pada tingkat keparahan kondisi seseorang. Suasana hati yang tertekan adalah reaksi sementara yang normal terhadap peristiwa-peristiwa kehidupan, seperti kehilangan orang yang dicintai. Depresi dapat merupakan gejala dari beberapa penyakit fisik amun juga dari efek samping beberapa obat yang dikonsumsi. Suasana hati yang depresi juga mungkin merupakan gejala dari beberapa gangguan suasana hati seperti gangguan depresi berat atau distrofiia.

Salah satu jenis depresi adalah depresi mayor dimana depresi yang terjadi cukup serius sehingga pasien perlu dirawat di rumah sakit. Kondisi ini sering “kronis,” yang berarti pasien tersebut telah memiliki episode depresi selama beberapa bulan atau tahun. Depresi ini juga tidak “situasional,” yang artinya tidak terkait dengan situasi atau peristiwa tertentu. Suatu episode depresi mayor biasanya hanya terjadi sekali seumur hidup, meskipun dapat juga berulang. Terapi medis yang terkait dengan depresi termasuk terapi interferon, beta-blocker, isotretinoin, antikonvulsan, obat antimigrain, antipsikotik, dan lain-lain.

Sekilas Tentang Obat Antidepresan

Antidepresan adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gangguan depresi mayor dan kondisi lainnya, termasuk beberapa gangguan kecemasan, beberapa kondisi nyeri kronis (penggunaan di luar label), dan untuk membantu mengelola beberapa kecanduan.

Efek samping khas dari antidepresan termasuk mulut kering, penambahan berat badan, kurangnya dorongan seksual, dan dalam beberapa kasus disfungsi ereksi. Sebagian besar jenis antidepresan biasanya aman dikonsumsi, tetapi dapat menyebabkan meningkatnya pikiran untuk bunuh diri ketika dikonsumsi oleh anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Sindrom penghentian dapat terjadi setelah menghentikan antidepresan apa pun. Risiko lebih besar di antara mereka yang telah minum obat lebih lama dan ketika obat tersebut memiliki paruh pendek.