PAROMOMYCIN

Farmasi-id.com > Antibiotik > PAROMOMYCIN

Deskripsi

Paromomisina (paromomycin) adalah antibiotika amoebisidal yang termasuk golongan aminoglikosida. Antibiotik yang juga dikenal dengan nama monomycin dan aminosidine ini bekerja dengan cara mengikat secara ireversibel sub unit 16s dari ribosom prokariotik bakteri yang peka sehingga menghambat sintesa protein yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri itu.

Paromomisina (paromomycin) mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. Efektivitas paromomisina (paromomycin) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus telah terbukti.

Indikasi

  • Kegunaan obat paromomisina (paromomycin) adalah untuk pengobatan infeksi intestinal seperti cyptosporidiosis dan amoebiasis misalnya diare, serta penyakit lain seperti leishmaniasis.
  • Antibiotik ini telah terbukti berguna untuk mengobati penyakit – penyakit yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
  • Paromomisina (paromomycin) juga digunakan pada kasus koma hepatikum.

Dosis

  • Amoebiasis : dewasa / anak 25 – 35 mg / kb BB / hari terbagi dalam 3 dosis selama 5 -10 hari.
  • Terapi pada koma hepatikum : 4 gram sehari dalam dosis terbagi 5 – 6 hari

Kontra Indikasi

  • Pemakaian paromomisina (paromomycin) pada pasien yang mempunyai riwayat mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap paromomisina (paromomycin) maupun antibiotik golongan aminoglikosida lainnya sebaiknya dihindari
  • Pasien yang memiliki penyakit sumbatan pada usus, pemakaian antibiotik ini juga tidak disarankan

Efek samping

  • Efek samping paromomisin (paromomycin) yang umum terjadi pada saluran gastrointestinal adalah mual, muntah, diare dan perut yang tidak nyaman, terutama jika diberikan dalam dosis tinggi (biasanya lebih dari 3 gram / hari)
  • Efek samping yang relatif jarang terjadi pada sistem saraf misalnya adalah sakit kepala dan vertigo, juga ototoksisitas dan gangguan sensorineural terutama pada pasien yang juga mengidap penyakit hati
    pada pasien dengan fungsi ginjal yang rusak memungkinkan terjadinya akumulasi obat sehingga meningkatkan resiko pemakaian paromomisin (paromomycin), terutama pada terapi jangka panjang

Peringatan dan Perhatian

Hati-hati memberikan paromomisin (paromomycin) pada pasien yang mengidap kerusakan hati dan ginjal.

Nama Generik

Paromomycin

Nama Brand

Gabbroral

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Informasi lengkap mengenai infeksi dapat Anda baca di sini.
Sekilas Tentang Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Informasi lengkap mengenai antibiotik dapat Anda baca di sini dan di sini.