Planotab

By | Juli 22, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Planotab

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Planotab adalah:

Setiap blister terdiri dari 28 tablet yang berisi:

  • 21 tablet kecil yang mengandung 0,15 mg Levonorgestrel dan 0,03 mg Ethinylestradiol
  • 7 tablet inert yang lebih besar

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Planotab

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Planotab adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Kontrasepsi oral

Kontraindikasi Planotab

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Planotab dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Thromboemboli, tromboflebitis, apopleksi serebri, hipertensi berat, gangguan fungsi hati, anemia hemolitik kronik, perdarahan genitalis yang belum diketahui penyebabnya dan amenorhea
  • Diduga/ diketahui adanya kehamilan, kanker payudar4 atau neoplasia yang tergantung pada estrogen

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Planotab

Resiko kehamilan dapat terjadi apabila terlupa makan tablet , terutama pada awal siklus. Apabila 2 tablet terlupa, metoda tambahan pencegahan kehamilan tanpa hormon harus dilakukan sampai selesai siklus.
Tes kehamilan hendaknya dilakukan apabila menstruasi tidak terjadi pada waktunya. Apabila 3 atau lebih tablet terlupa, maka tablet selanjutnya dihentikan dan harus dilakukan metoda pencegahan kehamilan tanpa hormon sampai 2 minggu pada siklus blister berikutnya. Blister baru ini dimulai pada hari pertama haid.
Pasien yang menggunakan kontrasepsi oral harus melakukan pemeriksaan terhadap tekanan darah, urin, perabaan hati, gula darah, kadar lemak, dsb.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Planotab Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Planotab?

Jika Anda lupa menggunakan Planotab, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Planotab Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Planotab?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Planotab yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Planotab

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Planotab yang mungkin terjadi adalah:

Efek Samping ringan dan bersifat sementara meliputi: mual, mastalgia, perdarahan antar haid, sakit kepala ringan, edema, perubahan berat badan, pigmentasi kulit, eksaserbasi jerawat. Mungkin terjadi amenorhea, gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan lipoprotein serta gangguan sirkulasi darah atau payudar4 lunak.

Dosis dan Aturan Pakai Planotab

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Planotab:

1 tablet setiap hari dimulai dari bagian hijau pada hari pertama menstruasi.
Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada petunjuk penggunaan terlampulir.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan Planotab

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Planotab:

  • 20 amplop @ 1 Blister @ 28 tablet salut gula No. Reg. DKL 9331900216A1
  • 20 amplop @ 1 Blister @ 28 tablet salut gula No. Reg. DKL 0331903817A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Produsen Planotab

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Planotab:

PT TRIYASA NAGAMAS FARMA
Pharmaceutical Industry
Jakarta, Indonesia

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *