Pemirolast

Farmasi-id.com > Mata > Obat Dekongestan, Anestesi, Antiinflamasi Mata > Pemirolast

By | 09/03/2018

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

  • Untuk mengobati/mencegah gatal pada mata yang disebabkan oleh alergi, misalnya hay fever dan konjungtivitis alergi.
  • Obat ini juga telah digunakan dalam pengobatan asma kronis dan profilaksis rhinitis alergi.

Farmakologi

Pemirolast adalah senyawa turunan pirimidinin dengan aktivitas anti alergi. Senyawa ini mengikat reseptor histamin H1. Hal ini akan mengblok aksi histamin endogen, yang kemudian menyebabkan penghentian sementara efek negatif yang ditimbulkan oleh histamin.

Pemirolast juga menghambat ion kalsium yang dimediasi antigen ke dalam sel mast. Hal ini mencegah terjadinya degranulasi sel mast, menghasilkan stabilisasi sel mast dan penghambatan pelepasan mediator inflamasi, seperti histamin dan leukotrien, yang terlibat dalam proses alergi. Obat ini juga mencegah pelepasan mediator inflamasi dari eosinofil ke jaringan okular (mata).

Obat ini biasanya digunakan dalam bentuk garamnya yaitu Kalium/Potasium Pemirolast. Tersedia dalam sediaan oral untuk mengobati asam kronis dan Rhinitis alergi, dan sediaan tetes mata dalam formulasi 0.1% solution.

Kontra Indikasi

Jangan menggunakan obat ini pada pasien yang mempunyai riwayat hipersensitif/alergi obat Pemirolast.

Efek Samping

  • Efek samping jika digunakan dalam sediaan okular/obat mata : rasa terbakar, mata kering, sensasi seperti terkena benda asing, dan ketidaknyamanan mata.
  • Efek samping dalam sediaan non-okular : alergi, nyeri punggung, bronkitis, batuk, dismenore, demam, sinusitis, dan bersin / hidung tersumbat.

Perhatian

  • Dalam percobaan pada hewan, senyawa ini diekskresikan dalam susu tikus pada konsentrasi yang lebih tinggi daripada plasma. Tidak diketahui apakah obat ini diekskresikan dalam susu manusia. Karena terdapat banyak obat diekskresikan dalam susu manusia, penggunaan Pemirolast untuk ibu menyusui harus dilakukan secara hati-hati.
  • Sediaan obat mata yang mengandung Pemirolast biasanya juga disertai zat pengawet, misalnya Lauralkonium klorida. Zat pengawet ini dapat diserap oleh lensa kontak lunak. Oleh karena itu, setelah menggunakan sediaan obat mata ini, pasien harus menunggu setidaknya sepuluh menit sebelum memakai lensa kontak lunak (soft lense).
  • Tidak diindikasikan untuk mengobati iritasi mata yang disebabkan oleh penggunaan lensa kontak.
  • Efektivitas dan keamanan penggunaan obat ini pada anak usia di bawah 3 tahun belum diketahui.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Meskipun hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan acuan keamanan obat pada manusia, fakta bahwa obat ini terbukti memiliki efek buruk terhadap janin hewan harus menjadi perhatian serius. Jika tidak benar-benar dibutuhkan atau masih bisa menggunakan obat lain yang lebih aman, penggunaan Pemirolast untuk ibu hamil sebaiknya tidak dilakukan. Namun jika manfaatnya dirasa lebih besar daripadara risiko yang mungkin terjadi, penggunaannya bisa dilakukan secara hati-hati.

Dosis dan Aturan Pakai

Sediaan Ophthalmic (Obat Mata) sebagai profilaksis konjungtivitis alergi

Dewasa atau Anak usia > 3 tahun (sediaan tetes mata (0.1% solution) : 1-2 tetes pada mata yang terkena 4 x sehari.

Sediaan Oral (tablet) untuk Rhinitis alergi

  • Dewasa : 5 mg 2 x sehari.
  • Anak usia 1-4 tahun : 1,25 mg 2 x sehari.
  • Anak usia 5-10 tahun : 2,5 mg 2 x sehari.

Sediaan oral untuk Asma kronis

  • Dewasa : 10 mg 2 x sehari.
  • Anak usia 1-4 tahun : 2,5 mg 2 x sehari.
  • Anak usia 5-10 tahun : 5 mg 2 x sehari.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 15-25°C.

Sediaan

Tablet, solution.

Nama Brand

Alegysal

Sekilas tentang mata dan penyakitnya

Mata adalah organ penglihatan. Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia pada sel saraf. Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan ke semua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat di belakangnya terdapat pupil, fungsi dari pupil sendiri adalah untuk mengatur insensitas cahaya yang masuk ke mata.

Selain pupil ada juga bagian mata yang disebut selaput pelangi, fungsinya adalah memberi warna pada mata, selaput pelangi juga dapat mengubah ukuran pupil secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada di tempat gelap pupil akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, pupil akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata.

Berikut adalah berbagai macam penyakit pada mata:

  • Miopi
    Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.

  • Hipermetropi
    Hipermetropi yaitu seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.

  • Presbiopi
    Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia.

  • Kerabunan dan kebutaan
    Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apa pun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Bayi yang lahir prematur dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu, juga dapat mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP) dan dapat mengalamai ganguan penglihatan hingga kebutaan total, jika tidak diterapi secepatnya. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" menggunakan jari-jarinya dengan alat bantu berupa huruf Braille.

  • Buta warna
    Buta warna adalah suatu kondisi seseorang tidak mampu merepresentasikan warna. Buta warna total sama sekali tidak dapat membedakan warna, yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih (grey scale). Sedangkan jika tidak bisa membedakan warna tertentu disebut buta warna parsial. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan, artinya jika seseorang buta warna, pasti anaknya juga mewarisi gen buta warna, namun belum tentu menderita buta warna.

  • Katarak
    Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan, terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
    Astigmatis = ketidakaturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina (bintik kuning). Dapat dibantu dengan kacamata silinder/Operasi refraktif.

  • Rabun senja
    Rabun senja adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.