QUENTIN

Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Antagonis Kalsium > QUENTIN

By | 19/10/2018

Kandungan

Amlodipine besylate.

Indikasi

Monoterapi utk hipertensi atau terapi kombinasi dg diuretik tiazid, adrenoreseptor β atau ACE inhibitor jika tdk cukup diatasi dg monoterapi.

Farmakologi

  • Amlodipine merupakan antagonis calcium golongan dihydropirydine (antagonis ion kalsium) yang menghambat influks ion calcium melalui membran ke dalam otot polos vaskular dan otot jantung sehingga mempengaruhi kontraksi otot polos vaskuler dan otot jantung.
  • Amlodipine menghambat influks ion calcium secara selektif, di mana sebagian besar mempunyai efek pada sel otot polos vaskular dibandingkan sel otot jantung.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas thd dihidropiridin.

Peringatan dan Perhatian 

  • Pasien dg gagal ginjal & hati. Hamil & laktasi. Anak. Lanjut usia.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada penderita dengan gangguan fungsi hati, ginjal terutama gagal ginjal, gagal jantung kongestif dan pasien lanjut usia.
  • Jangan menggunakannya tanpa resep dokter atau melebihi dosis yang dianjurkan karena penyakit-penyakit seperti angina dan infark miokardial akut dapat memburuk secara cepat saat awal pemakaian dan peningkatan dosis secara tidak tepat.
  • Penghentian pemakaian obat secara tiba-tiba bisa meningkatkan frekuensi dan durasi nyeri dada.
  • Lakukan penghentian secara bertahap dengan pengawasan dokter.
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing dan mengantuk. Jangan menyalakan mesin atau mengendarai kendaraan saat menggunakan obat ini.

Efek Samping

Sakit kepala, edema, kelelahan menyeluruh, mengantuk, mual, nyeri perut, rasa panas & kemerahan pd wajah, palpitasi, pusing, pruritus, ruam, dispnea, astenia, kram otot, dispepsia, hiperplasia gingival, eritema multiformis.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Interaksi Obat

  • Obat anti jamur golongan azole (misalnya ketoconazole) dan Vasopressin receptor antagonist (misalnya, conivaptan) dapat meningkatkan konsentrasi plasma Amlodipine besylate.
  • Obat-obat penghambat enzim protease seperti ritonavir dapat meningkatkan efek farmakologi Amlodipine besylate.

Dosis

Hipertensi:

Dws 5 mg 1 x/hr, dpt ditingkatkan hingga maks 10 mg/hr. Individu yg lemah fisik, lanjut usia, pasien dg ggn fungsi hati Awal 2.5 mg 1 x/hr sebagai monoterapi atau terapi kombinasi dg obat antihipertensi lain.

Angina kronik stabil atau vasospastik:

5-10 mg/hr.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan

  • DKL1609609604B1, Dus,. 3 blister @ 10 kaplet 10 mg
  • DKL1609609604A1, Dus,. 3 blister @ 10 kaplet 5 mg

Produsen

Imfarmind Farmasi Industri

Sekilas Tentang Amlodipine

Amlodipine adalah obat yang digunakan untuk terapi pengobatan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit arteri koroner pada pasien dengan angina stabil dimana nyeri dada biasa terjadi saat sedang berada pada kondisi tertekan secara fisik dan emosi atau angina vasospastik tanpa disertai dengan gagal jantung.

Amlodipine dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau terapi kombinasi untuk manajemen hipertensi dan penyakit arteri koroner. Amlodipine dapat digunakan pada pasien dengan rentang usia 6 hingga 17 tahun. Wanita hamil dan menyusui dilarang menggunakan obat ini.

Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan amlodipine meliputi sakit perut, mual, kelelahan, dan bengkak. Efek samping lainnya termasuk tekanan darah rendah atau serangan jantung. Pada pasien lansia atau pasien yang menderita penyakit hati, ukuran dosis harus dikurangi. Amlodipine bekerja dengan menghambat masuknya ion kalsium melintasi membran sel dengan target saluran kalsium tipe-L pada sel otot dan saluran kalsium tipe-N pada sistem saraf pusat sehingga mampu menghambat kontraksi otot polos dan mengurangi resistensi pembuluh darah tanpa mengurangi curah jantung. Akhirnya terjadi vasodilatasi dan penurunan resistensi pembuluh darah perifer yang kemudian mampu menurunkan tekanan darah. Selain itu obat ini juga mencegah penyempitan arteri koroner.

Amlodipine pertama kali dipatenkan pada 1982 dan disetujui penggunaannya untuk keperluan medis pada 1990. Amlodipine tersedia dalam bentuk besylate, mesylate, dan maleate. Oleh WHO dimasukkan dalam daftar obat paling esensial, efektif, dan aman untuk digunakan.

Amlodipine tidak direkomendasikan penggunaannya pada pasien penderita gagal jantung. Oleh FDA keamanan penggunaan obat ini untuk wanita hamil dimasukkan dalam kategori C.