Sanjin Tablets

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Jamu > Jamu Ginjal & Prostat > Sanjin Tablets

Izin BPOM Sanjin Tablets

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Sanjin Tablets:

TI 084 526 531

Sekilas tentang prostat
Prostat merupakan organ kecil seukuran kenari yang berada di bawah kandung kemih (tempat urin disimpan) dan mengelilingi uretra (tabung yang membawa air seni dari kandung kemih). Prostat mengeluarkan cairan semen, zat susu yang bergabung dengan sperma (yang diproduksi di testis) untuk membentuk air mani.

Macam-macam penyakit/gangguan prostat:

Benign prostatic hyperplasia (BPH)

BPH atau yang biasa dikenal dengan pembesaran prostat jinak terjadi ketika kelenjar prostat membesar, sehingga saluran kemih akan menyempit. Kondisi ini dapat menyebabkan otot kandung kemih menebal. Lambat laun, dinding kandung kemih akan melemah dan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan urine dari kandung kemih.

Beberapa gejala yang muncul akibat pembesaran prostat jinak (BPH), antara lain:

  • Susah buang air kecil

  • Aliran urine yang lemah dan tersendat-sendat

  • Merasa tidak tuntas usai buang air kecil

  • Merasa sering ingin buang air kecil di malam hari

BPH umumnya terjadi seiring bertambahnya usia. Belum ada yang mengetahui secara pasti penyebab pembesaran prostat jinak. Namun, kondisi ini diperkirakan terjadi karena adanya perubahan pada kadar hormon seksual akibat proses penuaan.

Untuk mengatasi pembesaran prostat jinak (BPH), cara umum yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan obat-obatan. Golongan obat-obatan yang biasa diresepkan dokter kepada penderita pembesaran prostat jinak adalah:

  • Alpha-blocker, adalah jenis obat-obatan yang bekerja dengan cara merelaksasi otot leher kandung kemih dan otot di kelenjar prostat. Relaksasi otot membantu memudahkan buang air kecil. Jenis obat-obatan alpha-blocker misalnya alfuzosin, doxazosin, silodosin, tamsulosin, dan terazosin

  • 5-alpha reductase inhibitor, adalah jenis obat yang dapat mengurangi ukuran prostat dengan cara menghambat hormon-hormon pemicu pembesaran prostat. Obat finasteride dan dutasteride adalah dua jenis obat golongan 5-alpha reductase inhibitor

Selain itu, prosedur pembedahan juga dapat dilakukan untuk memperbaiki gejala BPH dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Tindakan operasi umumnya disarankan untuk penderita BPH yang ukuran prostatnya sudah sangat besar atau memiliki keluhan yang berat.

Prostatitis

Prostatitis merupakan peradangan atau pembengkakan pada kelenjar prostat. Prostatitis lebih sering terjadi pada pria yang berusia lebih muda, antara 30-50 tahun. Prostatitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, yang bisa berasal dari infeksi saluran kemih atau dari penyakit menular seksual. Namun pada beberapa kasus, penyebab prostatitis tidak dapat diketahui dengan pasti.

Penyebab prostatitis dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya, yaitu:

  • Prostatitis bakteri akut, diakibatkan oleh bakteri E. coli dan Pseudomonas

  • Prostatitis bakteri kronis, disebabkan oleh penyebaran bakteri dari saluran kemih atau infeksi saluran kemih (ISK)

  • Chronic prostatitis/chronic pelvic pain syndrome (CP/CPPS), yang belum diketahui secara pasti penyebabnya

  • Asymptomatic inflammatory prostatitis, yaitu kondisi di mana kelenjar prostat mengalami peradangan, namun tidak menimbulkan gejala apa pun

Gejala prostatitis dapat bervariasi tergantung dari faktor pemicunya, di antaranya:

  • Ada sensasi nyeri atau perih ketika buang air kecil

  • Terdapat darah saat buang air kecil

  • Kesulitan untuk buang air kecil

  • Seringnya buang air kecil, terutama pada malam hari

  • Aliran urine yang lemah

  • Rasa sakit ketika ejakulasi

  • Air mani berdarah

  • Disfungsi seksual atau kehilangan libido

Prostatitis dapat diobati dengan pemberian obat-obatan seperti antibiotik untuk membasmi kuman penyebab radang pada prostat, pemberian obat antinyeri, dan obat untuk melemaskan otot kandung kemih (alpha blockers) yang juga digunakan untuk mengobati BPH.

Selain mengonsumsi obat, penderita prostatitis disarankan melakukan hal-hal yang membantu meredakan gejala prostatitis, seperti berendam air panas, membatasi konsumsi minuman beralkohol dan rokok, menghindari minuman berkafein, dan menghindari aktivitas yang membuat prostat menjadi iritasi, seperti bersepeda dan duduk terlalu lama.

Kanker prostat

Kanker prostat adalah pertumbuhan sel secara abnormal pada kelenjar prostat. Hingga kini, penyebab munculnya kanker prostat masih belum diketahui. Tapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat, yaitu faktor usia, riwayat keluarga, dan obesitas.

Kanker prostat biasanya tidak menimbulkan gejala apapun saat stadium awal. Namun pada stadium lanjut dapat menyebabkan gejala, seperti:

  • Kesulitan buang air kecil

  • Penurunan aliran urine

  • Nyeri tulang dan rasa tidak nyaman di area panggul

  • Darah pada urine dan air mani

Pengobatan kanker tergantung dari derajat pertumbuhan kanker dan kondisi kesehatan Anda. Secara umum penanganan kanker prostat bisa dengan terapi radiasi, terapi hormon, kemoterapi, dan pembedahan untuk mengangkat kelenjar prostat.

Apabila kanker prostat terdeteksi sedini mungkin pada stadium awal, keberhasilan untuk penyembuhan kanker akan semakin besar. Karena itu, penting melakukan pemeriksaan sesuai anjuran dokter, jika terdapat faktor risiko atau gejala.
Sekilas tentang radang
Radang (bahasa Inggris: inflammation) adalah respon dari suatu organisme terhadap patogen dan alterasi mekanis dalam jaringan, berupa rangkaian reaksi yang terjadi pada tempat jaringan yang mengalami cedera, seperti karena terbakar, atau terinfeksi. Radang atau inflamasi adalah satu dari respon utama sistem kekebalan terhadap infeksi dan iritasi. Inflamasi distimulasi oleh faktor kimia (histamin, bradikinin, serotonin, leukotrien, dan prostaglandin) yang dilepaskan oleh sel yang berperan sebagai mediator radang di dalam sistem kekebalan untuk melindungi jaringan sekitar dari penyebaran infeksi.

Radang mempunyai tiga peran penting dalam perlawanan terhadap infeksi:

  • memungkinkan penambahan molekul dan sel efektor ke lokasi infeksi untuk meningkatkan performa makrofaga

  • menyediakan rintangan untuk mencegah penyebaran infeksi

  • mencetuskan proses perbaikan untuk jaringan yang rusak

Respon peradangan dapat dikenali dari rasa sakit, kulit lebam, demam dll, yang disebabkan karena terjadi perubahan pada pembuluh darah di area infeksi:

  • pembesaran diameter pembuluh darah, disertai peningkatan aliran darah di daerah infeksi. Hal ini dapat menyebabkan kulit tampak lebam kemerahan dan penurunan tekanan darah terutama pada pembuluh kecil

  • aktivasi molekul adhesi untuk merekatkan endotelia dengan pembuluh darah

  • kombinasi dari turunnya tekanan darah dan aktivasi molekul adhesi, akan memungkinkan sel darah putih bermigrasi ke endotelium dan masuk ke dalam jaringan. Proses ini dikenal sebagai ekstravasasi

Bagian tubuh yang mengalami peradangan memiliki tanda-tanda sebagai berikut:

  • tumor atau membengkak

  • calor atau menghangat

  • dolor atau nyeri

  • rubor atau memerah

  • functio laesa atau daya pergerakan menurun

dan kemungkinan disfungsi organ atau jaringan.
Sekilas tentang ginjal
Ginjal merupakan salah satu dari dua organ berbentuk kacang di daerah pinggang yang menyaring darah, mengekskresi hasil akhir metabolisme tubuh dalam bentuk urin, dan mengatur konsentrasi hidrogen, natrium, kalium, fosfat, dan ion lainnya dalam cairan ekstraselular.

