Pewangi Bulan

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Keputihan > Pewangi Bulan

By | 19/06/2018

Kandungan dan Komposisi Pewangi Bulan

Komposisi :

Ekstrak Plucheae indicae Folium 40 mg, Elephantopi Folium 35 mg, Foeniculi Fructus 30 mg, dan bahan-bahan lain hingga 500 mg, terdiri dari Granati Pericarpium, Alyxiae Cortex, Curcuma domesticae Rhizoma.

Manfaat :

  • Mencegah keputihan.
  • Menormalkan siklus datang bulan.
  • Mengurangi lendir berlebihan pada organ reproduksi wanita (vagina).
  • Menjaga penampilan tetap segar dan sehat selama dan sesudah datang bulan.

Mekanisme kerja :

  • Pluceae indicae Folium mempunyai efek anti bakteri sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi, menghilangkan bau pernapasan, dan meluruhkan keringat.
  • Elephantopi Folium dapat meghilangkan bau yang kurang sedap pada organ wanita.
  • Foeniculi Fructus mengandung minyak atsiri untuk mengurangi produksi lendir vagina yang berlebihan.
  • Alyxiae Cortex dan Granati Fructus Cortex mempunyai efek membunuh kuman Candida albicans yang menyebabkan keputihan serta memperlancar datang bulan.
  • Curcuma domesticae Rhizoma menormalkan siklus datang bulan, menghilangkan bau yang tidak sedap saat datang bulan.

Aturan minum :

2 kapsul sekaligus setiap hari selama 5 hari sebelum menstruasi dan 5 hari sesudah menstruasi.

Perhatian :

  • Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui.
  • Tidak diminum selama menstruasi.

Kemasan & Izin:

POM TR. 092 304 041: Dus, Botol @ 50 Kapsul
POM TR. 092 204 941: Bungkus @ 7 gram

Harga:

Rp 50.000

Produsen:

PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
Kota Semarang, Jawa Tengah

 

Sekilas Tentang Curcuma Domestica (Kunyit)

Kunyit (curcuma domestica) merupakan tumbuhan yang biasa tumbuh di ladang dan di hutan, terutama di hutan jati. Banyak juga ditanam di perkarangan. dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 2000 m dpl. Tanaman herba tahunan ini menghasilkan umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga terang dan bagian rimpang inilah yang banyak dijadikan obat.

Khasiatnya antara lain sebagai kholagog, stomakik, antispasmodik, anti inflamasi, anti bakteria, dan kholeretik. Kunyit biasa dipakai untuk menyembuhkan luka dan kurap, mencret, nyeri haid, dan sakit perut.

Sekilas Tentang Alyxia Stellata (Pulasari)

Alyxia stellata yang dikenal oleh orang Indonesia dengan sebutan Pulasari (Pulosari), Palasan, atau Palawaras, adalah suatu tanaman herbal dengan ciri batangnya dapat tumbuh hingga ketinggian tiga meter, daun berwarna hijau, memiliki buah berwarna hijau saat muda dan hitam saat tua, bunganya tumbuh di ketiak daun dengan mahkota bunga berbentuk corong berwarna putih. Tanaman dapat tumbuh pada daerah hutan tropis hingga ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan cahaya matahari penuh atau di bawah bayangan, dan pada kondisi tanah lembab namun mampu mentoleransi tanah yang sedikit kering.

Kandungan kimia yang ada pada tanaman ini meliputi pinoresinol, minyak atsiri, kumarin, triterpen, alkaloid, polifenol, andrografin, andrografoid, dan panikulin.

Bagian kulit tanaman ini (Alyxiae cortex) aromanya harum dan sering digunakan untuk menghilangkan bau badan. Selain itu digunakan juga untuk mengobati batuk, sariawan, perut mulas, demam, haid, dan keputihan. Akar tanaman ini biasanya digunakan untuk mengobati buang air besar berdarah.

Kandungan minyak atsiri yang ada pada palasari berkhasiat untuk menyembuhkan radang. Kombinasinya dengan alkaloid dapat membantu mengurangi kejang dan mengurangi rasa nyeri. Kandungan saponinnya dapat bermanfaat untuk mengurangi pembengkakan akibat akumulasi cairan tubuh atau biasa dikenal dengan sebutan edema.

Sekilas tentang keputihan

Keputihan atau Fluor Albus atau Leukorea adalah suatu debit lengket kuning keputihan yang keluar dari vagina. Biasanya, keputihan dalam jumlah tertentu adalah normal, sebagai ketidakseimbangan temporer flora vagina alami. Jumlah normal yang lebih besar terjadi pada kehamilan, yang diharapkan menurun setelah melahirkan/ selama menyusui.

Namun, keputihan mungkin merupakan gejala gangguan pada organ reproduksi atau di tempat lain dalam tubuh. Sebuah cairan putih kekuningan atau krem, terutama jika kental, sering berisi nanah dan dapat merupakan tanda infeksi seperti trikomoniasis, kandidiasis, dan vaginitis bakteri. Debit trikomoniasis biasanya kekuningan, berbau, dan gatal. Debit kandidiasis adalah cairan putih kental dengan iritasi dan gatal-gatal. Wanita dengan bakterial vaginosis sering mengeluhkan debit kuning keabu-abuan dengan bau amis ofensif (fishy odor). Leukorea juga dapat menjadi tanda infeksi leher rahim dan penyakit menular 5ek5ual.

Keputihan merupakan sekresi vaginal pada wanita. Keputihan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). keputihan fisiologis adalah keputihan yang biasanya terjadi setiap bulannya, biasanya muncul menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi ataupun masa subur. Keputihan patologis dapat disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.