MICROTINA

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Kloramfenikol > MICROTINA

By | 07/09/2018

Komposisi

Tiap kapsul mengandung

Chloramphenicol (tablet)

Chloramphenicol palmitate (syrup)

Indikasi

Bruselosis, pneumonia bakteri, pertusis, meningitis non-TBC, demam tifus dan paratifus, skrub tipus, tifus epidemi, limfogranuloma inguinale, gastroenteritis pada bayi, laringotrakeobronkitis, disentri basil, demam Q, ornitosis, sifilis, gonore, tularemia, prostatitis, epididimitis bertukak, kolitis bertukak, trakom, pembantu pada operasi dan kebidanan.

Cara Kerja Obat

Chloramphenicol (Kloramfenikol) adalah antibiotik yang digunakan secara luas pada infeksi bakteri. Chloramphenicol adalah antibiotika jenis bakteriostatik dengan menghambat sistesis protein dengan cara menghambat aktivitas peptidil transferase dari ribosom bakteri, secara spesifik mengikat residu A2451 dan A2452 dari 23s rRNA subunit ribosom 50s untuk mencegah terjadinya ikatan peptida.

Kontra Indikasi

Microtina (chloramphenicol) dikontraindikasikan terhadap pasien yang hipersensitf terhadap Chloramphenicol dan derivatnya. Sebaiknya tidak diberikan kepada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati. jangan menggunakan Microtina (chloramphenicol) untuk pengobatan influenza, batuk pilek dan faringitis.

Efek Samping

Efek samping yang paling serius dari Microtina (chloramphenicol) adalah anemia aplastik, meskipun jarang tetapi secara umum sangat fatal bila terjadi. Microtina (chloramphenicol) juga menyebabkan tertekannya sumsum tulang belakang selama pemakaian, dan bisa menyebabkan leukemia (kanker darah atau kanker sumsum tulang) pada pemakaian dalam jangka waktu lama. pemberian secara Intravena bisa menyebabkan sindrom abu-abu pada bayi baru dilahirkan ataupun bayi prematur. efek lain Microtina (Chloramphenicol) adalah hipersensitivitas, ruam,urtikaria, mual, muntah, diare, sakit kepala dan super infeksi.

Kategori Keamanan Penggunan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Studi pada reproduksi hewan telah menunjukkan chloramphenicol memberikan efek buruk pada janin. tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi manfaat penggunaan obat lebih tinggi pepmebrian pada ibu hamil dapat diberikan meski terdapat potensi resiko.

Peringatan dan Perhatian

Microtina (chloramphenicol) terdeteksi ikut keluar bersama ASI, sehingga jika memungkinkan pemakaian Microtina (chloramphenicol) selama menyusui sebaiknya dihindari. Hati-hati memberikan Microtina (chloramphenicol) kepada wanita hamil, pasien dengan fungsi ginjal yang buruk, neonatus, dan bayi prematur. Pemakaian dengan jangka waktu lama perlu dilakukan pemeriksaan hematologik berkala. Hati-hati terhadap kemungkinan super infeksi dengan jamur dan bakteri.

Interaksi Obat

Microtina (Chloramphenicol) berinteraksi dengan obat-obat seperti : dikumarol, fenitoin,tolbutamid,fenobarbital dan sejenisnya

Dosis

Dewasa, Anak, bayi > 2 minggu 50 mg/kg BB/hari dalam 3-4 dosis bagi, bayi < 2 minggu dan prematur 25 mg/kg BB/hari dalam 4 dosis.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan

  • DKL7821002801A1, Dus, 10 strip @ 10 kapsul 250 mg
  • DKL1621022033A1, Dus, 1 botol @ 60 ml, suspensi 125 mg/5 ml

Produsen

Pyridam Farma

Sekilas Tentang Chloramphenicol

Chloramphenicol merupakan suatu antibiotik yang digunakan dalam berbagai jenis infeksi bakteri seperti konjungtivitis, meningitis, kolera, demam tipus, dan lain-lain. Sediaan dan penggunaannya juga berbagai bentuk mulai dari tetes mata hingga injeksi. Chloramphenicol pertama kali ditemukan dalam bakteri Streptomyces venezuelae yang kemudian dipisahkan komposisi kimianya di dalam laboratorium pada sekira tahun 1947. Kemudian versi artifisialnya dibuat pada tahun 1949 sekaligus menjadi antibiotik pertama yang diekstrak dari mikroorganisme.

Dulu obat ini digunakan untuk penyakit tipus, tapi semakin lama Salmonella typhi yang dianalisa menunjukkan resistensi terhadap chloramphenicol sehingga obat ini sudah jarang digunakan lagi untuk mengobati tipus. Chloramphenicol digunakan dalam pengobatan infeksi okuler seperti konjungtivitis dan blefaritis yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, dan Escherichia coli. Namun obat ini tidak efektif untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa. Cara kerja chloramphenicol yaitu dengan menghambat aktivitas peptidil transferase dari ribosom bakteri yang pada akhirnya mencegah bakteri untuk menggandakan diri.

Sekilas tentang kloramfenikol / chloramphenicol
Kloramfenikol (chloramphenicol) adalah suatu antibiotik C11H12Cl2N2O5 didapat dari Streptomyces venezuelae, anti-bakteri, antiriketsia. Obat penyakit tifus abdominalis. Kloramfenikol merupakan antibiotik yang ditemukan pada tahun 1947 dari kultur Streptomyces venezuelae yang tidak diproduksi secara sintetik sekaligus menjadi antibakteri pertama yang berspektrum luas, dengan mekanisme kerja menghambat sintesis protein dan bersifat bakteriostatik.