Moxic

By | Juli 22, 2021 |

MOXIC®

Kandungan dan Komposisi Moxic

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Moxic adalah::
Tiap tablet mengandung:
Meloxicam ………………………. 7,5 mg
Tiap tablet forte mengandung :
Meloxicam ……………………….  15 mg

CARA KERJA OBAT :
Meloxicam adalah obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) golongan asam enolat derivat oxicam dengan aktivitas anti-inflamasi, analgesik dan antipiretik yaitu dengan menginhibisi biosintesis prostaglandin dengan menghambat enzim siklooksigenase. Mekanisme kerja meloxicam yaitu dengan penghambatan secara selektif terutama pada siklooksigenase-2 (COX-2) sehingga batas keamanan terapinya lebih baik daripada obat-obat NSAID lainnya. Penghambatan yang lebih selektif terhadap COX-2 membuat Meloxicam lebih aman karena tidak menghambat COX-1 yang menyebabkan efek samping di lambung dan ginjal.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Moxic

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Moxic adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

:
Meloxicam diindikasikan untuk:
– Terapi simptomatis jangka pendek eksaserbasi akut osteoartritis.
– Terapi simptomatis jangka panjang artritis reumatoid (poliartritis kronik).

Kontraindikasi Moxic

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Moxic dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

:
  • Hipersensitif terhadap Meloxicam
  • Pasien asma, polip nasal, angioedema atau urtikaria yang mendapat terapi acetyl-salicylic acid atau OAINS lainnya
  • Masa kehamilan atau menyusui
  • Ulkus lambung yang aktif, perdarahan gastrointestinal, perdarahan pembuluh darah otak atau penyakit perdarahan lainnya
  • Gangguan hati berat dan gagal ginjal berat yang tidak mengalami dialisa

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Moxic Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Moxic?

Jika Anda lupa menggunakan Moxic, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Moxic Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Moxic?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Moxic yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Moxic

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Moxic yang mungkin terjadi adalah:

:

>

Gastro-intestinal

Dispepsia, rasa mual, muntah-muntah, rasa sakit di perut, konstipasi, rasa kembung, diare, sendawa, esofagitis, ulkus gastroduodenal dan pendarahan gastrointestinal makroskopik dan kolitis.

Kardiovaskuler

Edema, peningkatan tekanan darah, palpitasi dan muka kemerahan.

Sistem saraf pusat

Kepala terasa ringan, pusing, vertigo, tinitus dan perasaan mengantuk.

Kulit

Pruritus, ruam, stomatitis, urtikaria dan fotosensitif.

Hematologi

Anemia, leukopenia dan trombositopenia.

Meningkatkan transaminase, bilirubin dan serum kreatinin dan/ atau serum urea.

Peringatan Penggunaan Moxic

:
  • Seperti OAINS lainnya, hati-hati pada pasien dengan riwayat gangguan gastrointestinal bagian atas dan yang menerima terapi antikoagulan. Hentikan penggunaan Meloxicam jika terjadi ulkus peptik atau pendarahan gastrointestinal
  • Hati-hati pada pasien yang mengalami efek samping mukokutaneus, disarankan untuk menghentikan penggunaan Meloxicam
  • Seperti OAINS lainnya, Meloxicam dapat menyebabkan gangguan perfusi ginjal
  • Hati-hati pada pasien dengan gangguan ginjal. Dosis harus disesuaikan pada penderita gangguan ginjal berat

Interaksi Obat Moxic

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Moxic antara lain:

:
  • Pemberian bersama obat golongan OAINS lainnya dapat meningkatkan risiko perdarahan gastrointestinal dan ulkus gaster
  • Pemberian bersama obat antikoagulan oral dan heparin secara sistemik dapat meningkatkan risiko perdarahan
  • Meloxicam dapat meningkatkan kadar lithium plasma
  • Meloxicam dapat meningkatkan toksisitas methotrexate
  • Seperti OAINS lainnya, Meloxicam dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi IUD
  • Pemberian bersama diuretik dapat menyebabkan insufisiensi ginjal akut, dianjurkan untuk banyak minum dan dipantau fungsi ginjal pada awal terapi
  • Meloxicam dapat mengurangi efek obat antihipertensi (misalnya beta bloker, ACE inhibitor, vasodilator dan diuretik)
  • Cholestyramine mengikat Meloxicam di saluran pencernaan sehingga mempercepat eliminasi Meloxicam
  • Meloxicam dapat meningkatkan efek nefrotoksik dari cyclosporin

Dosis dan Aturan Pakai Moxic

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Moxic:

:
Osteoartritis: 7,5 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan hingga 15 mg.
Artritis reumatoid: 15 mg sekali sehari, dapat dikurangi hingga 7,5 mg sesuai dengan respon terapi.
Dosis maksimal Meloxicam adalah 15 mg/hari.
Pada pasien dialisis dengan gagal ginjal berat, dosis tidak melebihi 7,5 mg/hari

OVER Dosis:
Karena tidak diketahui antidotnya, pada kasus kelebihan dosis harus dilakukan tindakan pengurasan lambung dan tindakan penunjang secara umum. Berdasarkan studi klinis, cholestyramin dapat mempercepat eliminasi Meloxicam. Antasida dan Antagonis Reseptor-H2 dapat digunakan untuk mengobati lesi gastrointestinal yang berat.

PENYIMPANAN :
Simpan pada suhu 25° – 30° C, terlindung dari cahaya.

Kemasan dan NO. REGISTRASI:
MOXIC® tablet : Box isi 2 strip @ 10 tablet / DKL0418818910A1
MOXIC® forte tablet : Box isi 2 strip @ 10 tablet / DKL0418818910B1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

PT Otto Pharmaceutical Industries
BANDUNG – INDONESIA

Otto Pharmaceutical merupakan suatu perusahaan farmasi yang berdiri pada tahun 1963 di kota Bandung, Jawa Barat. Pada tahun 1981, perusahaan ini diakuisisi oleh Mensa (Menjangan Sakti Group) sekaligus menjadi perusahaan farmasi pertama dalam lini perusahaan Mensa Group.

Pada tahun 1991, Otto Pharmaceutical berhasil mendapatkan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Kemudian pada Juni 2005 perusahaan mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 dari RWTUV GmbH Jerman sebagai pengakuan atas standar manajemen kualitas yang diterapkan dalam perusahaan.

Otto Pharmaceutical memiliki area produksi seluas dua hektar yang digunakan untuk memproduksi produk betalaktam dan non-betalaktam serta sefalosporin. Fasilitas itu dilengkapi dengan gudang penyimpanan, riset and development, quality control, dan sebagainya. Perusahaan ini memiliki total karyawan sebanyak 600 orang dengan cakupan pemasaran produk tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pada tahun 2015, Otto Pharmaceutical bersama CKD Pharma (perusahaan asal Korea Selatan) membuat suatu perusahaan joint venture bernama PT CKD Otto Pharma untuk memproduksi obat-obatan onkologi dan telah selesai membangun area fasilitas produksi obat kanker yang sesuai dengan standar Eropa (EU-GMP) yang produknya selain dapat dipasarkan di Indonesia juga dapat diekspor ke mancanegara. Fasilitas produksi baru ini mencakup area seluas 12.588 meter persegi dengan total investasi $ 30 juta dengan total kapasitas produksi 1,6 juta vial per tahun. Beberapa obat yang diproduksi seperti Oxaliplatin, Gemcitabine dan Docetaxel. Produk obat anti-kanker yang diproduksi telah mandapatkan sertifikat halal dari MUI
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *