Pioglitazone HCl

Farmasi-id.com > Sistem Endokrin & Metabolik > Obat Antidiabetes > Pioglitazone HCl

By | 28/04/2019

Kandungan dan Komposisi

Pioglitazone HCl.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Sebagai tambahan tdh diet & olahraga tk meningkatkan kontrol glikemik (pengendalian kadar glukosa darah) pd pasien DM tipe 2. Sebagai monoterapi & terapi kombinasi dg sulfonilurea atau metformin jika diet & olahraga plus obat hipoglikemik tunggal tdk menghasilkan kontrol glikemik yg adekuat.

Pemberian Obat

Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas. Riwayat atau adanya gagal jantung (NYHA I-IV), ggn hati, terapi kombinasi dg insulin.

Perhatian 

Dapat menyebabkan retensi cairan yang akan memperparah kondisi gagal jantung. Penggunaan bersamaan dengan OAINS dapat menyebabkan retensi cairan, meningkatkan risiko edema. Tes enzim hati harus dilakukan sebelum terapi. Tes enzim hati harus dilakukan secara teratur setiap 2 bulan selama 1 thn pertama masa terapi dan secara berkala setelahnya. Hentikan jika terjadi peningkatan SGPT yang terus-menerus. Dapat menyebabkan sedikit penurunan Hb & hematokrit. Hamil & laktasi.

Efek Samping

Monoterapi: Ggn daya penglihatan, infeksisaluran napas atas, sinusitis, penigkatan BB, hipoestesia, insomnia. Terapi kombinasi dg metformin: Anemia, peningkatan BB, sakie kepala, ggn daya penglihatan, kembung, artralgia, hematuria, impotensi. Terapi kombinasi dg sulfonilurea: Peningkatan BB, glukosuria, hipoglikemia, peningkatan dehidrogenasi laktat, peningkatan nafsu makan, pusing, sakit kepala, ggn daya penglihatan, kembung, berkeringat, proteinuria, kelelahan menyeluruh. Peningkatan kolesterol total.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis dan Aturan Pakai

Monoterapi: Awal 15-30 mg 1 x/hr. Dpt ditingkatkan hingga 45 mg 1 x/hr. Terapi kombinasi: Awal 15-30 mg 1 x/hr. Dosis metformin atau sulfonilurea yg sedang digunakan dpt dilanjutkan pada awal terapi ini.

Izin BPOM, Kemasan, Sediaan, Produsen

  • GKL1719618910A1, Dus, 3 strip @ 10 tablet 30 mg, Pertiwi Agung
  • GKL1719618910A1, Dus, 3 strip @ 10 tablet 30 mg, Pertiwi Agung
  • GKL1718828610B1, Dus, 3 strip @ 10 tablet 30 mg, Otto Pharmaceuticals
  • GKL1718828610A1, Dus, 3 strip @ 10 tablet 30 mg, Otto Pharmaceuticals
  • GKL1613711110B1, Dus, 3 strip @ 10 tablet 30 mg, Mahakam Beta Farma
Sekilas Tentang Diabetes
Diabetes merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan benar. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Diabetes yang umum terjadi adalah diabetes Tipe 1 dan tipe 2.

Pada diabetes Tipe 1 pankreas tidak dapat memproduksi insulin sedangkan pada diabetes tipe 2 pankreas dapat membuat insulin tapi dalam kadar yang tidak cukup banyak. Ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan insulin secara optimal. Meningkatnya kadar gula dalam darah akan membuat penderita diabetes sering merasa haus atau lapar dan juga sering buang air kecil.

Antidiabetes merupakan obat yang mengontrol tingkat glukosa (gula) dalam darah pada penderita diabetes.

Informasi lengkap mengenai diabetes dapat Anda baca di sini.
Sekilas Tentang Otto Pharmaceutical
Otto Pharmaceutical merupakan suatu perusahaan farmasi yang berdiri pada tahun 1963 di kota Bandung, Jawa Barat. Pada tahun 1981, perusahaan ini diakuisisi oleh Mensa (Menjangan Sakti Group) sekaligus menjadi perusahaan farmasi pertama dalam lini perusahaan Mensa Group.

Pada tahun 1991, Otto Pharmaceutical berhasil mendapatkan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Kemudian pada Juni 2005 perusahaan mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 dari RWTUV GmbH Jerman sebagai pengakuan atas standar manajemen kualitas yang diterapkan dalam perusahaan.

Otto Pharmaceutical memiliki area produksi seluas dua hektar yang digunakan untuk memproduksi produk betalaktam dan non-betalaktam serta sefalosporin. Fasilitas itu dilengkapi dengan gudang penyimpanan, riset and development, quality control, dan sebagainya. Perusahaan ini memiliki total karyawan sebanyak 600 orang dengan cakupan pemasaran produk tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pada tahun 2015, Otto Pharmaceutical bersama CKD Pharma (perusahaan asal Korea Selatan) membuat suatu perusahaan joint venture bernama PT. CKD Otto Pharma untuk memproduksi obat-obatan onkologi dan telah selesai membangun area fasilitas produksi obat kanker yang sesuai dengan standar Eropa (EU-GMP) yang produknya selain dapat dipasarkan di Indonesia juga dapat diekspor ke mancanegara. Fasilitas produksi baru ini mencakup area seluas 12.588 meter persegi dengan total investasi $ 30 juta dengan total kapasitas produksi 1,6 juta vial per tahun. Beberapa obat yang diproduksi seperti Oxaliplatin, Gemcitabine dan Docetaxel. Produk obat anti-kanker yang diproduksi telah mandapatkan sertifikat halal dari MUI
Sekilas Tentang Mahakam Beta Farma
PT. Mahakam Beta Farma merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh seorang dokter umum bernama Dr. Kahar Tjandra. Awal mula didirikannya perusahaan ini bermula dari kawan sekolahnya dahulu yang menawarkan pada dirinya (Dr. Kahar Tjandra) untuk membeli lisensi Betadine dari suatu perusahaan pemegang lisensi itu yang sedang dalam kondisi hampir bangkrut. Setelah Dr. Kahar Tjandra mempelajari dan mengetahui lebih jauh mengenai manfaat produk Betadine, maka diputuskanlah untuk mengambil alih lisensi itu dari perusahaan sebelumnya. Betadine merupakan produk antiseptik dengan kandungan aktif povidone iodine lisensi dari Mundipharma AG (perusahaan farmasi asal Swiss). Dengan modal 25 juta dolar, maka Dr. Kahar Tjandra mendirikan perusahaan PT. Mahakam Beta Farma yang secara resmi mulai beroperasi pada 1980. Perusahaan ini mulai mendistribusikan, memasarkan, dan menjual Betadine dalam kemasan jeriken. Karena permintaan pasar, maka perusahaan akhirnya membuat kemasan botol yang lebih kecil.

Hasil promosi di berbagai media baik cetak maupun elektronik semakin melambungkan nama obat ini, hasilnya penjualan semakin meningkat. Pabrik PT. Mahakam Beta Farma telah beberapa kali mengalami perluasan untuk peningkatan kapasitas produksi. Pabrik akhirnya dipindahkan ke kawasan industri Pulo Gadung seluas 10 ribu meter persegi. Perusahaan ini juga telah mendapatkan sertifikat CPOB dan ISO 9001:2008. Saat ini Betadine tersedia dalam berbagai varian produk seperti Betadine antiseptic, Betadine sabun cair, Betadine gargle (obat kumur), Betadine skin cleanser, Betadine shampoo, Betadine stick, dan lain-lain.

Kesuksesan Betadine membuat PT. Mahakam Beta Farma terpacu untuk membuat produk lainnya. Perusahaan ini juga memproduksi obat generik, obat ethical (obat resep), produk OTC, suplemen, vitamin dan mineral, produk perawatan luka, dan lain-lain. Beberapa produk itu antara lain pantoprazole, Seminac (tramadol hydrochloride), Meflam (meloxicam), Patral (tramadol hcl+paracetamol), MST Continus (morphine sulphate), Matolac, Betarhin, Ultraderma, Calpro, Bruiz gel (heparin sodium), dan sebagainya. Pada 2013, PT. Mahakam beta farma bekerja sama dengan Labiofam meluncurkan produk bernama bactivec untuk membasmi larva atau jentik nyamuk demam berdarah dan lalat hitam.

Kantor pusat PT. Mahakam Beta Farma ada di Jalan Pulo Kambing Raya No.9, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta.