Navoren-10



Deskripsi Navoren-10

Navoren-10 adalah obat yang mengandung zat aktif Metoclopramide. Navoren-10 digunakan untuk mengatasi mual dan muntah, mencegah mual dan muntah yang berhubungan dengan kemoterapi atau terapi radiasi, stasis lambung diabetik, premedikasi untuk pemeriksaan radiologis saluran pencernaan bagian atas, intubasi usus kecil, dan membantu mengobati refluks disease (munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan). Navoren-10 bekerja dengan cara mendorong makanan lebih cepat dari lambung ke usus. Navoren-10 diproduksi oleh Coronet Crown dalam bentuk sediaan tablet.

Detail Navoren-10


  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiemetik / Regulator GIT, Antiflatulen dan Antiinflamasi

  • Apa Kandungan dan Komposisi Navoren-10?

    Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

    Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Navoren-10 adalah:

    Metoclopramide 10 mg

  • Bagaimana Kemasan dan Sediaan Navoren-10?


    Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet

  • Apa Nama Perusahaan Produsen Navoren-10?

    Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

    Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Navoren-10:

    Coronet Crown
Sekilas Tentang Coronet
PT Coronet Crown adalah suatu perusahaan farmasi yang berdiri pada tahun 1960 di Surabaya. Perusahaan ini awalnya bernama PT.Coronet Syndicate namun karena alasan tertentu, perusahaan merubah namanya menjadi PT Coronet Crown di tahun 1985. Untuk memperluas cakupan produk dan fasilitas perusaaan, maka pada 1971 perusahaan ini mengakuisisi PT Haluan Farma Indonesia, yang kemudian PT Coronet memindakan lokasi produksinya ke lokasi pabrik di Jalan Mustika, Surabaya, tempat dimana perusahaan akuisisi ini berada.

Beberapa produk yang diproduksi oleh PT Coronet Crown diantaranya Ulpraz, Ulcron, Epatin, Corocyd, Voxatic, Herocyn, dan lain-lain. Produk yang paling terkenal dari perusahaan ini adalah Herocyn, yakni suatu produk bedak yang digunakan untuk mengobati gatal pada kulit.

Kantor pusat PT Coronet Crown ada di Jl. Raya Taman No.Km No.15, Kali Bodokan, Sepanjang, Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Sekilas Tentang Metoclopramide Pada Navoren-10
Metoclopramide adalah obat yang biasa digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit atau masalah esofagus dan lambung. Obat ini digunakan untuk perawatan dan pencegahan mual dan muntah, membantu dalam proses pengosongan lambung pada mereka yang mengalami penundaan pengosongan lambung, dan untuk membantu mengobati penyakit refluks gastroesofageal. Selain untuk mengatasi berbagai macam problem esofagus dan lambung, metoclopramide juga digunakan dalam pengobatan migrain.

Metoclopramide mulai dikembangkan pada tahun 1964 oleh Louis Justin-Besançon and Charles Laville. Pada awalnya metoclopramide digunakan untuk mengendalikan mual pada orang yang mengalami sakit kepala dan migrain, kemudian digunakan juga untuk mencegah mual yang diakibatkan oleh efek terapi radiasi dan kemoterapi kanker. Obat ini kemudian mulai digunakan secara luas pada 1980 dan menjadi obat yang umum digunakan untuk mengendalikan nausea yang diakibatkan oleh anestesi dan perawatan gastritis.

Penggunaan metoclopramide dikontraindikasikan pada pasien penderita pheochromocytoma, suatu tumor pada sel chromaffin dari kelenjar adrenal. Hati-hati penggunaan metoclopramide pada penderita Parkinson karena metoclopramide bertindak sebagai antagonis dopamin yang justru akan memberburuk kondisi Parkinsonnya. Pada penderita depresi, penggunaan metoclopramide dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kondisi mentalnya. Hindari penggunaan obat ini pada penderita obstruksi usus, pasien epilepsi, perforasi atau penyumbatan perut, dan pada bayi yang baru lahir.

Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan metoclopramide seperti gelisah, hipertensi, depresi, sakit kepala, kelelahan, diare, gangguan pergerakan seperti tardive dyskinesia, dan lain-lain. Oleh FDA tingkat keamanan penggunaan obat ini bagi wanita hamil dimasukkan dalam kategori B.

Navoren-10 Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Navoren-10?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Navoren-10 adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Navoren-10 digunakan untuk mencegah mual dan muntah yang berhubungan dengan kemoterapi atau terapi radiasi, stasis lambung diabetik, premedikasi untuk pemeriksaan radiologis saluran pencernaan, dan mengobati GERD.

Berapa Dosis dan Aturan Pakai Navoren-10?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Navoren-10:

Navoren-10 termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter.

