Ramelteon

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Hipnotik & Sedativa > Ramelteon

By | 05/10/2017

Indikasi

Insomnia, yang ditandai dengan kesulitan tidur.

Dosis 

8 mg diberikan 30 menit sebelum tidur. Tidak dianjurkan diberikan sewaktu makan atau segera setelah makan makanan dengan kadar lemak tinggi.

Peringatan

Seperti obat hipnotik yang lain, penggunaan obat ini dapat mengakibatkan eksaserbasi insomnia, gangguan kognitif dan abnormalitas tingkah laku serta perburukan depresi (termasuk keinginan bunuh diri) pada pasien depresi primer; hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan hati sedang; tidak boleh digunakan pada penderita dengan gangguan hati yang parah.

Hati-hati penggunaan pada pengguna alkohol; penderita yang mendapat obat penghambat CYP1A2; mengendarai kendaraan bermotor dan menjalankan mesin. Tidak dianjurkan pada penderita Severe Sleep Apnea atau penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK); Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada pasien gangguan ginjal ringan sampai berat termasuk pasien hemodialisis.

Tidak dianjurkan penggunaan pada ibu hamil dan menyusui. Keamanan dan efektifitas penggunaan pada anak-anak belum ditetapkan.

Kontra indikasi

Penderita hipersensitif, penyakit hati berat, pemberian bersama fluvoksamin.

Efek Samping

Mengantuk, pusing, mual, lelah, sakit kepala dan insomnia.

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil

FDA AS: C: Obat ini berefek pada hormon reproduksi, seperti penurunan kadar testosteron dan peningkatan kadar prolaktin. Tidak dianjurkan penggunaan pada ibu hamil dan menyusui.

Interaksi Obat

Tidak boleh digunakan bersama fluvoksamin (inhibitor kuat CYP1A2 ). Efikasi dapat menurun jika diberikan bersamaan dengan enzim penginduksi kuat CYP seperti rifampisin. Hati-hati penggunaan pada penderita yang juga mendapat obat inhbitor CYP3A4 seperti ketokonazol dan inhibitor kuat CYP2C9 seperti flukonazol.

Nama Brand

Rozerem

 

Sekilas Tentang Obat Hipnotik dan Sedativa

Obat hipnotik dan sedativa adalah obat atau zat yang digunakan untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan, serta menginduksi ketenangan (efek sedatif) atau untuk menginduksi tidur (efek hipnotis). Sebagian besar obat-obatan tersebut memberikan efek menenangkan atau menenangkan pada dosis rendah dan efek merangsang tidur dalam dosis yang lebih besar.

Obat hipnotik dan sedativa cenderung menekan sistem saraf pusat. Karakteristik khusus dari obat penenang-hipnotik adalah kemampuan selektif mereka untuk mencapai efeknya tanpa mempengaruhi suasana hati atau mengurangi sensitivitas terhadap rasa sakit. Hal ini yang membedakan mereka dengan kelas obat opiat atau opioid.