Nevox

Farmasi-id.com > Sistem Endokrin & Metabolik > Obat Antidiabetes > Nevox

By | 09/10/2017

Komposisi

Metformin HCl

Indikasi

Terapi awal untuk diabetes onset dewasa yang mengalami kelebihan berat badan atau gagal diatasi dengan diet. Terapi kombinasi untuk kegagalan terapi sulfonilurea primer atau sekunder. Terapi tambahan pada IDDM untuk mengurangi dosis insulin.

Dosis

Dewasa:

Sediaan konvensional

Dosis awal: 500 mg oral dua kali sehari atau 850 mg oral sekali sehari. Dosis dapat dinaikkan setiap 1 minggu sesuai toleransi.

Dosis maksimum: 3000 mg per hari

Modified-release

Dosis awal: 500 to 1000 mg oral sekali sehari. Dosis dapat dinaikkan per minggu sesuai toleransi.

Dosis maksimum: 2000 mg per hari

Anak-anak:

Dosis untuk anak-anak penderita diabetes tipe 2

Dosis awal: 500 mg oral 1-2 kali sehari atau 850 mg sekali sehari. Dosis dapat dinaikkan tiap 1 minggu sesuai toleransi

Dosis maksimum: 2000 mg per hari, terbagi dalam 2-3 dosis

Pemberian Obat

Diberikan sesudah makan.

Kontra Indikasi

Koma diabetikum, ketoasidosis, gangguan fungsi ginjal serius, penyakit hati kronis, gagal jantung, infark miokard, alkoholisme, penyakit akut atau kronis yang berhubungan dengan hipoksia jaringan, penyakit yang berhubungan dengan asidosis laktat seperti syok, insufisiensi pulmonal.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum mengonsumsi metformin:

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi pada metformin, alergi pada bahan-bahan metformin cair atau tablet, atau pada obat-obatan lain. Tanya pada apoteker atau cek informasi pasien dari produsen obat tersebut untuk daftar bahan-bahannya
  • Beri tahu dokter dan apoteker, obat-obatan apa saja (baik resep maupun nonresep) yang sedang Anda konsumsi, termasuk vitamin, suplemen nutrisi, dan produk herbal. Jangan lupa sebutkan obat-obatan berikut jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan obat-obat ini: acetazolamide(Diamox); amiloride (Midamor, in Moduretic); angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors seperti benazepril (Lotensin), captopril (Capoten), enalapril (Vasotec), fosinopril (Monopril), lisinopril (Prinivil, Zestril), moexipril (Univasc), perindopril (Aceon), quinapril (Accupril), ramipril (Altace), dan trandolapril (Mavik); beta-blockers seperti atenolol (Tenormin), labetalol (Normodyne), metoprolol (Lopressor, Toprol XL), nadolol (Corgard), dan propranolol (Inderal); calcium channel blockers seperti amlodipine (Norvasc), diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac, others), felodipine (Plendil), isradipine (DynaCirc), nicardipine (Cardene), nifedipine (Adalat, Procardia), nimodipine (Nimotop), nisoldipine (Sular), and verapamil (Calan, Isoptin, Verelan); cimetidine (Tagamet); digoxin (Lanoxin); diuretics (‘water pills’); furosemide (Lasix); terapi penggantian hormon; insulin dan obat lain untuk diabetes; isoniazid; obat-obatan untuk asma dan flu; obat-obatan untuk mual dan penyakit mental; obat-obatan untuk penyakit tiroid; morphine (MS Contin, others); niacin; alat KB oral (‘birth control pills’); steroid oral seperti dexamethasone (Decadron, Dexone), methylprednisolone (Medrol), and prednisone (Deltasone); phenytoin (Dilantin, Phenytek); procainamide (Procanbid); quinidine; quinine; ranitidine (Zantac); topiramate (Topamax); triamterene (Dyazide, Maxzide, others); trimethoprim (Primsol); vancomycin (Vancocin); or zonisamide (Zonegran). Dokter mungkin harus mengganti dosis pengobatan Anda atau memonitor efek samping dengan lebih hati-hati.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah mengidap penyakit tertentu
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, sedang berusaha hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda mengonsumsi metformin dan kemudian hamil, hubungi dokter.
  • Beri tahu dokter jika Anda makan lebih sedikit atau berolahraga lebih sering dari biasanya. Ini dapat memengaruhi gula darah Anda. Dokter akan memberi anjuran lebih lanjut jika ini terjadi.

Efek Samping

Efek samping metformin yang tergolong ringan adalah:

  • Sakit kepala atau nyeri otot
  • Merasa lemah
  • Mual-mual ringan, muntah, diare, buang angin, sakit perut.
  • Metformin dapat menimbulkan lactic acidosis (penumpukan asam laktik dalam tubuh, yang bisa berakibat fatal). Lactic acidosis dapat terjadi perlahan-lahan dan memburuk seiring dengan waktu. Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami gejala lactic acidosis, seperti:
    • Nyeri otot atau merasa lemas
    • Mati rasa atau perasaan dingin di tangan dan kaki;
    • Kesulitan bernapas
    • Merasa pusing, kepala berputar, lelah, dan sangat lemah;
    • Sakit perut, mual disertai muntah
    • Detak jantung lambat atau tidak teratur

Interaksi Obat

Dapat mengganggu absorpsi Vitamin B12. Dosis antikoagulan harus disesuaikan. Simetidin mengurangi bersihan metformin di ginjal.

