Primet

Farmasi-id.com > Antibiotik > Primet

By | 20/07/2017

Deskripsi

Primet merupakan obat antiprotozoa golongan lain yang mengandung pyrimethamine 25 mg. Pyrimethamine dapat digunakan untuk terapi kombinasi dengan sulfonamid untuk pengobatan toksoplasmosis yang disebabkan oleh parasit toxoplasma. Primet kontraindikasi dengan pasien yang hipersensitif dan anemia megaloblastik karena defisiensi folat.

Komposisi

Pyrimethamine

Indikasi

Terapi kombinasi dengan sulfonamid untuk pengobatan toksoplasmosis.

Dosis

Awal 20 mg dalam dosis terbagi/hri, dilanjutkan dengan 75-100 mg selama sekurang-kurangnya 6 minggu. Dosis pemeliharaan: 25-50 mg. Dapat digunakan dalam kombinasi dengan Ca folinate 3-5 mg tiap 3 hari dan sulfadiazine 6-8 mg dalam 4 dosis terbagi selama 4-6 minggu atau klindamisin 600 mg 4 kali sehari selama 6 minggu, dilanjutkaan dengan dosis pemeliharaan 450 mg 3 kali sehari.

Pemberian Obat

Sebaiknya diberikan bersama makanan.

Kontra Indikasi

Pasien yang hipersensitif dan anemia megaloblastik karena defisiensi folat.

Perhatian

Pasien dengan gangguan konvlusi sebaiknya diberikan dosis awal yang rendah untuk menghindari toksisitas pada sistem saraf. Hentikan penggunaan jika mulai timbul ruam kulit, nyeri tenggorokan, purpura atau glositis. Untuk meminimalkan gejala anoreksia dan muntah, obat seberikan bersama makanan, gangguan hati, kemungkinan terjadi defisiensi, seperti sindrom malabsorpsi, alkoholisme dan sedang menjalani terapi dengan obat yang mempengaruhi kadar asam folat seperti fenitoin. Hamil.

Efek Samping

seperti sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik, eritema multiformis dan anafilaksis; hiperfenilalaninemia dapat terjadi pada pemberian bersama sulfonamid. Anoreksia, muntah; anemia, megaloblastik, leukopenia, trombositopenia, pansitopenia, glositis atrofi, hematuria, dan gangguan irama jantung.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu ruang dan terhindar dari sinar matahari langsung

Kemasan dan Sediaan

Dus, 10 strip @ 10 tablet 25 mg

Izin BPOM

DKL0612522610A1

Produsen

PT Kimia Farma

Sekilas Tentang Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Informasi lengkap mengenai antibiotik dapat Anda baca di sini.
Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.