Macam-macam penyakit ginjal:

1. Batu Ginjal

Batu ginjal merupakan salah satu penyakit pada ginjal dikarenakan adanya endapan asam urat dan juga garam kalium di bagian dalam ginjal yang selanjutnya akan mengalami proses pembentukan kalsium karbonat sehingga akan membuat aliran urine menjadi terhambat dan bisa membuat rasa nyeri.

Gejala yang biasa dirasakan ialah munculnya rasa sakit ketika anda sedang buang air kecil (kencing) dan juga urine akan menjadi sulit untuk keluar dari bagian tubuh. Cara tepat untuk mencegahnya ialah dengan tidak membiasakan diri menahan kencing dalam waktu yang lama dan sering – seringlah minum air. Sedangkan cara mengobatinya ialah dengan memusnahkannya menggunakan sinar laser (alat medis).

2. Uremia

Uremia merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan karena adanya timbunan urea di bagian dalam darah sehingga bisa menyebabkan keracunan. Penyakit ini bisa dikatakan akibat dari penyakit gagal ginjal yang bisa menimbulkan urea menjadi tidak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh dan kemudian akan menumpuk di bagian dalam darah.

Penyebab terjadinya uremia antara lain dikarenakan terlalu banyak obat-obatan, protein, gangguan yang terjadi pada aliran kemih dan juga tekanan darah rendah. Gejala yang bisa dirasakan meliputi perubahan mental, kelainan jantung, kram otot, kelainan endokrin, penurunan berat badan, koagulopatmual, anoreksida, asidosis, muntah, mual, anemia, dan cepat lelah. Cara mengobatinya ialah dengan cara melakukan proses dialisis yang digunakan untuk mengurangi kadar urea.

3. Pyelonephritis

Pyelonephritis merupakan salah satu penyakit karena terjadinya peradangan terhadap jaringan ginjal dan juga pelvis. Pyelonephritis diakibatkan karena bakteri dan bisa menjadi penyakit kronis. Penyakit ini bisa saja mengalami penyebaran sampai ke bagian utama dari ginjal dan selanjutnya mengakibatkan gagal ginjal.

Gejala yang sering dirasakan ialah sakit ketika buang air kecil (kencing), demam, dan juga jantung berdetak lebih kencang. Cara mengobatinya yakni dengan melakukan pemberian antibiotik, namu harus sesuai dengan aturan yang ada.

4. Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan salah satu kelainan karena ginjal tidak bisa menjalankan fungsinya secara norma sebagai alat untuk menyaring darah. Gagal ginjal bisa sangat membahayakan dan bisa mengakibatkan kematian. Ginjal tidak bisa membuang zat-zat yang tidak diperlukan dari tubuh. Pada akhirnya zat-zat tersebut akan menumpuk semakin banyak di bagian dalam darah dan juga bisa meracuni tubuh.

Penyebab utama dari gagal ginjal ialah terjadinya kerusakan nefron yang bisa diakibatkan oleh kadar obat-obatanyang terlalu berlebihan. Kelainan ini sulit dan bahkan tidak bisa untuk disembuhkan. Solusinya adalah hanya melakukan cuci darah secara rutin dan juga teratur agar bisa mengurangi kadar racun yang ada di bagian dalam darah. Cara lainnya ialah dengan melakukan operasi cangkok ginjal sehingga bisa digunakan untuk menggantikan ginjal yang sudah rusak.

5. Nefritis

Nefritis merupakan salah satu penyakit karena adanya kerusakan pada bagian glomerulus ginjal yang disebabkan oleh suatu reaksi alergi racun yang dihasilkan oleh bakteri Streptococcus. Pada saat bagian tersebut rusak, maka glomerulus tidak bisa berjalan dengan baik.

Selanjutnya suatu molekul besar seperti halnya protein akan bisa masuk ke bagian dalam glomerulus dan tidak bisa keluar sehingga bisa mengakibatkan suatu pembengkakan yang terjadi pada kaki karena adanya penimbunan urea. Solusinya ialah dengan melakukan cangkok ginjal ataupun melakukan cuci darah hingga memperoleh donor ginjal.

6. Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik merupakan kelainan karena keluar protein dari dalam tubuh dengan jumlah yang besar melewati urine. Hal tersebut akan mengakibatkan kekurangan kadar protein di bagian dalam darah sehingga bisa memunculkan penyakit lainnya meliputi tekanan darah tinggi, malnutrisi, kolesterol tinggi, penggumpalan darah, dan juga gagal ginjal.

Gejala yang dirasakan ialah terjadi pembengkakan pada area mata, kaki, dan pergelangan kaki kemudian urine akan menimbulkan busa. Cara mengobatinya ialah dengan melakukan penyembuhan terlebih dahulu terhadap penyakit yang mengakibatkan timbulnya sindrom ini.

7. Glomerulonephritis

Glomerulonephritis merupakan penyakit karena ditemukannya darah dan juga protein di bagian dalam urine yang disebabkan oleh terjadinya suatu kerusakan pada bagian glomerulus. Kerusakan tersebut disebabkan oleh bakteri streptococcal. Bakteri tersebut akan menyerang ketika kondisi daya tahan tubuh mengalami penurunan.

Selanjutnya bakteri itu akan menyerang bagian glomerulus sehingga bisa terjadi suatu peradangan. Gejala ialah dengan adanya darah pada urin, terjadi pembengkakan pada bagian jaringan tubuh, serta adanya protein berlebih pada urin. Penyakit ini bisa sembuh sendiri tanpa adanya pengobatan.

8. Anuria

Anuria merupakan penyakit karena gagalnya ginjal pada saat melakukan produksi urine. Penyebabnya ialah kurang adanya tekanan saat proses filtrasi pada darah atau pun adanya peradangan di bagian glomerulus. Kurangnya suatu tekanan mengakibatkan darah menjadi tidak bisa masuk ke bagian glomerulus, pada akhirnya proses filtrasi tidak akan terjadi.

Ciri-ciri penyakit ini ialah produksi urin dalam 1 harinya jumlah kurang dari 100 mililiter. Cara mengobatinya bisa dilakukan berdasarkan penyebabnya. Proses pengobatan akan lebih mudah apabila diakibatkan oleh kurang adanya tekanan. Solusinya dengan memasukkan alat bantu ke bagian saluran urine yang arahnya menuju bagian kandung kemih.

9. Diabetes Melitus

Diabetes melitus merupakan penyakit karena adanya zat glukosa di bagian dalam urine. Penyebabnya ialah karena kurangnya hormon insulin dan pada akhirnya nefron tidak bisa melakukan aktivitas absorpsi glukosa sehingga akan menjadi terbuang bersama dengan urine.

Diabetes melitus kebanyakan sulit untuk disembuhkan, tetapi bisa dikontrol dengan cara mengurangi konsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat, olahraga secara rutin, dan juga rajin meminum obat sesuai dengan resep dokter.

10. Albuminuria

Albuminuria merupakan penyakit karena adanya banyak protein albumin di bagian dalam urine. Penyebabnya ialah karena adanya kerusakan pada bagian glomerulus dan akhirnya albumin akan bisa lolos. Kerusakan biasanya adanya luka di bagian glomerulus.

Cara mencegahnya ialah dengan banyak makanan yang mempunyai gizi yang seimbang dan juga banyak minum air secara rutin berkisar 8 gelas setiap harinya. Cara mengobatinya ialah dengan cara mencangkok ginjal.

11. Hematuria

Hematuria merupakan penyakit karena ditemukan sel darah merah di bagian dalam urine. Penyebabnya ialah adanya suatu peradangan pada bagian organ ginjal yang bisa muncul karena gesekan dengan batu ginjal. Penyakit ini juga bisa diakibatkan oleh suatu kelainan pada bagian glomerulus.

Ciri-cirinya ialah ketika sedang buang air kecil akan timbul darah pada urine tersebut. Cara mengobatinya ialah dengan melakukan penyembuhan terhadap penyakit yang mengakibatkannya.