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan metformin pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (tidak berisiko menurut beberapa penlitian) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Interaksi Obat

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Artikel ini tidak memuat semua kemungkinan interaksi obat. Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun tanpa seizin dokter.

Beri tahu dokter mengenai obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi, terutama:

  • Furosemide (Lasix)
  • Nifedipine (Adalat, Procardia)
  • Cimetidine (Tagamet) or ranitidine (Zantac)
  • Amiloride (Midamor) or triamterene (Dyrenium)
  • Digoxin (Lanoxin)
  • Morphine (MS Contin, Kadian, Oramorph)
  • Procainamide (Procan, Pronestyl, Procanbid)
  • Quinidine (Quin-G) or quinine (Qualaquin)
  • Trimethoprim (Proloprim, Primsol, Bactrim, Cotrim, Septra); or
  • Vancomycin (Vancocin, Lyphocin)

Anda akan berisiko lebih tinggi untuk menderita hyperglycemia (gula darah tinggi) jika Anda mengonsumsi metformin dengan obat lain yang meningkatkan gula darah, seperti:

  • Isoniazid
  • Diuretics (obat yang merangsang buang air kecil)
  • Steroids (prednisone, dll)
  • Obat-obatan untuk jantung dan tekanan darah (Cartia, Cardizem, Covera, Isoptin, Verelan, and others)
  • Niacin (Advicor, Niaspan, Niacor, Simcor, Slo-Niacin, dll)
  • Phenothiazines (Compazine, dll)
  • Thyroid medicine (Synthroid, dll)
  • Pil KB dan pil hormon lain
  • Obat untuk kejang (Dilantin, dll);
  • Pil diet atau obat-obatan untuk asma, flu, dan alergi.

Overdosis

Gejala overdosis bisa berupa tanda-tanda hypoglycemia dan gejala-gejala berikut:

  • Kelelahan yang luar biasa
  • Merasa lemah
  • Ketidaknyamanan
  • Muntah
  • Mual
  • Sakit perut
  • Penurunan napsu makan
  • Napas yang dalam dan terengah-engah
  • Napas pendek
  • Pusing
  • Kepala terasa ringan
  • Detak jantung lebih lambat atau lebih cepat dari biasanya
  • Kulit merona merah
  • Nyeri otot
  • Merasa dingin

Sediaan

Dus, 5 blister @ 10 tablet 500 mg

Izin BPOM

DKL0611637117A1

Produsen

Kalbe Farma

Sekilas Tentang Metformin

Metformin adalah obat lini pertama untuk terapi pengobatan pasien diabetes tipe 2 khususnya mereka yang bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Obat ini juga digunakan dalam pengobatan sindrom ovarium polikistik. Metformin dapat mencegah penyakit kardiovaskular dan kanker akibat diabetes.

Uji coba yang dilakukan pada tahun 1980 hingga tahun 90-an membuktikan bahwa metformin dapat mengurangi efek negatif terhadap kardiovaskular yang diakibatkan oleh berat badan berlebih pada pasien diabetes tipe 2. Selain itu ia juga dapat menurunkan risiko hipoglikemia, sulfonilerea dan mengurangi tingkat LDL dan trigliserida. Metformin dapat mengurangi kebutuhan insulin pada diabetes tipe 1, meskipun dengan peningkatan risiko hipoglikemia. Pada fase pradiabetes, risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2 kemungkinan dapat menurun akibat penggunaan metformin, meskipun harus diiringi dengan olahraga dan latihan intensif.

Metformin pertama kali ditemukan pada 1922 oleh Emil Werner dan James Bell, sebagai produk hasil sintesis N,N-dimethylguanidine dan pertama kali digunakan oleh dunia medis di Perancis tahun 1957 dan di Amerika Serikat tahun 1995. Keamanan metformin untuk digunakan oleh wanita hamil oleh FDA dimasukkan dalam kategori B.

Sekilas Tentang Diabetes
Diabetes merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan benar. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Diabetes yang umum terjadi adalah diabetes Tipe 1 dan tipe 2.

Pada diabetes Tipe 1 pankreas tidak dapat memproduksi insulin sedangkan pada diabetes tipe 2 pankreas dapat membuat insulin tapi dalam kadar yang tidak cukup banyak. Ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan insulin secara optimal. Meningkatnya kadar gula dalam darah akan membuat penderita diabetes sering merasa haus atau lapar dan juga sering buang air kecil.

Antidiabetes merupakan obat yang mengontrol tingkat glukosa (gula) dalam darah pada penderita diabetes.

Informasi lengkap mengenai diabetes dapat Anda baca di sini.
Sekilas Tentang Kalbe Farma

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.