  1. Mual dan muntah; Mencegah mual dan muntah yang berhubungan dengan kemoterapi atau terapi radiasi
    Diberikan dosis 1 tablet. Maksimal: 3 tablet atau 0,5 mg / kg berat badan / hari. Durasi maksimum: 5 hari
  2. GERD
    Diberikan dosis 1 -1 1/2 tablet, diminum hingga 4 kali sehari tergantung keparahan gejala. Maksimal: 6 tablet sehari. Durasi maksimal: 12 minggu
  3. Stasis lambung diabetik
    Untuk manifestasi awal: diberikan dosis 1 tablet, diminum hingga 4 kali sehari selama 2-8 minggu. Maksimal: 4 tablet sehari
  4. Premedikasi untuk pemeriksaan radiologis pada saluran pencernaan bagian atas;
    Intubasi usus kecil:diberikan dosis 1-2 tablet sebagai dosis tunggal

Bagaimana Cara Penyimpanan Navoren-10?


Simpan pada suhu 20-25°C, lindungi dari cahaya.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Navoren-10 Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Navoren-10, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Navoren-10?

Jika Anda lupa menggunakan Navoren-10, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Navoren-10 Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Navoren-10?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Navoren-10 yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Navoren-10?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Navoren-10 yang mungkin terjadi adalah:

Efek samping penggunaan Navoren-10 yang mungkin terjadi adalah:

  • Hipersensitif
  • Gelisah, sakit kepala, pusing, kejang, tremor
  • Diare, mual, muntah, gangguan usus
  • Kelelahan
  • Hepatoksisitas
  • Peningkatan kadar aldosteron plasma
  • Retensi cairan, porfiria
  • Insomnia, kecemasan, agitasi, kebingungan, halusinasi

Apa Saja Kontraindikasi Navoren-10?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Navoren-10 dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:


Hindari penggunaan Navoren-10 pada pasien dengan:

  • Penggunaan bersamaan dengan obat-obatan yang dapat menyebabkan reaksi ekstrapiramidal (misalnya: Antipsikotik, levodopa)
  • Anak-anak usia
  • Pasien dengan perforasi gastrointestinal
  • Perdarahan atau obstruksi mekanis, dicurigai atau diketahui pheochromocytoma atau paraganglioma pelepas katekolamin lainnya
  • Riwayat diskinesia tardive yang diinduksi oleh neuroleptik atau obat
  • Gangguan kejang (misalnya epilepsi)
  • Penyakit Parkinson
  • Riwayat penyakit methaemoglobin dengana defisiensi dinukleotida-sitokrom b5 reduktase (NADH-Cyb5R)

Apa Saja Interaksi Obat Navoren-10?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Navoren-10 antara lain:

  • Efek sedatif aditif dengan depresan SSP (misalnya:Turunan morfin, ansiolitik, penghambat reseptor H1, antidepresan sedatif, barbiturat, klonidin)
  • Peningkatan risiko gangguan ekstrapiramidal dengan agen neuroleptik lain atau obat yang bekerja sentral (misalnya: Fenotiazin, tetrabenazin)
  • Dapat meningkatkan risiko sindrom serotonin yang terkait dengan obat serotonergik (misalnya: SSRI)
  • Dapat menurunkan bioavailabilitas digoxin
  • Dapat meningkatkan penyerapan siklosporin, aspirin, dan parasetamol
  • Dapat memperpanjang durasi kerja agen penghambat neuromuskuler (misalnya: Mivacurium, suxamethonium)
  • Peningkatan konsentrasi serum dengan inhibitor CYP2D6 yang kuat (misalnya: Fluoxetine, paroxetine)
  • Konsentrasi atovaquone plasma dapat dikurangi dengan metoclopramide
  • Peningkatan risiko perpanjangan QT dengan agen lain yang diketahui memperpanjang interval QT (misalnya: Kelas IA dan III antiaritmia, TCA, makrolida, antipsikotik)
  • Dapat mengubah efek stimulan sentral (misalnya: Simpatomimetik)
  • Peningkatan risiko hipertensi dengan inhibitor MAO
  • Dapat mengurangi efek agen antidiabetik

Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Navoren-10 Pada Wanita Hamil?

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Navoren-10 untuk digunakan oleh wanita hamil:


Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Navoren-10 ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala overdosis Navoren-10 antara lain gangguan ekstrapiramidal, mengantuk, sakit kepala, vertigo, gelisah, tingkat kelemahan penurunan kesadaran, kecemasan, kebingungan, halusinasi, mual, muntah, xerostomia, konstipasi, hipotensi, dan henti jantung pernapasan. Jarang terjadi: blok AV. Methaemoglobinaemia dan kejang umum juga dapat terjadi pada bayi prematur
  • Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan simtomatik dan suportif (oleh tenaga medis). Reaksi ekstrapiramidal dapat dikontrol dengan pemberian agen antikolinergik (misalnya Diphenhydramine, benztropine). Berikan metilen biru secara intravena dalam kasus methaemoglobinaemia, namun, penggunaan metilen biru pada pasien dengan defisiensi G6PD tidak dianjurkan karena peningkatan risiko anemia hemolitik yang mungkin berakibat fatal. Pantau kardiovaskuler dan fungsi pernapasan