12. Polisistik

Polisistik merupakan penyakit karena adanya kerusakan pada bagian saluran ginjal yang mengakibatkan timbulnya kista di sepanjang bagian saluran ginjal, dan akhirnya akan merusak nefron. Penyakit ini bisa tumbuh dan berkembang menjadi penyakit gagal ginjal, terutama pada usia sekitar empat puluh tahun ke atas. Polisistik banyak terjadi karena faktor keturunan. Cara mengobatinya ialah dengan melakukan diet, minum obat dan juga infus.

13. Sindrom Alport

Sindrom alport merupakan penyakit yang diakibatkan oleh faktor genetik karena adanya perubahan pada gen di bagian tubuh. Penyakit ini akan mengakibatkan glomelurus menjadi tidak bisa bekerja dengan baik. Gejala yang dirasakan ialah tekanan darah tinggi, kaki dan tangan bengkak, terdapat banyak protein pada urin, pendarahan saat kencing,adanya gangguan pada pendengaran dan juga penglihatan. Cara mengobatinya dengan melakukan cuci darah.

14. Kista Ginjal

Kista ginjal merupakan penyakit yang diakibatkan karena adanya kista pada bagian ginjal. Kista yang bisa tumbuh akan membuat fungsi ginjal menjadi terganggu. Gejalanya yakni infeksi pada saluran kemih, ditemukan darah pada urin, sering buang air kecil, perut menjadi lebih besar, sakit kepala dan rasa sakit pada bagian punggung.

Cara mengatasinya ialah makan makanan yang banyak terdapat kandungan rendah garam di dalamnya, jangan sering memakan makanan yang banyak lemak.

15. Kanker Ginjal

Kanker ginjal merupakan penyakit yang timbul pada bagian ginjal kemudian akan mempengaruhi sistem kerja dari ginjal tersebut. Gejalanya yakni timbulnya demam dan sembuh tanpa perawatan, cepat lelah, turunnya berat badan secara drastis, timbulnya rasa nyeri pada bagian tulang rusuk, ditemukan darah pada urin. Cara mengatasinya ialah dengan melakukan operasi.

Dosis dan Aturan Pakai Sanjin Tablets

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Sanjin Tablets:

Diminum 3 x sehari 3 tablet

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Sanjin Tablets

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Sanjin Tablets adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Membantu melancarkan buang air kecil, membantu mengatasi radang pada ginjal, kandung kemih, saluran kencing dengan gejala : nyeri pinggang, sering kencing, nyeri saat kencing dan kencing tak tertahan.

Kandungan dan Komposisi Sanjin Tablets

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Sanjin Tablets adalah:

  • Radix Rosae Laevigatae
  • Radix Melastomae Normailis
  • Rhizoma Smilacis Chinensis
  • Herba Lygodii
  • Herba Centellae

Cara Penyimpanan Sanjin Tablets

Simpan ditempat sejuk dan kering, terhindar dari cahaya matahari

Kemasan dan Sediaan Sanjin Tablets

1 dus berisi 36 tablet

Brand

Saras Subur Ayoe

Produsen Sanjin Tablets

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Sanjin Tablets:

Guilin Sanjin Pharmaceutical Co., Ltd.

Produksi

China

Distributor

Saras Subur Ayoe

Disclaimer

Hasil dapat bervariasi antara individu tergantung berbagai faktor seperti usia, genetik, pola hidup, dan lain sebagainya

Harga Sanjin Tablets

Rp 50.000

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Sanjin Tablets Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Sanjin Tablets, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Sanjin Tablets?

Jika Anda lupa menggunakan Sanjin Tablets, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Sanjin Tablets Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Sanjin Tablets?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Sanjin Tablets yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2015, 17 September). Sanjin Tablets. Diakses pada 29 November 2020, dari https://www.farmasi-id.com/sanjin-tablets/


Format MLA (Modern Language Association)

"Sanjin Tablets". Farmasi-id.com. 17 September 2015. 29 November 2020. https://www.farmasi-id.com/sanjin-tablets/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Sanjin Tablets", 17 September 2015, <https://www.farmasi-id.com/sanjin-tablets/> [Diakses pada 29 November 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *